
Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma menggelar resepsi diplomatik bertema persahabatan Sumatera Utara dan Venesia untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Wisma Duta, Roma, Italia, Selasa (27/10/2026).
Resepsi bertema "From North Sumatera to Venezia: A Journey of Friendship" tersebut menjadi sarana diplomasi budaya sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Italia.
Kegiatan ini juga mengangkat Paviliun Indonesia dalam Venice Biennale 2026 bertajuk "Printing the Unprinted" sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia di tingkat internasional.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang, menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Italia memiliki kedekatan yang dibangun melalui sejarah, budaya, serta kerja sama antarmasyarakat.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah Italia, perwakilan diplomatik negara sahabat, diaspora Indonesia, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
KBRI Roma Promosikan Budaya Sumatera Utara melalui Venice Biennale 2026
KBRI Roma mengusung tema yang menghubungkan Sumatera Utara dengan Venesia sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
Tema tersebut terinspirasi dari Paviliun Indonesia pada Venice Biennale 2026 yang mengangkat perjalanan imajinatif mengenai perjumpaan dan pertukaran budaya dari Sumatera Utara hingga Venesia.
Melalui pendekatan diplomasi budaya atau soft power, Indonesia memperkenalkan nilai sejarah, tradisi, dan hubungan antarmasyarakat kepada publik internasional.
Dubes Junimart Girsang menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada para tamu yang menghadiri resepsi tersebut.
Dalam sambutannya, Junimart menyoroti kesamaan karakter masyarakat Sumatera Utara dan Venesia yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan maritim.
“Dengan mempertemukan Sumatera Utara dan Venesia, kita merayakan kisah dua masyarakat maritim yang sama-sama dibentuk oleh air, diperkaya oleh tradisi, serta dipersatukan oleh semangat keterbukaan dan persaudaraan,” kata Junimart.
Tema tersebut sekaligus menjadi penghubung antara promosi budaya dan penguatan persahabatan Indonesia dengan Italia.
Pejabat Italia Soroti Sejarah Hubungan Dagang Kedua Negara
Resepsi diplomatik tersebut dihadiri Wakil Menteri Enterprise and Made in Italy, Valentino Valentini, sebagai tamu kehormatan.
Hadir pula Ketua ASEAN Committee in Rome (ACR) yang juga menjabat sebagai Duta Besar Vietnam untuk Italia, sejumlah duta besar negara sahabat, dan pejabat Italia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar turut menghadiri acara tersebut di sela kunjungannya ke Roma untuk mengikuti Pertemuan Internasional untuk Perdamaian Sant’Egidio.
Dalam kesempatan itu, Valentino menyoroti sejarah panjang hubungan perdagangan dan budaya antara Indonesia dan Italia.
Ia mengaitkan hubungan tersebut dengan perjalanan pelayaran Marco Polo serta perkembangan Venesia sebagai pusat perdagangan.
Menurut Valentino, kemakmuran Venesia terbentuk melalui keterbukaan pelabuhannya terhadap hubungan perdagangan dengan berbagai wilayah dunia.
Ia juga menekankan pentingnya hubungan antarmasyarakat atau people-to-people contacts sebagai dasar membangun kerja sama yang berkelanjutan.
Hubungan tersebut dinilai menjadi landasan penting sebelum kerja sama formal melalui kontrak dan kesepakatan bisnis dilakukan.
Perdagangan Indonesia-Italia Naik 16 Persen, Investasi Tumbuh 17 Persen
Hubungan bilateral Indonesia dan Italia juga menunjukkan perkembangan di sektor ekonomi.
Berdasarkan keterangan KBRI Roma, nilai perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain perdagangan, investasi Italia di Indonesia juga mencatat pertumbuhan sebesar 17 persen.
Pertumbuhan tersebut menempatkan Italia sebagai investor terbesar keempat dari Uni Eropa di Indonesia.
Peningkatan perdagangan dan investasi menjadi salah satu indikator penguatan hubungan ekonomi kedua negara.
KBRI Roma menyebut hubungan Indonesia dan Italia semakin strategis karena adanya kepercayaan antara pemerintah serta masyarakat kedua negara.
Kepercayaan tersebut turut mendukung perluasan kerja sama di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, budaya, dan pertahanan.
Indonesia dan Italia Perkuat Kerja Sama Pertahanan melalui Kapal Perang
Selain hubungan ekonomi, kerja sama strategis Indonesia dan Italia juga berlangsung di sektor pertahanan.
Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah pengadaan dua fregat kelas PPA buatan perusahaan galangan kapal Italia, Fincantieri.
Kedua kapal tersebut adalah KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Kerja sama pertahanan juga mencakup kapal Giuseppe Garibaldi yang disebut telah memperkuat armada Indonesia dengan nama KRI Sriwijaya-100.
Kehadiran kapal-kapal tersebut menjadi bagian dari hubungan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Italia.
Sektor pertahanan melengkapi hubungan bilateral kedua negara yang sebelumnya telah berkembang melalui perdagangan, investasi, dan pertukaran budaya.
Dubes Junimart Berikan Penghargaan kepada Profesor Antonia Soriente
Dalam rangkaian resepsi diplomatik, Dubes Junimart Girsang turut memberikan penghargaan kepada Profesor Antonia Soriente.
Soriente merupakan guru besar Bahasa dan Sastra Indonesia di Università di Napoli L’Orientale, Italia.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat Italia.
Selama lebih dari dua dekade, Soriente aktif mengembangkan pengajaran, penerjemahan, dan penelitian mengenai Bahasa Indonesia.
Ia juga berperan dalam membina generasi muda Italia agar semakin mengenal Indonesia melalui pendidikan dan kajian akademik.
Università di Napoli L’Orientale disebut sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Italia yang memiliki pusat studi dan jurusan Bahasa Indonesia.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi salah satu bagian dari resepsi diplomatik yang menekankan pentingnya hubungan antarmasyarakat dalam memperkuat persahabatan Indonesia dan Italia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




