HOME  ⁄  Nasional

Mendag Budi Santoso Ajak Amerika Serikat Perkuat Perdagangan dan Investasi, Surplus Indonesia Capai 12,47 Miliar Dolar AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mendag Budi Santoso Ajak Amerika Serikat Perkuat Perdagangan dan Investasi, Surplus Indonesia Capai 12,47 Miliar Dolar AS
Foto: (Sumber :Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan pertemuan dengan Presiden sekaligus CEO US-ABC, Duta Besar Brian D. McFeeters di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (28/10/2026). ANTARA/HO-Kemendag.)

Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak pelaku usaha Amerika Serikat (AS) memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan Indonesia, seiring tercatatnya surplus perdagangan Indonesia terhadap AS sebesar 12,47 miliar dolar AS sepanjang Januari–Agustus 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Budi saat bertemu Presiden sekaligus CEO United States-ASEAN Business Council (US-ABC), Duta Besar Brian D. McFeeters, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Budi menegaskan bahwa Amerika Serikat merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia sekaligus negara penyumbang surplus terbesar bagi neraca perdagangan nasional.

"Indonesia menyambut baik berbagai upaya peningkatan perdagangan dunia usaha kedua negara. Kami mengajak AS untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Indonesia Catat Surplus Perdagangan 12,47 Miliar Dolar AS

Kementerian Perdagangan mencatat total nilai perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai 32,34 miliar dolar AS.

Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke AS tercatat sebesar 22,40 miliar dolar AS.

Sementara itu, impor Indonesia dari AS mencapai 9,94 miliar dolar AS.

Dengan capaian tersebut, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 12,47 miliar dolar AS terhadap Amerika Serikat.

Pada 2025, total perdagangan kedua negara tercatat mencapai 43,87 miliar dolar AS.

Nilai ekspor Indonesia ke AS sepanjang 2025 mencapai 30,95 miliar dolar AS, sedangkan impor dari AS sebesar 12,92 miliar dolar AS.

Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 18,02 miliar dolar AS pada tahun tersebut.

Perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat juga menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 3,11 persen dalam periode 2021–2025.

US-ABC Bawa Perusahaan Teknologi hingga Industri Penerbangan

Dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan, US-ABC menghadirkan perwakilan perusahaan Amerika Serikat dari berbagai sektor industri.

Perusahaan yang hadir antara lain bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi, jasa konsultasi bisnis, penerbangan, serta industri kedirgantaraan.

Para perwakilan perusahaan menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan mengenai hubungan perdagangan kedua negara.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang pengembangan kerja sama bisnis dan investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Budi menyambut baik peran US-ABC dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah Indonesia dan pelaku usaha AS.

Perkembangan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Ikut Dibahas

Selain peluang investasi, pertemuan tersebut membahas perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian perdagangan timbal balik.

Pembahasan juga mencakup peluang peningkatan kerja sama untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

Kementerian Perdagangan memandang keterlibatan dunia usaha Amerika Serikat sebagai bagian penting dalam memperluas hubungan ekonomi bilateral.

Sementara itu, Brian D. McFeeters menyampaikan kesiapan US-ABC untuk mendukung pencapaian target ekonomi Indonesia.

US-ABC juga menyatakan kesediaannya memberikan rekomendasi yang dapat membantu meningkatkan kinerja perekonomian nasional.

"Kami memiliki minat yang besar terhadap Indonesia dan ingin turut berkontribusi terhadap keberhasilan pencapaian tujuan ekonomi serta pertumbuhan Indonesia. Meski ketidakpastian global belum akan berakhir dalam waktu dekat, kami berupaya untuk menghadirkan kesinambungan dan membangun kemitraan yang lebih dapat diandalkan dengan Indonesia," ujar Dubes McFeeters.

Mesin Listrik dan Alas Kaki Jadi Komoditas Ekspor Utama

Sejumlah komoditas menjadi penopang ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat.

Produk ekspor utama tersebut meliputi mesin dan peralatan listrik, barang rajutan, alas kaki, pakaian jadi bukan rajutan, serta lemak dan minyak hewan maupun nabati.

Sementara itu, produk yang banyak diimpor Indonesia dari Amerika Serikat mencakup mesin dan pesawat mekanik, biji-bijian berminyak, serta mesin dan peralatan listrik.

Indonesia juga mengimpor ampas dan sisa industri makanan serta bahan bakar mineral dari Amerika Serikat.

Melalui penguatan komunikasi dengan US-ABC, pemerintah Indonesia berupaya memperluas peluang perdagangan dan investasi sekaligus menjaga kesinambungan hubungan ekonomi kedua negara.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026