
Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berencana menambah rumah adat Tidung dan Dayak di Anjungan Kaltara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, untuk memperkuat promosi kebudayaan, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta potensi investasi daerah.
Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang mengatakan kedua rumah adat tersebut akan dibangun dalam satu kawasan terpadu bersama rumah adat Bulungan yang telah tersedia.
Rencana pengembangan tersebut mendapat dukungan manajemen TMII setelah Zainal melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama TMII Ratri Paramita di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
“Pengembangan ini direncanakan menjadi satu kawasan terpadu bersama rumah adat Bulungan yang telah tersedia, sekaligus memperkuat fungsi anjungan sebagai pusat promosi seni, budaya, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta potensi investasi daerah,” ujar Zainal dalam keterangannya di Tanjung Selor, Kamis (29/10/2026).
TMII Dukung Penyediaan Lahan untuk Dua Rumah Adat Baru
Zainal menjelaskan bahwa manajemen TMII telah menyatakan dukungan terhadap rencana perluasan Anjungan Kaltara.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan lahan untuk pembangunan rumah adat Tidung dan Dayak.
"Manajemen TMII menyepakati dan mendukung penuh penyediaan lahan untuk rencana pengembangan Anjungan Kaltara, termasuk penambahan dua rumah adat Tidung dan adat Dayak dalam satu kawasan terpadu bersama rumah adat Bulungan yang sudah ada," kata Zainal.
Menurutnya, pembangunan tersebut bukan sekadar menambah fasilitas fisik, tetapi juga memperkuat representasi identitas masyarakat Kalimantan Utara di ibu kota.
Keberadaan tiga rumah adat dalam satu kawasan diharapkan dapat memperkenalkan keberagaman tradisi masyarakat Kaltara kepada pengunjung TMII.
Anjungan Kaltara Disiapkan Jadi Pusat Promosi Budaya dan UMKM
Selain memperkenalkan rumah adat, Pemprov Kaltara ingin mengoptimalkan fungsi anjungan sebagai ruang promosi berbagai potensi daerah.
Zainal menargetkan penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya dapat semakin aktif dilakukan di Anjungan Kaltara.
Pemerintah provinsi juga berencana memperbanyak pameran produk UMKM untuk memperkenalkan hasil usaha masyarakat kepada pengunjung.
Koleksi benda seni, sejarah, dan budaya Kalimantan Utara turut menjadi perhatian dalam pengembangan kawasan tersebut.
“Kami ingin anjungan ini semakin aktif dengan berbagai kegiatan promosi. Produk UMKM dan koleksi seni, sejarah, serta budaya Kaltara juga perlu diperbanyak agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Pemprov Kaltara Libatkan Pemerintah Daerah dan Diaspora
Rencana pengembangan Anjungan Kaltara akan ditindaklanjuti melalui koordinasi Badan Penghubung Kaltara dengan perangkat daerah terkait.
Pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Utara juga akan dilibatkan dalam pengembangan serta pengisian kegiatan anjungan.
Selain itu, Pemprov Kaltara berencana menggandeng masyarakat diaspora Kalimantan Utara yang berada di Jakarta.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kegiatan promosi seni, budaya, produk UMKM, dan peluang investasi daerah.
Melalui penambahan rumah adat Tidung dan Dayak, Anjungan Kaltara di TMII diharapkan dapat menjadi sarana pengenalan kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi Kalimantan Utara kepada masyarakat luas.
- Penulis :
- Aditya Yohan




