HOME  ⁄  Nasional

KemenPPPA Gelar Festival Anak Bermain di GBK untuk Kurangi Waktu Layar Anak, Hadirkan 18 Permainan Tradisional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KemenPPPA Gelar Festival Anak Bermain di GBK untuk Kurangi Waktu Layar Anak, Hadirkan 18 Permainan Tradisional
Foto: (Sumber :Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi bermain bersama anak saat meninjau kegiatan Festival Anak Bermain di Gerbang Utama GBK, Jakarta, Minggu (1/11/2026). ANTARA/HO-KemenPPPA.)

Pantau - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menggelar Festival Anak Bermain di Gerbang Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (1/11/2026), untuk mengurangi waktu penggunaan gawai atau screen time anak melalui pengenalan 18 jenis permainan tradisional.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK) dan Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengatakan festival ini merupakan upaya menghadirkan ruang bermain yang mendukung pemenuhan hak anak.

Festival tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Sedunia yang jatuh setiap 20 November.

KemenPPPA Hadirkan 18 Permainan Tradisional di GBK

Festival Anak Bermain dilaksanakan di kawasan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day di Gerbang Utama GBK.

Sebanyak 18 jenis permainan tradisional disediakan bagi anak-anak dan masyarakat yang mengunjungi kawasan tersebut.

Beberapa permainan yang dapat dicoba antara lain egrang, lompat tali, dan gasing.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah dan berbagai pihak untuk mendorong anak-anak lebih aktif bermain di ruang publik.

"Hari ini kita sedang berada di kawasan car free day dan ada hal yang unik karena tersedia berbagai permainan tradisional yang bisa dimainkan oleh masyarakat. Ini merupakan kolaborasi KemenPPPA, GBK, dan KPOTI sebagai upaya menurunkan screen time anak-anak kita," kata Arifah dalam keterangan di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Arifah turut mencoba sejumlah permainan tradisional bersama anak-anak dan pengunjung.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan alternatif aktivitas bagi anak di luar penggunaan perangkat digital.

Permainan Tradisional Dinilai Bisa Membentuk Karakter Anak

Arifah menjelaskan bahwa permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan bagi anak-anak.

Menurutnya, kegiatan bermain bersama juga dapat menjadi media pembelajaran untuk membangun karakter dan keterampilan sosial.

Permainan yang melibatkan lebih dari satu orang memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar bekerja sama dan menghargai orang lain.

Selain itu, anak-anak dapat mempraktikkan sikap sportif, kejujuran, serta kedisiplinan dalam mengikuti aturan permainan.

"Permainan tradisional tidak ada yang dimainkan sendiri, sedikitnya membutuhkan dua orang. Jadi, bagaimana dia menghargai orang lain, bersikap sportif, jujur, dan mau antre. Ini karakter-karakter yang sedang kita bangun supaya generasi yang akan datang menjadi generasi yang berkualitas dan berkarakter," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

KemenPPPA menilai pengenalan permainan tradisional menjadi salah satu cara untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan yang melibatkan interaksi langsung.

Festival Anak Bermain Kembali Digelar pada 8 dan 15 November

KemenPPPA memastikan Festival Anak Bermain tidak hanya dilaksanakan satu kali.

Masyarakat kembali dapat mengikuti kegiatan tersebut di Gerbang Utama GBK pada 8 dan 15 November 2026.

Pelaksanaan secara berkelanjutan ini ditujukan untuk memperluas kesempatan anak-anak menikmati permainan tradisional di ruang publik.

Festival juga menjadi sarana memperkenalkan kembali berbagai permainan yang merupakan bagian dari budaya Indonesia.

Puncak Peringatan Hari Anak Sedunia Digelar di Moja Museum

Festival Anak Bermain menjadi salah satu kegiatan pembuka rangkaian peringatan Hari Anak Sedunia 2026.

Peringatan Hari Anak Sedunia sendiri berlangsung setiap 20 November.

Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, KemenPPPA bersama PPK-GBK dan KPOTI menjadwalkan kegiatan lanjutan pada 22 November 2026.

Kegiatan puncak tersebut berupa aktivasi ruang bermain berbasis permainan tradisional yang akan dilaksanakan di Moja Museum.

Melalui rangkaian kegiatan ini, pemerintah berupaya memperluas akses anak terhadap ruang bermain sekaligus mendorong aktivitas sosial yang tidak bergantung pada penggunaan gawai.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026