HOME  ⁄  Nasional

WFP Peringatkan Krisis Pangan Haiti Bisa Pecahkan Rekor pada 2027, Sebanyak 6,35 Juta Warga Terancam Kelaparan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

WFP Peringatkan Krisis Pangan Haiti Bisa Pecahkan Rekor pada 2027, Sebanyak 6,35 Juta Warga Terancam Kelaparan
Foto: (Sumber :Para perwakilan memberikan suara pada rancangan resolusi untuk memperpanjang mandat Pasukan Penindakan Geng (GSF) di Haiti selama enam bulan saat rapat Dewan Keamanan di markas PBB di New York, Amerika Serikat (29/9/2026). ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Rick Bajornas/aa.)

Pantau - Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa jumlah penduduk Haiti yang mengalami kerawanan pangan akut berpotensi mencapai rekor 6,35 juta orang pada periode Maret hingga Juni 2027 akibat meningkatnya kekerasan, ketidakstabilan ekonomi, gagal panen, dan pengungsian paksa.

Peringatan tersebut disampaikan WFP pada Rabu (28/10/2026), berdasarkan hasil analisis terbaru Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) mengenai kondisi ketahanan pangan di Haiti.

Jumlah warga yang diperkirakan mengalami kerawanan pangan akut tersebut meningkat lebih dari 500 ribu orang dibandingkan periode yang sama pada 2026.

WFP menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ancaman memburuknya kondisi ketahanan pangan di Haiti semakin nyata.

WFP Prediksi 6,35 Juta Warga Haiti Alami Kerawanan Pangan Akut

WFP mengungkapkan bahwa krisis pangan di Haiti diperkirakan semakin memburuk pada 2027 apabila berbagai faktor penyebabnya terus berlanjut.

Berdasarkan analisis IPC, jumlah penduduk yang menghadapi kesulitan serius dalam memenuhi kebutuhan pangan diproyeksikan mencapai 6,35 juta orang pada Maret hingga Juni tahun depan.

"Berdasarkan analisis terbaru dari Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC), sebanyak 6,35 juta orang diperkirakan akan mengalami kerawanan pangan akut pada periode Maret hingga Juni 2027. Jumlah ini meningkat lebih dari setengah juta orang dibanding periode yang sama pada 2026," demikian pernyataan WFP.

Badan pangan PBB tersebut sebelumnya telah memperingatkan bahwa berbagai kemajuan dalam memperkuat ketahanan pangan Haiti berada dalam ancaman.

Menurut WFP, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa risiko yang telah diperingatkan tersebut mulai menjadi kenyataan.

Peningkatan jumlah warga yang mengalami kerawanan pangan akut mencerminkan semakin beratnya tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Haiti.

Kekerasan dan Gagal Panen Perburuk Krisis Kelaparan di Haiti

WFP mengidentifikasi sejumlah faktor utama yang menyebabkan memburuknya ketahanan pangan di Haiti.

Faktor tersebut meliputi kekerasan yang terus berlangsung, ketidakstabilan ekonomi, kegagalan panen, serta meningkatnya jumlah penduduk yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Selain itu, dampak fenomena iklim El Nino turut menjadi faktor yang memperburuk kondisi ketahanan pangan di negara tersebut.

Kekerasan dan ketidakstabilan yang terjadi menyebabkan sebagian masyarakat menghadapi kesulitan dalam memperoleh kebutuhan pangan sehari-hari.

WFP menyebutkan bahwa lebih dari 1,5 juta warga Haiti telah terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Penduduk yang tinggal di wilayah yang dikuasai kelompok bersenjata menjadi salah satu kelompok yang menghadapi risiko kerawanan pangan paling tinggi.

Selain itu, warga yang berada di lokasi pengungsian juga termasuk kelompok yang paling rentan terhadap memburuknya kondisi pangan.

Situasi tersebut menambah tantangan bagi pemerintah Haiti dan lembaga kemanusiaan internasional dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

WFP Butuhkan Dana Rp1,41 Triliun untuk Lanjutkan Bantuan Pangan

Di tengah meningkatnya ancaman kelaparan, WFP bersama pemerintah Haiti terus menjalankan program bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sejak awal 2026, kedua pihak telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 2,6 juta orang.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi dampak krisis pangan terhadap masyarakat yang menghadapi kondisi paling rentan.

Namun, WFP menyatakan masih membutuhkan dukungan pendanaan untuk memastikan operasi kemanusiaan dapat terus berjalan.

Badan PBB tersebut memperkirakan kebutuhan dana mencapai 78 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,41 triliun untuk melanjutkan kegiatan bantuan hingga Maret 2027.

Kebutuhan pendanaan tersebut muncul ketika jumlah warga yang diproyeksikan mengalami kerawanan pangan akut terus meningkat.

WFP memperingatkan bahwa memburuknya kondisi keamanan, ekonomi, dan iklim berpotensi semakin memperberat krisis pangan yang dihadapi masyarakat Haiti pada tahun mendatang.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026