HOME  ⁄  Nasional

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026, Pasokan Pupuk dan Industri Diperkuat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026, Pasokan Pupuk dan Industri Diperkuat
Foto: Seorang petugas menggunakan forklift mengatur pupuk di salah satu gudang pupuk PT Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (sumber: Petrokimia Gresik)

Pantau - PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), mencatatkan total produksi pupuk dan nonpupuk mencapai 6,59 juta ton hingga September 2026 untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian dan industri nasional.

Dari total produksi tersebut, lebih dari 4 juta ton merupakan produk pupuk yang diperuntukkan bagi kebutuhan petani dan peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Sementara itu, produksi bahan kimia dasar dan produk nonpupuk mencapai hampir 2,5 juta ton untuk menunjang berbagai kegiatan industri di Indonesia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga produktivitas sekaligus mendukung dua sektor strategis nasional.

"Capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga produktivitas untuk mendukung dua sektor strategis nasional, yakni pertanian dan industri," ujar Daconi.

Menurutnya, keberlanjutan produksi pupuk dan bahan kimia dasar memiliki peranan penting dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendukung aktivitas industri dan perekonomian nasional.

Petrokimia Gresik Perkuat Pasokan Pupuk dan Bahan Kimia Dasar

Daconi menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik memiliki peran dalam menyediakan pupuk untuk menunjang kegiatan budidaya pertanian sekaligus memasok bahan kimia dasar bagi kebutuhan industri.

Produksi pupuk yang mencapai lebih dari 4 juta ton hingga September 2026 menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan petani di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, produk nonpupuk dan bahan kimia dasar digunakan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan produksi di berbagai sektor industri nasional.

"Di sektor pertanian, kami berperan menyediakan pupuk untuk menunjang produktivitas petani. Sementara melalui produksi bahan kimia dasar dan nonpupuk, kami turut mendukung keberlangsungan berbagai aktivitas industri nasional," ujar Daconi.

Ia mengatakan capaian produksi tersebut tidak terlepas dari upaya perusahaan meningkatkan keandalan operasional, efisiensi, serta efektivitas proses produksi.

Petrokimia Gresik terus melakukan optimalisasi kemampuan pabrik untuk menjaga produktivitas dan memastikan fasilitas produksi mampu memenuhi kebutuhan pupuk maupun produk nonpupuk secara berkelanjutan.

Peningkatan kemampuan operasional juga dilakukan melalui pengembangan inovasi internal yang diarahkan untuk menekan kehilangan hasil produksi, meningkatkan kapasitas, serta mengurangi biaya operasional.

Inovasi GIO FILTER 1B Tingkatkan Produksi Amoniak dan Hemat Rp9,5 Miliar

Salah satu inovasi yang dikembangkan Petrokimia Gresik adalah GIO FILTER 1B yang diterapkan di Pabrik Amoniak 1B untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi.

Melalui penerapan inovasi tersebut, perusahaan berhasil menekan kehilangan potensi produksi atau loss product amoniak dari sebelumnya 13.409,21 ton menjadi nol pada unit yang ditangani.

Selain mengurangi kehilangan potensi produksi, GIO FILTER 1B juga mampu meningkatkan kapasitas produksi harian amoniak dari sebelumnya 1.970,21 ton menjadi 2.000 ton per hari.

Peningkatan tersebut menghasilkan tambahan produksi sebesar 29,79 ton amoniak per hari dibandingkan kondisi sebelum penerapan inovasi.

Dari sisi keuangan, inovasi GIO FILTER 1B juga dilaporkan menghasilkan efisiensi biaya mencapai Rp9,5 miliar.

Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan penggunaan sumber daya sekaligus meningkatkan produktivitas fasilitas produksi.

Petrokimia Gresik terus mendorong pengembangan inovasi operasional untuk menjaga kemampuan produksi dan mendukung pemenuhan kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Petrokimia Gresik Siapkan Pasokan Pupuk untuk Musim Tanam Oktober 2026–Maret 2027

Memasuki musim tanam periode Oktober 2026 hingga Maret 2027, Petrokimia Gresik memperkuat koordinasi bersama Pupuk Indonesia Grup untuk memastikan kesiapan produksi dan ketersediaan pupuk bagi petani.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyelaraskan kapasitas produksi, ketersediaan stok, serta kebutuhan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Perusahaan berupaya menjaga kesiapan fasilitas produksi dan stok pupuk agar kebutuhan petani selama musim tanam dapat terpenuhi.

Penguatan sinergi bersama Pupuk Indonesia Grup juga diarahkan untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi kepada petani yang berhak menerima sesuai dengan ketentuan berlaku.

"Memasuki musim tanam, ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting yang mendukung aktivitas petani," kata Daconi.

Menurutnya, ketersediaan pupuk secara berkelanjutan merupakan faktor pendukung produktivitas pertanian, terutama ketika petani memasuki periode musim tanam yang membutuhkan kesiapan sarana produksi.

Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga kemampuan produksi agar kebutuhan pupuk nasional dapat didukung melalui pasokan yang tersedia secara berkelanjutan.

Petrokimia Gresik Dorong Ketahanan Pangan dan Daya Saing Industri Nasional

Selain memperkuat pasokan pupuk, Petrokimia Gresik juga berupaya mempertahankan keberlanjutan produksi bahan kimia dasar dan produk nonpupuk untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri nasional.

Daconi menilai sektor pertanian yang produktif dan sektor industri yang berdaya saing sama-sama membutuhkan dukungan pasokan bahan baku serta produk yang tersedia secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, perusahaan terus meningkatkan kemampuan produksi melalui optimalisasi operasional pabrik, penguatan efisiensi, dan penerapan inovasi di berbagai fasilitas produksi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pupuk bagi petani dan pasokan bahan kimia dasar yang diperlukan dalam kegiatan industri.

Dengan total produksi mencapai 6,59 juta ton hingga September 2026, Petrokimia Gresik berupaya mempertahankan kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan serta keberlangsungan kegiatan industri nasional.

Perusahaan juga menegaskan bahwa peningkatan kemampuan produksi diharapkan memberikan manfaat bagi petani melalui ketersediaan pupuk sekaligus mendukung sektor industri melalui pasokan bahan kimia dasar dan produk nonpupuk yang berkelanjutan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026