HOME  ⁄  Nasional

Menkes Budi Gunadi Ingatkan Bahaya Konsumsi Gula Berlebih di Tengah Polemik Pemanis Beeru Stevia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Menkes Budi Gunadi Ingatkan Bahaya Konsumsi Gula Berlebih di Tengah Polemik Pemanis Beeru Stevia
Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Jumat 30/10/2026 (sumber: ANTARA/Mecca Yumna)

Pantau - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi gula maupun bahan pemanis pengganti secara berlebihan karena berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk diabetes, stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal.

Peringatan tersebut disampaikan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Jumat (30/10/2026), sebagai respons terhadap isu viral produk pemanis Beeru Stevia yang diduga mengandung pemanis sintetik yang tidak dicantumkan dalam label komposisi kemasan.

Menkes menegaskan bahwa masyarakat perlu memperhatikan jumlah gula yang dikonsumsi setiap hari untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asupan berlebihan.

"Memang gula ini kalau ketinggian bisa menyebabkan diabetes bisa kena stroke, bisa kena jantung, bisa kena masalah ginjal," kata Budi Gunadi Sadikin.

Menkes Ingatkan Risiko Gula dan Pemanis Buatan bagi Kesehatan

Budi menjelaskan bahwa konsumsi gula dalam jumlah berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, terutama jika berlangsung secara terus-menerus dalam jangka panjang.

Menurutnya, perhatian terhadap risiko kesehatan tidak hanya berlaku pada gula, tetapi juga terhadap bahan pemanis buatan yang digunakan sebagai pengganti dalam berbagai produk makanan dan minuman.

Menkes menyebut terdapat sejumlah jenis pemanis buatan yang tidak direkomendasikan sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam memilih produk pangan yang mengandung bahan pemanis tambahan.

Terkait keamanan dan ketentuan penggunaan pemanis buatan, Budi menegaskan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merupakan lembaga yang memiliki kewenangan serta pengetahuan lebih mendalam mengenai pengawasan bahan tambahan pangan.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kandungan gizi dalam produk makanan dan minuman yang beredar di pasaran.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kesepakatan penerapan sistem Nutri-level oleh Kementerian Kesehatan bersama BPOM dan sejumlah mitra dalam Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK).

Sistem Nutri-level dirancang sebagai sarana edukasi publik untuk memberikan informasi mengenai kadar gula, garam, dan lemak dalam produk pangan.

Melalui sistem tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memahami kandungan gizi makanan dan minuman sebelum menentukan pilihan konsumsi sehari-hari.

Beeru Stevia Viral Setelah Doktif Ungkap Dugaan Kandungan Pemanis Sintetik

Polemik mengenai produk Beeru Stevia mencuat setelah pemengaruh kesehatan yang dikenal sebagai Dokter Detektif atau Doktif membagikan hasil pengujian laboratorium independen terhadap produk pemanis tersebut.

Berdasarkan hasil pengujian yang dipublikasikan Doktif, sampel produk Beeru Stevia dilaporkan mengandung dua jenis pemanis sintetik, yakni sukralosa dan neotam.

Kedua bahan tersebut diduga tidak tercantum dalam daftar komposisi yang tertera pada label kemasan produk.

Selain dugaan kandungan pemanis sintetik, hasil pengujian laboratorium independen tersebut juga melaporkan adanya kandungan karbohidrat sebesar 47,21 persen dalam sampel yang diperiksa.

Pengujian yang sama turut mencatat kandungan energi total sebesar 188,84 kilokalori per 100 gram sampel produk Beeru Stevia.

Temuan tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara kandungan bahan dalam produk dengan informasi yang dicantumkan pada kemasannya.

Meski demikian, hasil pengujian yang dibagikan Doktif tersebut masih merupakan temuan laboratorium independen dan belum menjadi kesimpulan resmi dari BPOM.

Keberadaan pemanis sintetik dalam suatu produk juga tidak secara otomatis menunjukkan bahwa produk tersebut berbahaya karena aspek keamanan bergantung pada jenis bahan, jumlah penggunaan, serta ketentuan yang berlaku.

Beeru Hentikan Sementara Penjualan, BPOM Lakukan Penelusuran

Menanggapi polemik yang berkembang, pihak Beeru bersama perusahaan manufaktur yang memproduksi Beeru Stevia telah mengambil langkah dengan menghentikan sementara penjualan produk tersebut.

Penghentian penjualan dilakukan setelah munculnya dugaan kandungan pemanis sintetik yang tidak dicantumkan dalam label komposisi kemasan.

Sementara itu, BPOM menyatakan tengah melakukan penelusuran terhadap informasi yang beredar mengenai kandungan bahan dan pelabelan produk Beeru Stevia.

Penelusuran tersebut diperlukan untuk memastikan kebenaran hasil pengujian yang dipublikasikan sekaligus mengetahui apakah komposisi dan informasi pada kemasan telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Hasil pemeriksaan BPOM nantinya menjadi dasar untuk menentukan kesesuaian kandungan produk dengan standar keamanan pangan dan ketentuan pelabelan.

Di tengah proses penelusuran tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin kembali menekankan pentingnya membatasi konsumsi gula maupun bahan pemanis pengganti secara berlebihan.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan BPOM juga terus mendorong edukasi mengenai kandungan gizi pangan agar masyarakat dapat memilih produk makanan dan minuman dengan mempertimbangkan aspek kesehatan serta keamanan.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026