
Pantau - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut Kalimantan dan Sulawesi menjadi wilayah strategis bagi ketahanan energi nasional setelah produksi minyak di kedua pulau tersebut mencapai 77.003 barel atau 123 persen dari target 2026 sebesar 62.500 barel.
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri mengatakan kedua wilayah tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan industri hulu minyak dan gas bumi Indonesia.
“Keberlanjutan industri hulu migas ada di dua pulau ini sebagai produsen minyak dan gas andalan bangsa Indonesia,” kata Haryanto di Surabaya, Senin (2/11/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Media Gathering SKK Migas–Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kalimantan dan Sulawesi Tahun 2026 di Hotel DoubleTree by Hilton, Surabaya.
Menurut Haryanto, produksi migas di Kalimantan dan Sulawesi mampu mempertahankan tren yang stabil di tengah penurunan produksi secara nasional.
Produksi Minyak Kalimantan dan Sulawesi Capai 123 Persen dari Target
SKK Migas mencatat target produksi minyak Kalimantan dan Sulawesi pada 2026 sebesar 62.500 barel.
Hingga 30 September 2026, realisasi produksi di wilayah tersebut mencapai 77.003 barel atau 123 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut menunjukkan produksi minyak Kalimantan dan Sulawesi telah melampaui target regional.
Haryanto menyebut produksi dari kedua wilayah itu berkontribusi sebesar 13,03 persen terhadap capaian produksi minyak nasional.
Di tengah tantangan penurunan produksi migas Indonesia, Kalimantan dan Sulawesi dinilai tetap mampu mempertahankan kinerja produksi.
“Angka ini terus bergerak karena masih ada sisa waktu tiga bulan hingga tutup tahun,” jelasnya.
Produksi Minyak Nasional Baru Capai 95 Persen dari Target
Berbeda dengan capaian Kalimantan dan Sulawesi, produksi minyak nasional hingga September 2026 masih berada di bawah target tahunan.
SKK Migas mencatat target produksi minyak nasional pada 2026 sebesar 610.000 barel.
Hingga 30 September 2026, realisasinya mencapai 578.607 barel atau sekitar 95 persen dari target.
Dengan demikian, capaian produksi minyak nasional masih memiliki selisih terhadap sasaran yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, produksi Kalimantan dan Sulawesi telah melampaui target regional dengan capaian sebesar 123 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar SKK Migas menempatkan kedua wilayah sebagai penopang ketahanan energi nasional.
Produksi Gas Bumi Nasional Tercatat 5.193 MMSCFD
Selain minyak bumi, SKK Migas juga menyampaikan perkembangan produksi gas bumi nasional sepanjang 2026.
Target produksi gas nasional ditetapkan sebesar 5.508 juta standar kaki kubik per hari atau MMSCFD.
Hingga 30 September 2026, realisasi produksi gas mencapai 5.193 MMSCFD.
Capaian tersebut setara dengan sekitar 94 persen dari target nasional.
Data tersebut menunjukkan bahwa produksi gas bumi nasional juga masih berada di bawah sasaran yang ditetapkan untuk 2026.
SKK Migas Targetkan Eksplorasi dari Kutai Laut Dalam hingga Bone
Selain mempertahankan produksi dari lapangan yang telah beroperasi, SKK Migas menargetkan sejumlah sumur eksplorasi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada 2026.
Wilayah yang menjadi perhatian mencakup kawasan Kutai laut dalam hingga Bone.
Rencana eksplorasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kegiatan industri hulu migas di kedua pulau.
SKK Migas menilai keberadaan sumber daya minyak dan gas di Kalimantan serta Sulawesi penting bagi pemenuhan kebutuhan energi nasional.
Dengan capaian produksi minyak sebesar 77.003 barel hingga akhir September 2026, kedua wilayah tersebut telah melampaui target regional dan memberikan kontribusi terhadap produksi nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




