
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang pertama jenjang SMA/SMK sederajat tetap berjalan tertib, objektif, dan kredibel meskipun sempat mengalami gangguan teknis pada server pusat.
Pemerintah juga memberikan kesempatan mengikuti TKA susulan bagi peserta didik yang terdampak gangguan sistem agar tidak mengalami kerugian dalam proses asesmen.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah tindak lanjut atas gangguan teknis yang terjadi pada hari kedua pelaksanaan TKA gelombang pertama.
Langkah tersebut dilakukan melalui penerbitan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 22 Tahun 2026 yang mengatur kesempatan penyelenggaraan asesmen ulang bagi satuan pendidikan dan peserta terdampak.
Gangguan Server TKA Terjadi pada Hari Kedua, Pemerintah Siapkan Ujian Susulan
Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Erni Mawarni, menjelaskan bahwa gangguan teknis terjadi pada hari kedua sesi pertama dan berdampak pada seluruh jenjang yang mengikuti TKA.
"Hari kedua sesi 1 terganggu di semua jenjang. Untuk TKA hari ketiga dan keempat terpantau aman dan berjalan lancar," kata Erni.
Menurut Erni, sejumlah kepala sekolah di berbagai daerah langsung mengambil langkah penanganan untuk mengatasi gangguan sekaligus memastikan pelaksanaan ujian tetap sesuai prosedur.
Kemendikdasmen kemudian menerbitkan Surat Edaran Nomor 22 Tahun 2026 mengenai pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional ulang, khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).
Selama gangguan berlangsung, Dinas Pendidikan DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pihak sekolah melalui tim teknis wilayah dan proktor untuk memastikan kendala dapat ditangani secara cepat.
Pihak sekolah juga memberikan arahan kepada peserta didik agar tetap tenang dan tidak panik ketika menghadapi gangguan sistem selama ujian berlangsung.
Erni meminta siswa dan orang tua untuk mengikuti informasi resmi dari sekolah, dinas pendidikan, maupun Kemendikdasmen agar tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
"Pesan untuk siswa dan orang tua, mohon adik-adik tetap tenang dan ikut informasi resmi dari sekolah, dinas, dan Kemendikdasmen. Murid yang terdampak tidak akan dirugikan karena ada TKA susulan. Untuk orang tua, mohon dampingi anak tanpa menekan dan jangan mudah percaya kabar yang belum jelas sumbernya,” tegas Erni.
Erni memastikan peserta didik yang mengalami gangguan teknis tetap memperoleh kesempatan mengikuti asesmen melalui pelaksanaan TKA susulan yang telah disiapkan pemerintah.
Berbagai kendala yang ditemukan selama pelaksanaan TKA juga akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan asesmen berikutnya.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta Tekankan Kejujuran dan Kesiapan Sekolah
Terlepas dari gangguan server pusat, Erni menilai kesiapan sekolah-sekolah di DKI Jakarta dalam menyelenggarakan TKA sudah sangat matang.
Kesiapan tersebut mencakup ketersediaan perangkat keras, kualitas jaringan internet, serta pengaturan jadwal ujian untuk mendukung kelancaran pelaksanaan asesmen.
Namun, Erni mengingatkan bahwa kesiapan infrastruktur dan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, ketertiban administrasi, serta kejujuran seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, integritas menjadi prinsip utama karena hasil TKA harus benar-benar menggambarkan kemampuan akademik peserta didik tanpa adanya kecurangan maupun manipulasi.
"Pentingnya integritas, yaitu hasil TKA hanya berguna kalau mencerminkan kemampuan murid yang sebenarnya. Kalau ada kecurangan, datanya tidak bisa dipakai untuk menilai atau memperbaiki apapun," ujar Erni.
Dinas Pendidikan DKI Jakarta terus menginstruksikan sekolah untuk menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya kejujuran kepada peserta didik, proktor, pengawas, dan seluruh pihak yang terlibat.
Langkah tersebut bertujuan memastikan hasil asesmen dapat digunakan sebagai data yang objektif dan kredibel untuk mengevaluasi kemampuan murid sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.
"Kami ingin TKA berjalan lancar sekaligus jujur supaya hasilnya objektif dan kredibel. Kami berharap semua pihak menjaga integritas sampai ujian selesai,” ujarnya.
SMAN 6 Bone Perkuat Pengawasan untuk Cegah Kecurangan TKA
Komitmen menjaga integritas pelaksanaan TKA juga dilakukan sejumlah satuan pendidikan di luar DKI Jakarta, termasuk SMAN 6 Bone, Sulawesi Selatan.
Kepala SMAN 6 Bone, Amdar, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan asesmen berlangsung sesuai prosedur yang ditetapkan.
Persiapan tersebut meliputi optimalisasi fasilitas laboratorium sekolah, penyelesaian seluruh tahapan gladi bersih, serta sosialisasi kepada guru, peserta didik, dan orang tua.
Menurut Amdar, integritas dalam pelaksanaan TKA menjadi faktor penting karena hasil asesmen tidak hanya digunakan untuk mengukur kemampuan akademik murid, tetapi juga menjadi dasar evaluasi mutu pembelajaran.
Ia mengingatkan bahwa kecurangan atau rekayasa selama pelaksanaan ujian dapat menghasilkan data yang tidak mencerminkan kemampuan peserta didik sebenarnya.
"Hasil TKA bukan hanya menguji kemampuan murid, tetapi juga sebagai dasar perbaikan pembelajaran di sekolah, sehingga dibutuhkan data yang jujur. Karena kalau pelaksanaannya ada rekayasa, maka untuk menentukan kebijakan di sekolah akan salah arah. Maka dalam pelaksanaan TKA dibutuhkan integritas," katanya.
Amdar menjelaskan bahwa hasil asesmen yang tidak valid berpotensi menyebabkan sekolah mengambil kebijakan pendidikan yang kurang tepat karena didasarkan pada informasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Untuk mencegah penyimpangan, SMAN 6 Bone telah memberikan pembekalan kepada seluruh proktor, teknisi, dan pengawas ujian mengenai tugas, tanggung jawab, serta batasan prosedur masing-masing.
Pembekalan tersebut dilakukan agar setiap petugas memahami ketentuan penyelenggaraan TKA dan mampu menjaga pelaksanaan ujian tetap berlangsung secara jujur.
Sekolah juga berupaya memastikan seluruh rangkaian asesmen dapat terlaksana tanpa rekayasa maupun tindakan yang berpotensi merusak kredibilitas hasil ujian.
Kemendikdasmen bersama dinas pendidikan dan satuan pendidikan di berbagai daerah terus berkomitmen menjaga kelancaran pelaksanaan TKA, menyediakan asesmen susulan bagi peserta terdampak, serta memastikan hasil ujian tetap objektif, kredibel, transparan, dan akuntabel.
- Penulis :
- Arian Mesa




