HOME  ⁄  Nasional

Siswa Sekolah Rakyat Raih 11 Prestasi Internasional dan 200 Lebih Prestasi Nasional dalam Setahun

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Siswa Sekolah Rakyat Raih 11 Prestasi Internasional dan 200 Lebih Prestasi Nasional dalam Setahun
Foto: Kementerian Sosial RI (Kemensos) menggelar peringatan satu tahun penyelenggaraan program Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu 28/10/2026

Pantau - Siswa Sekolah Rakyat berhasil meraih 11 prestasi internasional dan lebih dari 200 prestasi nasional dalam satu tahun pelaksanaan program pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Capaian tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam acara Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda bertema "Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita" di GOR Sudiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).

Gus Ipul mengungkapkan bahwa lebih dari 1.100 siswa Sekolah Rakyat telah menorehkan prestasi dalam berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, hingga sains.

Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan akses pendidikan, pendampingan, dan kesempatan yang memadai.

"Bagi kami, prestasi itu sederhana: ketika anak dari keluarga tidak mampu mendapat ruang. Ruang untuk belajar, ruang untuk tumbuh, dan ruang untuk bermimpi," ujar Gus Ipul.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan siswa Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari jumlah penghargaan, tetapi juga perkembangan kepercayaan diri, kedisiplinan, pembentukan karakter, serta keberanian memperjuangkan cita-cita.

Lebih dari 11 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Jalani Pemetaan Bakat

Dalam upaya mengembangkan potensi siswa, Sekolah Rakyat melaksanakan program pemetaan bakat melalui Talent DNA bekerja sama dengan Prof. Ary Ginanjar Agustian.

Melalui program tersebut, lebih dari 11.000 anak telah menjalani identifikasi bakat untuk mengetahui kemampuan, minat, dan kecenderungan potensi mereka dalam berbagai bidang.

Hasil pemetaan menunjukkan bahwa empat dari setiap 10 anak memiliki bakat di bidang sains dan teknologi, dengan potensi profesi sebagai insinyur, ahli teknologi, guru, penegak hukum, dokter, dan tenaga kesehatan.

"Lebih dari 11 ribu anak telah dipetakan bakatnya melalui Talent DNA. Hasilnya membuat kami terharu. Empat dari 10 anak ternyata berbakat di bidang sains dan teknologi. Bakat mereka mengarah pada profesi insinyur dan ahli teknologi, guru dan penegak hukum, dokter dan tenaga kesehatan," kata Gus Ipul.

Pengembangan bakat tersebut dilakukan bersamaan dengan pendampingan sosial dan psikologis untuk membantu siswa menghadapi berbagai persoalan yang memengaruhi perkembangan mereka.

Berdasarkan hasil asesmen, satu dari setiap tiga siswa membutuhkan pendampingan terkait persoalan emosional, sementara sekitar satu dari setiap enam anak telah kehilangan orang tua.

Kondisi tersebut menjadi dasar penerapan pendekatan pendidikan yang dipadukan dengan rehabilitasi sosial dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

"Karena itu, Sekolah Rakyat bekerja dengan dua pendekatan sekaligus: edukasi dan rehabilitasi. Mendidik, sekaligus memulihkan," jelas dia.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Sekolah Rakyat melibatkan sekitar 5.000 guru, hampir 7.000 wali asuh, serta lebih dari 2.000 wali asrama.

Para tenaga pendidik dan pendamping tersebut bertugas mendukung pembelajaran, pengasuhan, pembentukan karakter, serta pemenuhan kebutuhan sosial dan emosional siswa.

Selain mendapatkan pendampingan pendidikan dan sosial, siswa juga menjalani pemeriksaan kesehatan serta mengikuti program matrikulasi selama tiga bulan sebelum memasuki proses pembelajaran.

Tujuh Lulusan Sekolah Rakyat Kuliah dengan Beasiswa Penuh

Keberhasilan program Sekolah Rakyat juga terlihat dari kesempatan melanjutkan pendidikan dan memperoleh pekerjaan yang didapatkan para lulusannya pada 2026.

Gus Ipul mengungkapkan bahwa dari 12 lulusan SMA Sekolah Rakyat pada 2026, sebanyak tujuh orang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui beasiswa penuh.

Sementara itu, lima lulusan lainnya telah memperoleh pekerjaan sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

"7 di antaranya kini kuliah dengan beasiswa penuh, dan 5 lainnya telah bekerja sesuai minat dan bakatnya," kata Gus Ipul.

Menurutnya, hasil tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membuka kesempatan bagi anak-anak keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan taraf hidup.

Lebih dari 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Diperbaiki

Selain memberikan akses pendidikan kepada siswa, program Sekolah Rakyat juga menyasar peningkatan kesejahteraan keluarga melalui berbagai bantuan pemerintah.

Gus Ipul menyampaikan bahwa seluruh keluarga prasejahtera siswa Sekolah Rakyat menerima bantuan sosial lengkap sebagai bagian dari dukungan terhadap kondisi ekonomi keluarga.

Bantuan tersebut mencakup perbaikan rumah, pemberian modal usaha, serta layanan rehabilitasi sosial melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

"Lebih dari 10 ribu rumah orang tua siswa telah diperbaiki, Lebih dari 11 ribu orang tua telah menerima bantuan modal usaha; dan Lebih dari 9 ribu orang tua mendapatkan layanan rehabilitasi sosial ATENSI," kata Gus Ipul.

Program tersebut diarahkan untuk memastikan peningkatan akses pendidikan anak berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi keluarganya.

Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan Ditargetkan Bertambah Menjadi 15 Lokasi

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan Kementerian Sosial.

Menurut Andi Sudirman, program tersebut membantu membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang sebelumnya mengalami putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah lokasi Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan yang semula sebanyak sembilan direncanakan bertambah menjadi sekitar 15 lokasi.

Dengan perkiraan kapasitas sekitar 1.000 siswa pada setiap sekolah, pengembangan tersebut berpotensi menjangkau sekitar 15.000 anak di Sulawesi Selatan.

Para siswa mendapatkan fasilitas pendidikan, tempat tinggal di asrama, tenaga pengajar, serta sarana pembelajaran untuk mendukung kegiatan belajar.

Andi Sudirman menilai keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu upaya pemerintah menekan angka kemiskinan ekstrem melalui peningkatan akses pendidikan.

"Ini sangat membantu untuk mengurangi angka kemiskinan ekstrem," kata Andi Sudirman.

Ratusan Siswa Meriahkan Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat di Makassar

Peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda di GOR Sudiang, Makassar, berlangsung dengan berbagai penampilan seni, olahraga, dan keterampilan dari ratusan siswa.

Para siswa memperlihatkan kemampuan hasil pembinaan selama mengikuti pendidikan, mulai dari pertunjukan drum band, pencak silat, karate, hingga koreografi kepramukaan menggunakan tongkat dan bendera semapur.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, siswa juga memperagakan variasi gerakan baris-berbaris yang dipimpin Komandan Pleton (Danton) Fadli.

Penampilan baris-berbaris dengan gerakan kompak dan tegas mendapat sambutan meriah dari para hadirin.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan drama teatrikal dongeng Ikukang yang dinarasikan Aqifa Alfina Laela.

Suasana peringatan semakin semarak melalui iringan lagu "Gebyar-Gebyar", pembacaan puisi, serta pengucapan Sumpah Pemuda yang dipimpin M. Yusuf dan diikuti ribuan hadirin secara serentak.

Sejumlah siswa juga menampilkan drama musikal yang mengangkat kisah kehidupan anak-anak dari keluarga prasejahtera yang mendapatkan kesempatan mewujudkan cita-cita melalui pendidikan di Sekolah Rakyat.

Pertunjukan tersebut menggambarkan pentingnya akses pendidikan yang setara dalam membantu anak-anak mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan masa depan.

Sejumlah Pejabat Nasional Hadiri Peringatan Sekolah Rakyat

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, serta Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan.

Hadir pula Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, pendiri ESQ Corporation Ary Ginanjar Agustian, serta Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Meutia Farida Hatta Swasono.

Dari jajaran Kementerian Sosial, kegiatan dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Hasan Chabibie, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih.

Sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemensos, staf khusus, serta tenaga ahli Menteri Sosial juga mengikuti kegiatan tersebut.

Selain itu, hadir ratusan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa Sekolah Rakyat, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan kader Karang Taruna.

Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat menjadi momentum untuk memperlihatkan capaian pendidikan, pengembangan bakat, pendampingan sosial, serta dukungan kesejahteraan keluarga yang telah dilaksanakan pemerintah.

Melalui pendidikan yang dipadukan dengan pengasuhan, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan keluarga, program Sekolah Rakyat diarahkan untuk memperluas kesempatan anak-anak dari keluarga prasejahtera dalam memperoleh pendidikan dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026