HOME  ⁄  Nasional

Rahayu Saraswati Himpun Aspirasi Pemuda dari 29 Provinsi untuk Jadi Masukan Kebijakan Pemerintah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rahayu Saraswati Himpun Aspirasi Pemuda dari 29 Provinsi untuk Jadi Masukan Kebijakan Pemerintah
Foto: (Sumber :Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda Rahayu Saraswati Djojohadikusumo diwawancarai pers saat Rembuk Nasional Pemuda Indonesia Ke-III di Jakarta, Sabtu (31/10/2026). ANTARA/Aria Ananda.)

Pantau - Ketua Dewan Pembina Rembuk Pemuda Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyatakan pihaknya akan menghimpun aspirasi generasi muda dari berbagai daerah untuk disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan.

Upaya tersebut ditandai dengan kehadiran perwakilan pemuda dari 29 provinsi dalam kegiatan Rembuk Nasional Pemuda Indonesia III yang digelar di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Saraswati mengatakan pengumpulan aspirasi akan dilakukan secara bertahap agar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah dapat teridentifikasi.

“Ini nanti dalam mulai dari sekarang sampai beberapa waktu ke depan, kita akan memberikan waktu untuk teman-teman ini mengumpulkan masukan-masukan dari daerah-daerah,” kata Saraswati saat diwawancarai dalam kegiatan tersebut.

Rembuk Pemuda Kumpulkan Aspirasi dari 29 Provinsi

Saraswati menjelaskan Rembuk Nasional Pemuda Indonesia III menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah masing-masing.

Menurutnya, kehadiran perwakilan dari 29 provinsi merupakan langkah awal untuk memperluas keterlibatan pemuda dalam penyampaian aspirasi kepada pemerintah.

Ia berharap jumlah daerah yang terwakili terus bertambah sehingga semakin banyak persoalan dan kebutuhan masyarakat yang dapat dihimpun.

Masukan tersebut nantinya akan disampaikan oleh pengurus Rembuk Pemuda kepada pemangku kepentingan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Penyampaian aspirasi dapat dilakukan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, bergantung pada jenis persoalan yang ditemukan.

Lapangan Kerja hingga UMKM Jadi Fokus Pembahasan

Saraswati menyebut aspirasi yang dikumpulkan dapat mencakup berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian meliputi ketersediaan lapangan pekerjaan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta hilirisasi industri.

Selain itu, forum tersebut juga membuka ruang pembahasan mengenai kebijakan keuangan dan fiskal, pertanian, perkebunan, hingga agroforestri.

Menurut Saraswati, setiap persoalan perlu dikelompokkan berdasarkan bidangnya sebelum disampaikan kepada pihak terkait.

Pengelompokan tersebut bertujuan memastikan masukan dari daerah dapat diteruskan kepada pemangku kepentingan yang memiliki kewenangan menangani persoalan tersebut.

Ia berharap proses pengumpulan dan penyampaian aspirasi dapat terus berlangsung hingga pelaksanaan Rembuk Nasional Pemuda berikutnya.

Saraswati Dorong Kolaborasi Pemuda Lintas Organisasi

Saraswati menegaskan Rembuk Pemuda merupakan salah satu wadah komunikasi bagi generasi muda dari berbagai latar belakang dan afiliasi.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi untuk merumuskan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, komunikasi lintas sektor diperlukan agar pembahasan tidak berhenti pada pertukaran pandangan, tetapi juga menghasilkan kesimpulan dan langkah bersama.

“Rembuk Pemuda ini hanya satu wadah, ya. Kita tahu bahwa di luar sana banyak sekali organisasi-organisasi kepemudaan yang sudah jauh lebih lama. Kita hanya menjadi salah satu saja, tetapi ini wadah untuk bisa mengumpulkan juga suara-suara tersebut,” katanya.

Melalui forum tersebut, Saraswati berharap suara pemuda dari berbagai daerah dapat dihimpun dan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026