HOME  ⁄  Nasional

DPRD DKI Jakarta Kawal Bantuan Tebus Ijazah Warga Kurang Mampu, Chicha Koeswoyo Dorong Sekolah Swasta Gratis

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

DPRD DKI Jakarta Kawal Bantuan Tebus Ijazah Warga Kurang Mampu, Chicha Koeswoyo Dorong Sekolah Swasta Gratis
Foto: Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Chicha Koeswoyo dalam kegiatan penyerahan ijazah tertunda di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis 29/10/2026 (sumber: ANTARA/HO-dok pribadi)

Pantau - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Chicha Koeswoyo menegaskan komitmennya untuk mengawal realisasi program bantuan penebusan ijazah yang masih tertahan bagi warga prasejahtera di Jakarta agar mereka memiliki kesempatan lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Program tersebut bertujuan membantu masyarakat kurang mampu yang tidak dapat mengambil ijazah akibat kendala biaya pendidikan sehingga dokumen kelulusan mereka dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan administrasi pekerjaan.

Chicha menilai pendampingan dan advokasi terhadap masyarakat penerima bantuan sangat diperlukan agar program pendidikan yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.

"Ijazah bukan sekadar selembar kertas, tetapi sebuah harapan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Advokasi terkait program ini perlu dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat kurang mampu," kata Chicha dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Chicha Koeswoyo Terima Banyak Permohonan Bantuan Penebusan Ijazah

Chicha menjelaskan bahwa ijazah merupakan salah satu dokumen penting yang dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi persyaratan administrasi ketika melamar pekerjaan.

Menurutnya, persoalan ijazah yang tertahan akibat keterbatasan biaya tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat menghambat kesempatan warga memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak.

Ia mengungkapkan bahwa bantuan penebusan ijazah merupakan salah satu program unggulan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Melalui program tersebut, Pemprov DKI Jakarta berupaya membantu masyarakat prasejahtera menyelesaikan persoalan administrasi pendidikan yang menghambat pengambilan ijazah.

Chicha mengaku telah menerima banyak permohonan bantuan dari warga yang belum dapat mengambil ijazah karena masih menghadapi kendala biaya.

Banyaknya permohonan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ijazah tertahan akibat keterbatasan ekonomi masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat Jakarta.

Oleh karena itu, Chicha menekankan pentingnya pendampingan langsung kepada warga agar persoalan pengambilan ijazah dapat segera ditangani melalui program bantuan yang tersedia.

Ia berharap masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh manfaat program tanpa terhambat proses administrasi maupun keterbatasan informasi.

DPRD DKI Dorong Perluasan Program Sekolah Swasta Gratis

Selain mengawal bantuan penebusan ijazah, Chicha meminta Pemprov DKI Jakarta terus memperluas cakupan program bantuan pendidikan bagi masyarakat dari berbagai kelompok ekonomi.

Menurutnya, bantuan pendidikan di Jakarta saat ini sudah cukup beragam dan mencakup berbagai jenjang pendidikan, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Meski demikian, ia menilai pengembangan kebijakan masih diperlukan agar semakin banyak masyarakat kurang mampu dapat mengakses pendidikan tanpa terbebani biaya.

Salah satu kebijakan yang secara khusus didorong Chicha adalah perluasan program sekolah swasta gratis untuk memberikan lebih banyak pilihan pendidikan kepada warga Jakarta.

"Bantuan pendidikan di Jakarta juga sudah cukup beragam, meliputi berbagai jenjang pendidikan, baik swasta maupun negeri. Ke depan, bantuan pendidikan ini harus diperluas jangkauannya, khususnya perluasan sekolah swasta gratis," ujar Chicha.

Chicha berharap perluasan bantuan pendidikan dapat mengurangi hambatan ekonomi yang selama ini dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan.

Baznas DKI Jakarta Didorong Bantu Penebusan Ijazah Warga

Chicha juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan berbagai lembaga sosial dalam merealisasikan bantuan penebusan ijazah bagi masyarakat prasejahtera.

Ia menjelaskan bahwa pembiayaan program tersebut dapat didukung melalui kolaborasi dengan lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta pemanfaatan dana sosial keagamaan lainnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu warga yang belum mampu menyelesaikan kewajiban biaya pendidikan sehingga ijazah mereka masih tertahan.

Chicha secara khusus menekankan pentingnya keterlibatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas/Bazis) Provinsi DKI Jakarta sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendukung realisasi bantuan.

"Kolaborasi dengan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting dalam merealisasikan bantuan tebus ijazah agar dapat dirasakan oleh warga yang membutuhkan," pungkas Chicha.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, lembaga pengelola dana sosial keagamaan, dan berbagai pihak terkait, Chicha berharap program penebusan ijazah dapat menjangkau lebih banyak warga yang mengalami kesulitan ekonomi.

Pengawalan program tersebut juga diharapkan dapat memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain membantu penyelesaian persoalan ijazah tertahan, Chicha terus mendorong perluasan sekolah swasta gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemerataan akses pendidikan di Jakarta.

Melalui kedua langkah tersebut, ia berharap masyarakat prasejahtera memiliki kesempatan lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan, memperoleh pekerjaan, dan meningkatkan taraf hidup.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026