
Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menargetkan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem kategori Desil 1 dan Desil 2 serta anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mendapatkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari kelompok masyarakat yang menghadapi kerentanan ekonomi dan sosial.
Menurut Iqbal, Sekolah Rakyat memiliki pendekatan berbeda dibandingkan sekolah reguler karena tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan peserta didik.
Program tersebut diharapkan mampu memperbaiki kondisi kesejahteraan, asupan gizi, hingga pola kehidupan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar mereka dapat mengikuti pendidikan secara optimal.
"Fokusnya di Sekolah Rakyat ini tentu saja punya dampak tidak langsung pada berkurangnya angka putus sekolah. Tetapi yang lebih penting adalah ini menampung dari Desil 1, Desil 2, yang miskin ekstrem. Yang tidak mungkin dinaikkan pendidikannya hanya dengan memperbaiki kurikulumnya, dengan memperbaiki kelasnya. Tetapi dia harus diintervensi lebih dalam, sampai kehidupannya juga diperbaiki, asupannya diperbaiki, kemudian pola-pola kehidupan yang lainnya juga diperbaiki. Nah itulah target utama dari Sekolah Rakyat ini," kata Iqbal di Lombok Utara, Senin (2/11/2026).
Sekolah Rakyat Prioritaskan Anak dari Keluarga Desil 1 dan Desil 2
Gubernur Iqbal menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan kemiskinan melalui pendekatan pendidikan yang lebih menyeluruh.
Berbeda dengan sekolah reguler yang umumnya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembenahan kurikulum, ruang kelas, dan fasilitas pembelajaran, Sekolah Rakyat turut memberikan perhatian terhadap kondisi kehidupan siswa.
Kelompok Desil 1 dan Desil 2 menjadi prioritas karena mencakup rumah tangga pada lapisan kesejahteraan terbawah yang membutuhkan dukungan lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup.
Menurut Iqbal, anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tidak cukup hanya mendapatkan akses pendidikan tanpa adanya perbaikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang memengaruhi kehidupan mereka.
Karena itu, Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan intervensi yang mencakup kebutuhan akademik, asupan gizi, kesejahteraan, serta pembentukan pola kehidupan yang lebih baik.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak dari keluarga miskin ekstrem memperoleh kesempatan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.
Iqbal juga menilai keberadaan Sekolah Rakyat berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap penurunan angka putus sekolah di NTB.
Namun, ia menegaskan bahwa sasaran utama program tersebut adalah memberikan layanan pendidikan dan memperbaiki kondisi kehidupan anak-anak dari kelompok masyarakat paling rentan.
Pemprov NTB Usulkan Sekolah Rakyat Khusus Anak Pekerja Migran
Selain menyasar keluarga miskin ekstrem, Pemprov NTB mengusulkan pembentukan Sekolah Rakyat khusus bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia.
Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Sosial dan mendapatkan persetujuan secara prinsip.
Gagasan pembentukan sekolah khusus itu muncul sebagai respons terhadap persoalan sosial yang dihadapi anak-anak ketika orang tua mereka bekerja di luar negeri.
Menurut Iqbal, banyak anak pekerja migran harus menjalani kehidupan sehari-hari tanpa pendampingan langsung dari ayah atau ibu karena salah satu maupun kedua orang tua bekerja di luar negeri.
Dalam kondisi tersebut, anak-anak umumnya dititipkan kepada anggota keluarga lainnya, terutama kakek dan nenek.
Situasi pengasuhan tersebut dinilai membutuhkan perhatian khusus karena dapat memengaruhi kebutuhan pendampingan, komunikasi keluarga, dan kondisi emosional anak.
"Ini untuk menyelesaikan persoalan sosial yang timbul akibat bapak ibu meninggalkan anak-anaknya dan menitipkan kebanyakan kepada keluarga, khususnya kepada kakek neneknya dan ini jadi persoalan sosial yang banyak terjadi di masyarakat kita," kata Iqbal usai membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Lombok Utara.
Sekolah Rakyat Anak PMI Direncanakan Dibangun di Lombok Timur
Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat khusus anak pekerja migran direncanakan direalisasikan di Kabupaten Lombok Timur.
Pemerintah berencana memanfaatkan lahan bekas Akademi Keperawatan (Akper) di wilayah Sakra, Lombok Timur, sebagai lokasi pengembangan sekolah tersebut.
Pemilihan Lombok Timur didasarkan pada kondisi wilayah itu yang menjadi salah satu kantong terbesar pekerja migran di Nusa Tenggara Barat.
Selain Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah juga termasuk daerah dengan jumlah pekerja migran yang besar di provinsi tersebut.
Keberadaan Sekolah Rakyat khusus anak PMI diharapkan dapat menjawab kebutuhan pendidikan dan pengasuhan bagi anak-anak yang harus tinggal terpisah dari orang tua mereka.
Iqbal menjelaskan bahwa sekolah tersebut akan menerapkan sejumlah penyesuaian konsep pendidikan agar sesuai dengan kondisi sosial peserta didik.
Penyesuaian tersebut terutama berkaitan dengan penguatan pendampingan, layanan konseling, serta penyediaan fasilitas komunikasi keluarga.
Guru BK Diperkuat, Anak Pekerja Migran Difasilitasi Berkomunikasi dengan Orang Tua
Salah satu penyesuaian yang disiapkan Pemprov NTB adalah penguatan peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam memberikan pendampingan kepada anak-anak pekerja migran.
Layanan bimbingan konseling tersebut diarahkan untuk membantu peserta didik menghadapi persoalan psikologis, emosional, dan sosial akibat tinggal berjauhan dengan orang tua.
Guru BK diharapkan dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap kebutuhan pendampingan anak-anak yang selama ini menjalani kehidupan tanpa kehadiran langsung ayah maupun ibu.
Selain memperkuat layanan konseling, Sekolah Rakyat khusus anak PMI juga direncanakan menyediakan fasilitas komunikasi untuk menghubungkan peserta didik dengan orang tua mereka di luar negeri.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak menjaga hubungan keluarga meskipun terpisah oleh jarak dan wilayah negara.
"Anak-anak ini memang praktis tidak memiliki keluarga karena keluarganya sudah, bapak ibunya sudah di luar negeri dan kesulitan untuk komunikasi. Nah kita akan fasilitasi komunikasinya nanti," kata Iqbal.
Melalui fasilitas komunikasi tersebut, pemerintah berupaya memastikan anak-anak pekerja migran tetap mendapatkan dukungan emosional dan perhatian dari orang tua selama menjalani pendidikan.
Penguatan pendampingan di lingkungan sekolah juga diharapkan dapat membantu peserta didik menghadapi berbagai persoalan yang muncul akibat kondisi pengasuhan keluarga.
Sekolah Rakyat Diharapkan Bantu Putus Rantai Kemiskinan di NTB
Pengembangan Sekolah Rakyat bagi keluarga miskin ekstrem dan anak pekerja migran menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB menghadirkan layanan pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga memberikan dukungan terhadap kesejahteraan, pengasuhan, dan kondisi sosial peserta didik.
Bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2, Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan kesempatan untuk memperoleh pendidikan sekaligus memperbaiki kualitas kehidupan sehari-hari.
Sementara bagi anak-anak pekerja migran, program tersebut diharapkan dapat menghadirkan lingkungan pendidikan yang memberikan pendampingan serta membantu menjaga hubungan komunikasi dengan keluarga.
Melalui pendekatan yang mencakup aspek akademik, kesejahteraan, pengasuhan, dan komunikasi keluarga, Pemprov NTB berharap Sekolah Rakyat dapat berkontribusi dalam memutus rantai kemiskinan dan mengurangi kerentanan sosial anak-anak.
- Penulis :
- Arian Mesa




