
Pantau - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendesak pemerintah memperkuat penanganan kesehatan masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan menyusul laporan Kementerian Kesehatan mengenai 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah wilayah terdampak kebakaran.
Cucun menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla, khususnya di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya meninjau langsung lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan di Banjarbaru, Senin (26/10/2026).
Ia meminta pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Kota Banjarbaru meningkatkan koordinasi untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak.
DPR Soroti Ancaman ISPA dan Kesehatan Kelompok Rentan
Cucun mengingatkan bahwa paparan asap kebakaran hutan dan lahan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan.
“Dampak karhutla ini sangat dahsyat, terutama terhadap kesehatan. Kita terus berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk meminta penanganan dan antisipasi, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu, anak-anak, dan bayi,” ujar Cucun.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, jumlah kasus ISPA di sejumlah wilayah terdampak karhutla telah mencapai 333.470 kasus.
Angka tersebut mencakup sejumlah wilayah yang mengalami dampak kebakaran hutan dan lahan, termasuk kawasan Sumatera dan Kalimantan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPR karena penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
Cucun meminta pelayanan kesehatan dan pengobatan bagi warga terdampak diberikan secara maksimal melalui kerja sama pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya, langkah penanganan tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman kebakaran, tetapi juga harus memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang memadai.
Cucun Temukan Ibu dan Balita Beraktivitas Tanpa Masker di Tengah Asap
Dalam kunjungannya ke wilayah terdampak karhutla, Cucun menyoroti masih adanya warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker meskipun berada di kawasan yang terpapar asap.
Ia secara khusus memperhatikan sejumlah ibu yang menggendong balita tanpa perlindungan masker saat berada di luar rumah.
“Saya lihat tadi bagaimana ibu-ibu menggendong anak-anaknya tanpa masker. Di wilayah-wilayah terdampak seperti ini, semua kepedulian yang dibutuhkan harus didukung. Bukan hanya gerak tanggap dari pemerintah, tetapi masyarakat yang mampu juga hendaknya saling berbagi dan membantu,” tegas Cucun.
Politikus Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menilai perlindungan masyarakat dari dampak asap karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Selain pemerintah, masyarakat yang memiliki kemampuan juga diharapkan turut membantu warga terdampak, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan dan pelayanan kesehatan.
Cucun menekankan bahwa kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak kebakaran yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
DPR Minta Operasi Modifikasi Cuaca Diperkuat untuk Cegah Kebakaran Meluas
Selain menyoroti dampak kesehatan, Cucun mendorong pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan.
Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk membantu menekan perkembangan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.
“Beberapa kali kita minta operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan supaya titik-titik api ini bisa diminimalisir dan tidak terjadi penyebaran kebakaran yang lebih luas,” tandasnya.
Menurut Cucun, upaya pengendalian karhutla harus dilakukan secara terpadu agar dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.
Penguatan koordinasi lintas sektor juga diperlukan untuk memastikan langkah pencegahan, penanganan darurat, dan pemulihan berjalan secara berkesinambungan.
DPR Kawal Penanganan Karhutla dan Pemulihan Kesehatan Warga
Sebagai Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Cucun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan dampak karhutla terhadap masyarakat.
Pengawasan tersebut mencakup kesiapan layanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, serta koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
DPR juga menaruh perhatian terhadap upaya antisipasi memburuknya kualitas udara akibat kebakaran yang masih mengancam sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.
Melalui peninjauan langsung di Banjarbaru, Cucun berharap seluruh pihak terkait dapat memperkuat langkah tanggap darurat agar masyarakat terdampak memperoleh penanganan kesehatan secara optimal.
Upaya tersebut diharapkan mampu menekan dampak karhutla terhadap kesehatan warga sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran.
- Penulis :
- Gerry Eka




