HOME  ⁄  Nasional

RSCM Luncurkan CAREs untuk Tangani Penyakit Kornea, 444 Pasien Masih Menunggu Donor Mata

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

RSCM Luncurkan CAREs untuk Tangani Penyakit Kornea, 444 Pasien Masih Menunggu Donor Mata
Foto: (Sumber :Arsip - Direktur Utama RSCM Supriyanto (kiri) ditemui usai penandatanganan kerja sama wisata medis di Jakarta, Jumat (30/1/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.)

Pantau - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) resmi meluncurkan RSCM Center for Cornea and Ocular Surface Restoration (CAREs) untuk memperluas akses layanan terpadu bagi pasien penyakit kornea dan gangguan permukaan mata kompleks dari seluruh Indonesia.

Peluncuran layanan tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026 dan dua tahun berdirinya Bank Mata RSCM.

Direktur Utama RSCM Supriyanto mengatakan fasilitas tersebut mengintegrasikan transplantasi kornea, restorasi permukaan mata, bedah refraktif berbasis laser, serta layanan Bank Mata RSCM.

Pengembangan layanan ini dilakukan di tengah tingginya kebutuhan transplantasi kornea yang belum diimbangi ketersediaan jaringan donor.

"Pengembangan layanan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan penanganan kebutaan akibat kelainan kornea yang masih dapat dipulihkan melalui transplantasi, tetapi terkendala keterbatasan jaringan donor," kata Supriyanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Sebanyak 444 Pasien RSCM Masih Menunggu Donor Kornea

Berdasarkan data RSCM hingga Oktober 2026, sebanyak 444 pasien masih berada dalam daftar tunggu transplantasi kornea.

Lebih dari separuh pasien tersebut bahkan telah menunggu lebih dari satu tahun untuk mendapatkan jaringan donor.

RSCM mengungkapkan sebagian besar jaringan kornea yang digunakan untuk tindakan transplantasi masih didatangkan dari luar negeri.

Kondisi tersebut mendorong rumah sakit memperkuat sistem donasi kornea nasional, mulai dari edukasi masyarakat hingga distribusi jaringan kepada pasien.

Melalui RSCM CAREs, seluruh tahapan donasi dan transplantasi dihubungkan dalam satu sistem pelayanan yang terintegrasi.

“Kornea tidak bisa dibuat, hanya bisa diberikan. RSCM CAREs memastikan setiap pemberian itu sampai dengan aman kepada pasien yang menunggu, dari konseling keluarga sampai operasi,” ujar Supriyanto.

Bank Mata RSCM Latih 52 Perawat dan Tujuh Pekerja Sosial

Bank Mata RSCM mulai dikembangkan pada Oktober 2024 dan memperoleh izin penyelenggaraan dari Kementerian Kesehatan pada April 2026.

Dalam pengembangan layanan tersebut, RSCM telah melatih 52 perawat dan tujuh pekerja sosial sebagai konselor donasi kornea.

Rumah sakit juga membangun laboratorium bank mata di RSCM Kirana serta menerapkan prosedur penelusuran jaringan kornea dari pendonor hingga penerima.

Selain itu, RSCM menjalin kerja sama dengan bank mata terakreditasi di luar negeri untuk membantu memenuhi kebutuhan transplantasi.

Seluruh proses konseling keluarga pendonor dilakukan oleh tenaga terlatih tanpa tekanan maupun pemberian imbalan.

Kepala Unit Bank Mata RSCM Rina La Distia Nora menekankan bahwa penguatan fasilitas harus disertai peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donasi kornea.

“Dalam dua tahun kami membangun sistemnya: konselor, laboratorium, dan prosedur yang dapat ditelusuri. Yang masih kurang adalah pendonor. Satu niat yang dicatat hari ini dapat mengembalikan penglihatan dua orang,” katanya.

RSCM Ajak Masyarakat Jadi Pendonor Kornea

Melalui kampanye bertema "Satu Niat, Dua Penglihatan", RSCM mengajak masyarakat mencatatkan keinginan untuk menjadi pendonor kornea.

Masyarakat juga dianjurkan menyampaikan niat tersebut kepada keluarga agar keputusan mereka dapat dipahami dan dipertimbangkan ketika waktunya tiba.

Pencatatan niat donor kornea tidak dipungut biaya, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan keluarga.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi atau mencatatkan niat donor dapat mendatangi Bank Mata RSCM di RSCM Kirana, Jalan Kimia Nomor 8, Jakarta Pusat.

Informasi mengenai donasi kornea juga dapat diperoleh melalui nomor siaga 0852 9000 6100.

RSCM CAREs Tangani Infeksi hingga Trauma Kornea

Selain transplantasi, RSCM CAREs menyediakan penanganan berbagai penyakit kornea dan kelainan penglihatan yang membutuhkan tindakan khusus.

Layanan tersebut mencakup penanganan infeksi kornea, cedera akibat bahan kimia, serta rekonstruksi kornea setelah trauma.

Transplantasi juga dilakukan untuk menangani kelainan kornea bawaan, penyakit degeneratif, dan komplikasi setelah operasi katarak.

RSCM CAREs turut menyediakan restorasi permukaan mata bagi pasien dengan penyakit peradangan kronis, termasuk sindrom Stevens-Johnson, pemfigoid sikatrisial okular, dan alergi berat.

Salah satu pasien yang telah menjalani transplantasi kornea di RSCM adalah Heru Baskoro, putra pahlawan nasional Sayuti Melik.

Heru sebelumnya mengalami gangguan penglihatan berat, tetapi menunjukkan peningkatan ketajaman penglihatan yang signifikan setelah menjalani operasi.

Penanganan tersebut melibatkan kolaborasi layanan kornea, bedah refraktif, dan fasilitas Bank Mata RSCM.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026