HOME  ⁄  Nasional

Penutur Bahasa Enggano Tersisa Sekitar 700 Orang, Balai Bahasa Bengkulu Dorong Pembelajaran di Sekolah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Penutur Bahasa Enggano Tersisa Sekitar 700 Orang, Balai Bahasa Bengkulu Dorong Pembelajaran di Sekolah
Foto: (Sumber :Kepala Balai Bahasa Bengkulu Andriana Yohan di Kota Bengkulu, Sabtu (31/10/2026). ANTARA/Anggi Mayasari.)

Pantau - Balai Bahasa Provinsi Bengkulu mencanangkan pembelajaran bahasa Enggano sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah Kabupaten Bengkulu Utara untuk mencegah kepunahan bahasa daerah yang diperkirakan hanya memiliki sekitar 700 penutur tersebut.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Andriana Yohan mengatakan langkah pelestarian perlu segera dilakukan karena jumlah masyarakat yang mampu menggunakan bahasa Enggano terus berkurang.

Pernyataan tersebut disampaikan Andriana di Kota Bengkulu, Sabtu (31/10/2026), setelah pihaknya melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi penggunaan bahasa di Pulau Enggano.

"Kami setiap tahun datang ke Pulau Enggano dan melihat langsung bahwa penutur bahasa Enggano semakin sedikit. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk menyelamatkannya," kata Andriana.

Bahasa Enggano Terancam Kehilangan Penutur

Andriana menjelaskan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki tiga bahasa daerah yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat, yakni bahasa Bengkulu, Rejang, dan Enggano.

Dari ketiga bahasa tersebut, bahasa Enggano menghadapi tantangan serius karena jumlah penuturnya semakin terbatas.

Balai Bahasa Bengkulu memperkirakan saat ini hanya sekitar 700 orang yang masih mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Enggano.

Kondisi tersebut mendorong perlunya keterlibatan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya dalam upaya pelestarian.

Menurut Andriana, penguatan penggunaan bahasa Enggano di kalangan generasi muda menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberlangsungannya.

Balai Bahasa Usulkan Bahasa Enggano Masuk Kurikulum Muatan Lokal

Balai Bahasa Provinsi Bengkulu telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara untuk mendorong penyusunan regulasi yang mendukung pelestarian bahasa Enggano.

Salah satu kebijakan yang diusulkan adalah memasukkan pembelajaran bahasa Enggano ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah.

"Dengan memasukkan pembelajaran bahasa Enggano ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah. Dengan demikian, anak-anak di Pulau Enggano dapat mempelajari dan menggunakan bahasa daerahnya sejak dini," terang dia.

Melalui pembelajaran di sekolah, anak-anak di Pulau Enggano diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal dan menggunakan bahasa daerah mereka.

Andriana berharap koordinasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret pemerintah daerah agar bahasa Enggano tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Balai Bahasa Bengkulu Terbitkan 53 Buku Cerita Anak

Selain mendorong pembelajaran bahasa daerah di sekolah, Balai Bahasa Bengkulu menjalankan program penerjemahan cerita anak sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, lembaga tersebut telah menerbitkan 53 produk berupa buku cerita anak yang diterjemahkan dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia.

Jumlah tersebut melampaui target awal penerbitan sebanyak 22 produk.

"Sebanyak 53 jumlah tersebut melampaui target awal sebanyak 22 produk. Tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti program penulisan cerita anak mendorong Balai Bahasa mengakomodasi lebih banyak karya," sebutnya.

Buku-buku tersebut merupakan karya penulis terpilih yang mendapat kesempatan menulis cerita menggunakan bahasa daerah sebelum diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Penerbitan cerita anak itu ditujukan untuk menyediakan bahan bacaan sekaligus memperkenalkan bahasa daerah kepada generasi muda.

Balai Bahasa Bengkulu berharap program penerbitan buku dan penguatan pembelajaran di sekolah dapat mendukung pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Enggano yang jumlah penuturnya semakin terbatas.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026