HOME  ⁄  Nasional

Wamen Stella Dorong Pemetaan Pekerjaan Hijau, Kampus dan Industri Diminta Bersinergi Ciptakan Lapangan Kerja

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamen Stella Dorong Pemetaan Pekerjaan Hijau, Kampus dan Industri Diminta Bersinergi Ciptakan Lapangan Kerja
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong pemetaan kebutuhan tenaga kerja di sektor pekerjaan hijau atau green jobs secara terukur melalui penguatan pendidikan tinggi, penelitian, dan kolaborasi dengan dunia industri.

Langkah tersebut bertujuan mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja, menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha, serta mempersiapkan generasi muda memasuki sektor pekerjaan ramah lingkungan.

Stella menilai pengembangan pekerjaan hijau harus didukung kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi agar mampu menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.

"Bagaimana yang green itu bisa menjadi suatu bisnis dan setelah ada perputaran ekonomi, ini akan menyerap tenaga kerja. Kalau sudah menyerap tenaga kerja dan berperan dalam perekonomian, pemerintah daerah pasti akan semangat," kata Stella dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Stella Dorong Pengembangan Bisnis Hijau Berbasis Potensi Daerah

Stella mengatakan penciptaan lapangan kerja ramah lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan gagasan atau hasil penelitian.

Menurutnya, pengembangan sektor tersebut perlu diarahkan menjadi kegiatan bisnis yang menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi, pelaku industri, dan pemerintah daerah dalam mengidentifikasi potensi ekonomi hijau di setiap wilayah.

Salah satu gagasan yang dibahas adalah pembentukan Green Business Academy melalui perguruan tinggi.

Program tersebut dapat melibatkan dosen, peneliti, pelaku industri, dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi peluang usaha berkelanjutan.

Materi pembelajaran juga dapat disesuaikan dengan karakteristik dan potensi daerah agar pengetahuan dari perguruan tinggi dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan setempat.

Perguruan Tinggi Diminta Hubungkan Riset dengan Kebutuhan Industri

Stella menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antara kegiatan penelitian di perguruan tinggi dan persoalan nyata yang dihadapi dunia usaha.

Ia mengusulkan penerapan mekanisme push and pull untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kemampuan penelitian dan inovasi kampus.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan dapat menyampaikan persoalan yang membutuhkan solusi kepada perguruan tinggi.

Selanjutnya, dosen dan peneliti dapat mengembangkan penelitian berdasarkan kompetensi yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan tersebut.

"Pendekatan ini membuka ruang bagi penelitian untuk menjawab kebutuhan nyata industri, sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan peneliti yang memiliki kompetensi sesuai," ujarnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuat hasil penelitian tidak hanya berhenti pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha dan masyarakat.

Pemerintah Didorong Susun Panduan Karier Pekerjaan Hijau

Selain memperkuat hubungan kampus dan industri, Stella mengusulkan penyusunan panduan jalur karier menuju pekerjaan ramah lingkungan.

Panduan tersebut ditujukan untuk membantu generasi muda memahami jenis pekerjaan yang tersedia dalam sektor ekonomi hijau.

Pemetaan juga perlu mencakup keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Stella menilai penting untuk mengidentifikasi bidang pekerjaan yang memiliki permintaan tenaga kerja tinggi, tetapi masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia terampil.

Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam menyesuaikan program pendidikan dan pengembangan keterampilan mahasiswa.

Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kemampuan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri ramah lingkungan.

Kolaborasi Lintas Sektor Diharapkan Buka Peluang Kerja Baru

Stella menekankan bahwa pengembangan ekosistem pekerjaan hijau membutuhkan kerja sama berbagai pihak.

Pemerintah, perguruan tinggi, industri, peneliti, dan komunitas diharapkan dapat berkolaborasi untuk memperkuat inovasi dan kegiatan usaha berkelanjutan.

Pemetaan kebutuhan tenaga kerja menjadi salah satu langkah untuk memastikan pengembangan sektor tersebut berjalan sesuai kebutuhan pasar.

Sementara itu, penguatan bisnis ramah lingkungan diharapkan mampu membuka peluang pekerjaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, pengembangan green jobs diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026