
Pantau - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa seluruh kader partainya harus memiliki keberanian dalam memperjuangkan kepentingan dan membela hak-hak rakyat, termasuk ketika menghadapi ancaman kriminalisasi oleh aparat penegak hukum.
Hasto mengingatkan bahwa keberanian kader harus memiliki arah dan tujuan yang jelas, yakni berpihak kepada masyarakat kecil yang menghadapi ketidakadilan maupun penindasan.
"Kalau melihat rakyat tertindas, takut sama krimininalisasi penegak hukum, jangan pernah menjadi kader PDI Perjuangan," kata Hasto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasto saat memberikan arahan dalam kegiatan konsolidasi internal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung pada Jumat malam, 30 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Hasto juga menekankan pentingnya penguatan karakter perjuangan, persaingan politik berbasis gagasan, prinsip kesetaraan, serta pemanfaatan data dalam menyusun strategi pemenangan pemilihan umum.
Hasto Ungkap Empat Sifat Utama yang Harus Dimiliki Kader PDIP
Mengawali arahannya, Hasto menyampaikan salam dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kepada seluruh kader dan jajaran pengurus partai yang menghadiri konsolidasi tersebut.
Hasto kemudian menjelaskan empat sifat utama yang menurutnya harus melekat pada setiap kader PDI Perjuangan, yakni keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran.
Keempat sifat tersebut merujuk pada hasil perenungan Megawati mengenai nilai-nilai yang harus menjadi landasan sikap dan perjuangan kader partai.
Menurut Hasto, keyakinan merupakan dasar utama yang akan melahirkan keteguhan dalam bersikap, keberanian dalam bertindak, serta kesabaran ketika menghadapi berbagai tantangan.
"Keyakinan menghasilkan keteguhan, keberanian dan kesabaran," tutur Hasto.
Hasto menjelaskan bahwa penyatuan keempat sifat tersebut akan membentuk karakter kader yang berpegang teguh pada keyakinan dan kebenaran dalam menjalankan perjuangan politik.
Ia mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan semboyan Satyam Eva Jayate yang menjadi bagian dari tradisi perjuangan PDI Perjuangan.
"Kalau keempat-empatnya ini menjadi satu, itu menjadi 'Satyam Eva Jayate', kebenaran akan menang," ujar Hasto.
Hasto menekankan bahwa keberanian membela masyarakat yang mengalami ketidakadilan harus menjadi bagian dari sikap dasar kader dalam menjalankan tanggung jawab politiknya.
Hasto Minta Kader PDIP Bertarung Lewat Ide dan Gagasan, Bukan Serangan Personal
Selain membahas karakter perjuangan, Hasto memberikan arahan mengenai cara kader PDI Perjuangan menghadapi persaingan dan pertarungan politik.
Ia menegaskan bahwa persaingan politik seharusnya dilakukan melalui adu ide, gagasan, serta penguatan struktur organisasi partai, bukan dengan menyerang pribadi seseorang.
"Jangan menyerang secara personal. Kita bertarung dari ide dan gagasan," tegas Hasto.
Menurut Hasto, kekuatan gagasan dan struktur organisasi menjadi unsur penting dalam membangun strategi politik sekaligus memperjuangkan tujuan partai.
Dalam kesempatan yang sama, Hasto turut menekankan pentingnya prinsip kesetaraan dan sikap tidak diskriminatif dalam kehidupan organisasi PDI Perjuangan.
Ia menyatakan bahwa partainya berpegang pada prinsip tidak membeda-bedakan seseorang berdasarkan latar belakang suku, agama, status sosial, maupun jenis kelamin.
"PDI Perjuangan sangat kokoh, kita tidak pernah membedakan seseorang dari suku, agama, status sosial, dan jenis kelamin," kata Hasto.
Prinsip kesetaraan tersebut, menurut Hasto, menjadi salah satu landasan dalam membangun organisasi dan menjalankan aktivitas politik partai.
Strategi Pemenangan Pemilu Harus Berbasis Data
Pada bagian lain arahannya, Hasto menyoroti pentingnya perubahan pendekatan dalam menyusun strategi politik dan pemenangan pemilihan umum.
Hasto menilai bahwa strategi politik yang hanya mengandalkan perkiraan, tebakan, atau metode tradisional sudah tidak relevan dengan perkembangan situasi politik saat ini.
Oleh karena itu, ia meminta jajaran partai mulai mengutamakan penggunaan data sebagai dasar dalam merancang strategi pemenangan pemilu dan mengambil keputusan politik.
"Mendesain strategi pemenangan pemilu kalau dulu itu ada yang pakai tradisional, nah sekarang nggak zamannya lagi, sekarang berbasis data," kata Hasto.
Menurut arahan tersebut, pemanfaatan data diperlukan agar penyusunan strategi politik dapat dilakukan secara lebih terukur dan sesuai dengan kondisi yang dihadapi partai.
Penguatan organisasi, pengembangan gagasan, dan penggunaan data menjadi sejumlah aspek yang ditekankan Hasto dalam mempersiapkan langkah politik PDI Perjuangan.
Konsolidasi PDIP Lampung Dihadiri Pengurus Daerah hingga Anggota DPR RI
Kegiatan konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung dibuka oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung, Winarti, yang menyampaikan laporan mengenai perkembangan organisasi partai di wilayahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Winarti didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung, Palgunadi, bersama jajaran bendahara dan pengurus struktur partai.
Konsolidasi juga dihadiri para anggota DPRD Provinsi Lampung serta jajaran ketua, sekretaris, dan bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan dari seluruh wilayah Lampung.
Sejumlah anggota DPR RI turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Mukhlis Basri dan Ketut Suwendra.
Selain pengurus daerah dan anggota legislatif, konsolidasi tersebut dihadiri sejumlah kader muda DPP PDI Perjuangan, termasuk M. Guntur Romli.
Melalui kegiatan konsolidasi tersebut, Hasto memberikan arahan kepada seluruh jajaran kader PDI Perjuangan Lampung agar memperkuat keberanian membela rakyat, menjaga karakter perjuangan, dan mengedepankan persaingan politik berbasis gagasan.
Hasto juga menekankan pentingnya penerapan prinsip kesetaraan serta penggunaan data sebagai dasar dalam merancang strategi politik dan pemenangan pemilu.
- Penulis :
- Shila Glorya




