
Pantau - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) memperingati satu tahun penyelenggaraan program Sekolah Rakyat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026), dengan mengungkap capaian layanan pendidikan bagi sekitar 44.000 siswa di 182 lokasi seluruh Indonesia.
Peringatan yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut dipimpin Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Mengusung tema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-Cita”, kegiatan tersebut menjadi momentum pemerintah untuk memaparkan perkembangan program pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Sekitar 7.000 peserta menghadiri kegiatan secara langsung, sementara puluhan ribu peserta lainnya mengikuti rangkaian acara secara daring dari berbagai Sekolah Rakyat dan Sentra Kemensos di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi untuk menjamin hak pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
“Di Sekolah Rakyat, ketiga pasal itu bertemu dalam satu tubuh: seorang anak,” ungkap Gus Ipul, merujuk pada Pasal 31, Pasal 34 ayat (1), dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Sebanyak 741 Siswa Tampilkan Seni dan Prestasi di Makassar
Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat dimeriahkan berbagai pertunjukan seni, budaya, olahraga, dan keterampilan yang dibawakan langsung oleh 741 siswa dari berbagai wilayah Indonesia.
Para siswa menampilkan tarian tradisional dari Aceh, Sulawesi, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari perayaan keberagaman budaya nasional.
Selain pertunjukan seni, siswa memperlihatkan kemampuan dalam karate, pencak silat, kepramukaan, serta baris-berbaris variasi.
Penampilan baris-berbaris menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta ketika hentakan kaki para siswa menggema di dalam GOR Sudiang dan disambut tepuk tangan penonton.
Rangkaian acara juga diisi drama teatrikal, pembacaan puisi, pertunjukan menyanyi, serta pembacaan teks Sumpah Pemuda.
Menurut Gus Ipul, penampilan tersebut memperlihatkan perkembangan kepercayaan diri, kedisiplinan, dan karakter siswa setelah memperoleh kesempatan pendidikan.
“Kebanggaan kami sederhana, ketika mereka (siswa) tampil dengan percaya diri, kembali bisa membaca, kembali mengenal bangku sekolah,” kata Gus Ipul.
Kemensos Temukan Lebih dari 180 Ribu Anak Usia Sekolah Sudah Bekerja
Gus Ipul menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat berawal dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan kemiskinan yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Program tersebut memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan kesempatan ekonomi.
Menurut Gus Ipul, Presiden Prabowo menekankan pentingnya membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga miskin agar memiliki masa depan yang lebih baik.
“Kalau bapaknya pemulung, anaknya tidak boleh jadi pemulung. Kalau bapaknya tukang becak, anaknya tidak perlu harus jadi tukang becak,” ungkap Gus Ipul mengutip arahan Presiden Prabowo.
Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak menerapkan sistem pendaftaran terbuka, melainkan melakukan penjangkauan langsung terhadap keluarga sasaran.
Proses tersebut dilakukan berdasarkan data sosial ekonomi masyarakat dengan melibatkan pendamping sosial yang mendatangi rumah keluarga kurang mampu.
Penjangkauan dilakukan dari pintu ke pintu di 497 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia untuk menemukan anak-anak yang mengalami hambatan pendidikan akibat kondisi ekonomi.
Dari proses tersebut, Kemensos menemukan lebih dari 180.000 anak usia sekolah telah bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
Temuan itu menjadi salah satu dasar pentingnya penyelenggaraan pendidikan yang disertai pengasuhan dan dukungan kesejahteraan keluarga.
Empat dari Sepuluh Siswa Miliki Bakat Sains dan Teknologi
Setelah berhasil dijangkau, calon siswa Sekolah Rakyat menjalani sejumlah tahapan persiapan sebelum mengikuti kegiatan pendidikan.
Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, pemulihan psikologis, matrikulasi atau penyesuaian kemampuan belajar, serta pemetaan bakat menggunakan metode Talent DNA.
Pemeriksaan kesehatan dan pemulihan psikologis dilakukan untuk mempersiapkan kondisi siswa, sedangkan matrikulasi bertujuan menyesuaikan kemampuan akademik mereka.
Sementara itu, pemetaan bakat digunakan untuk mengidentifikasi minat dan potensi masing-masing anak agar proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan perkembangannya.
Berdasarkan hasil pemetaan terhadap 11.000 anak, ditemukan bahwa empat dari setiap sepuluh anak memiliki bakat kuat dalam bidang sains dan teknologi.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat didukung hampir 5.000 guru, sekitar 7.000 wali asuh, dan lebih dari 2.000 wali asrama.
Para tenaga pendidik dan pengasuh tersebut bertugas mendampingi siswa dalam kegiatan pembelajaran, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kehidupan sehari-hari.
Sistem pendidikan Sekolah Rakyat diarahkan untuk menghasilkan tiga perubahan utama, yakni peningkatan kondisi fisik melalui gizi dan kesehatan, pembentukan mental dan karakter, serta penguatan kemampuan akademik.
“Mereka bukan sekedar pendidik dan pengasuh. Mereka adalah ayah dan ibu kedua bagi anak-anak,” ujar Gus Ipul memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik dan pengasuh.
Sekolah Rakyat Capai 182 Lokasi dengan 44 Ribu Siswa
Dari sisi pengembangan infrastruktur, Kemensos terus memperluas penyelenggaraan Sekolah Rakyat melalui pembangunan fasilitas pendidikan permanen dan pengoperasian sekolah rintisan.
Pemerintah merencanakan pembangunan 100 titik Sekolah Rakyat Permanen sebagai fasilitas pendidikan jangka panjang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 titik telah beroperasi, sedangkan tujuh titik lainnya masih dalam proses pembangunan.
Selain itu, terdapat 82 titik Sekolah Rakyat Rintisan yang turut melayani kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dengan keberadaan sekolah permanen dan rintisan, jumlah keseluruhan lokasi penyelenggaraan program dilaporkan mencapai 182 titik dengan sekitar 44.000 siswa penerima layanan pendidikan.
Meski baru berjalan selama satu tahun, siswa Sekolah Rakyat telah mencatatkan sejumlah prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Berdasarkan data Kemensos, siswa Sekolah Rakyat telah meraih 11 prestasi internasional dan lebih dari 200 prestasi nasional.
Selain itu, lebih dari 1.100 siswa tercatat memiliki prestasi dalam bidang olahraga, seni, dan sains.
Kemensos juga memastikan adanya pendampingan bagi lulusan Sekolah Rakyat agar dapat melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja sesuai minat dan kemampuan.
Dari lulusan tingkat SMA tahun ini, sebanyak 12 siswa telah memperoleh kepastian kelanjutan pendidikan maupun pekerjaan.
Sebanyak tujuh siswa diterima di perguruan tinggi dengan beasiswa penuh, sementara lima siswa lainnya langsung memperoleh pekerjaan sesuai minat dan bakat.
Lebih dari 10 Ribu Rumah Keluarga Siswa Dapat Bantuan Perbaikan
Program Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Kemensos memastikan seluruh keluarga siswa Sekolah Rakyat memperoleh bantuan sosial secara lengkap untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar.
Dalam bidang perumahan, lebih dari 10.000 rumah milik orang tua siswa telah mendapatkan bantuan perbaikan melalui program bedah rumah.
Selain itu, lebih dari 11.000 orang tua siswa menerima bantuan modal usaha untuk mendukung kegiatan ekonomi keluarga.
Sebanyak lebih dari 9.000 orang tua siswa juga memperoleh layanan rehabilitasi sosial melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).
Berbagai bantuan tersebut merupakan bagian dari pendekatan pemerintah dalam menangani kemiskinan melalui pendidikan anak sekaligus pemberdayaan keluarga.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan kesempatan pendidikan dan kondisi ekonomi keluarga agar kemiskinan tidak terus berlanjut antargenerasi.
Gubernur Sulsel Apresiasi Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pembangunan serta pelaksanaan Sekolah Rakyat.
Menurut Andi Sudirman, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan membutuhkan anggaran yang besar sehingga memerlukan dukungan berbagai pihak.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan program tersebut guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Maka kami apresiasi, atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, selaku Gubernur, mengucapkan terima kasih, Kepada Pak Presiden Prabowo Subianto, beserta seluruh jajaran yang telah menginisiasi, melaksanakan program ini, untuk generasi emas kita 2045,” ujar Andi Sudirman.
Peringatan satu tahun Sekolah Rakyat turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan.
Hadir pula Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, pendiri ESQ Corporation Ary Ginanjar Agustian, serta Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Meutia Farida Hatta Swasono.
Dari jajaran Kemensos, kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Hasan Chabibie, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih.
Pemerintah menargetkan program Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan pendidikan, pengasuhan, pengembangan bakat, serta dukungan kesejahteraan bagi keluarga kurang mampu.
- Penulis :
- Arian Mesa




