HOME  ⁄  Nasional

Golkar DKI Jakarta Targetkan 13 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Buka Peluang Kader Maju Pilgub

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Golkar DKI Jakarta Targetkan 13 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Buka Peluang Kader Maju Pilgub
Foto: Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta Basri Baco (sumber: DPD Golkar DKI Jakarta)

Pantau - DPD Partai Golkar DKI Jakarta menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD DKI Jakarta menjadi 12 hingga 13 kursi pada Pemilu 2029, sekaligus membuka peluang mengusung kader terbaik sebagai calon gubernur atau wakil gubernur Jakarta.

Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Basri Baco, menyatakan target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Golkar di parlemen daerah setelah berhasil meningkatkan jumlah kursi dari enam menjadi 10 dalam dua pemilu terakhir.

Menurut Baco, Golkar DKI Jakarta berupaya mempertahankan posisinya dalam jajaran lima besar partai politik di Jakarta sekaligus menambah jumlah wakilnya di DPRD.

"Harapan, ke depannya kami minimal bertahan lagi di partai lima besar. Syukur-syukur, bisa nambah kursinya. Targetnya, sih, nambah kurang lebih 12 sampai 13 kursi," kata Baco dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Selain mengejar penambahan kursi legislatif, Golkar juga mempertimbangkan peluang pencalonan kader internal dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2029.

Baco menyebut kader terbaik partai, termasuk Ketua DPD Golkar DKI Jakarta saat ini, berpeluang maju sebagai calon gubernur maupun calon wakil gubernur apabila mendapatkan kesempatan.

Golkar DKI Jakarta Siapkan Strategi Tambah Kursi DPRD dan Hadapi Pilgub 2029

Basri Baco yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta menilai peningkatan perolehan kursi legislatif menjadi modal penting bagi Golkar untuk menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Partai Golkar DKI Jakarta saat ini memiliki 10 kursi DPRD dan menargetkan tambahan dua hingga tiga kursi pada Pemilu 2029.

Target tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi partai dalam menjalankan fungsi politik dan memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui parlemen daerah.

Golkar juga berupaya mempertahankan keberadaannya sebagai salah satu partai yang memiliki kursi pimpinan DPRD DKI Jakarta.

Selain memperkuat posisi legislatif, partai berlambang pohon beringin tersebut membuka kesempatan bagi kader internal untuk mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah.

"Dan kalau ada kesempatan mungkin, ya, kader terbaik partai atau Ketua Golkar DKI Jakarta saat ini bisa nyalon sebagai gubernur atau wakil gubernur," ujar Baco yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Menurut Baco, peluang tersebut dapat diberikan kepada kader yang memiliki kemampuan dan kesempatan untuk bersaing dalam pemilihan gubernur mendatang.

Penguatan organisasi dan keberlanjutan kaderisasi menjadi bagian dari upaya Golkar DKI Jakarta untuk menghadapi Pemilu dan Pilgub 2029.

Basri Baco Ungkap Perjalanan Politiknya Sejak Aktif di Golkar pada 2003

Dalam keterangannya, Basri Baco juga menceritakan perjalanan politiknya yang dimulai sejak aktif dalam kepengurusan Partai Golkar sekitar 2003–2004.

Pada masa tersebut, Baco terlibat dalam sejumlah kelompok kerja atau pokja di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Selain menjalankan aktivitas organisasi di DPP, Baco bergabung dengan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), organisasi sayap kepemudaan Partai Golkar.

Baco tercatat aktif di AMPI selama dua periode kepengurusan, termasuk pada masa kepemimpinan Fahri Andi Leluasa dan Dave Laksono.

Pengalaman berorganisasi tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi politik yang dijalaninya sebelum mengikuti pemilihan legislatif.

"Saya semenjak tahun 2003-2004 itu mulai aktif di DPP Golkar, aktif sebagai pokja di beberapa bidang, kemudian aktif di ormas AMPI," tutur Baco.

Setelah menjalani aktivitas organisasi selama beberapa tahun, Baco pertama kali mengikuti pemilihan legislatif pada Pemilu 2009.

Namun, pencalonan pertamanya tersebut belum berhasil mengantarkannya menjadi anggota parlemen.

Baco kemudian melanjutkan aktivitas politik dengan memusatkan perhatian pada penguatan organisasi Partai Golkar di wilayah DKI Jakarta.

Pada Pemilu 2014, Baco mengaku tidak dapat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif akibat konflik internal yang terjadi di Partai Golkar.

Situasi tersebut membuatnya mencari jalur lain untuk melanjutkan kiprah politik dengan mendaftarkan diri sebagai anggota Dewan Kota.

Baco akhirnya berhasil dilantik menjadi anggota Dewan Kota Jakarta Pusat sebelum kembali memperkuat perannya dalam kepengurusan Partai Golkar.

Basri Baco Tiga Periode Jadi Sekretaris Golkar DKI Jakarta

Perjalanan organisasi Basri Baco berlanjut pada 2016 ketika dirinya dipercaya menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta.

Jabatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan politiknya sebelum kembali mengikuti pemilihan legislatif.

Pada Pemilu 2019, Baco berhasil terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta setelah sebelumnya gagal dalam pencalonan pertamanya pada 2009.

Setelah menjadi anggota legislatif, Baco juga dipercaya menduduki jabatan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta.

Selama menjalankan tugas sebagai anggota DPRD periode 2019–2024, Baco tetap aktif dalam kepengurusan partai dan kembali dipercaya menjadi Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta untuk periode kedua.

Pada Pemilu 2024, Baco kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dan berhasil mempertahankan kursinya.

"Terus berproses lagi terus. Selama 5 tahun di dewan, saya jadi sekretaris lagi yang kedua. Terus, nyalon lagi tahun 2024, Alhamdulilah, jadi," ungkap Baco.

Dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar DKI Jakarta terbaru, Baco kembali dipercaya menduduki jabatan Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta.

Keputusan tersebut membuat Baco menjalani jabatan sekretaris DPD selama tiga periode kepengurusan.

Saat ini, Baco mengemban dua tanggung jawab sekaligus, yakni sebagai Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Kedua jabatan tersebut menempatkannya dalam struktur kepemimpinan organisasi partai sekaligus lembaga legislatif daerah.

Golkar DKI Jakarta Ingin Bertahan di Lima Besar Partai Politik pada Pemilu 2029

Basri Baco menegaskan bahwa Golkar DKI Jakarta tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kursi legislatif, tetapi juga pada pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan meningkatkan perolehan kursi dari enam menjadi 10 dalam dua pemilu terakhir menjadi modal bagi partai untuk menetapkan target lebih tinggi pada 2029.

Golkar DKI Jakarta berharap dapat mempertahankan posisinya dalam jajaran lima besar partai politik sekaligus menjaga keberadaan wakilnya di unsur pimpinan DPRD.

Upaya tersebut akan dijalankan melalui penguatan organisasi, kaderisasi, dan program partai yang berorientasi pada kebutuhan warga Jakarta.

"Kami berharap Golkar mampu mempertahankan posisinya di jajaran lima besar partai politik di Jakarta, meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang, sekaligus menjalankan program yang menjawab kebutuhan warga ibu kota," ucap Baco.

Target 12 hingga 13 kursi DPRD dan peluang mengusung kader dalam Pilgub 2029 menjadi bagian dari arah politik Golkar DKI Jakarta menjelang kontestasi pemilihan umum berikutnya.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026