HOME  ⁄  Nasional

Kampung Bahari Digerebek 1.800 Personel Gabungan, Gus Falah Desak Polri Perkuat Kemitraan Warga untuk Berantas Narkoba

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kampung Bahari Digerebek 1.800 Personel Gabungan, Gus Falah Desak Polri Perkuat Kemitraan Warga untuk Berantas Narkoba
Foto: (Sumber :Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru. Foto : Dok/Andri.)

Pantau - Anggota Komisi III DPR RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah mendesak Polri memperkuat kemitraan dengan masyarakat dan meningkatkan peran Bhabinkamtibmas setelah penggerebekan besar-besaran di Kampung Bahari, Jakarta Utara, yang melibatkan sekitar 1.800 personel gabungan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Gus Falah menilai penindakan terhadap jaringan narkotika harus diikuti langkah pencegahan berkelanjutan agar kawasan yang telah digerebek tidak kembali menjadi pusat peredaran maupun produksi narkoba.

Pernyataan tersebut disampaikan politikus Fraksi PDI Perjuangan itu di Jakarta, Senin (2/11/2026), menanggapi operasi gabungan Polri dan BNN di Kampung Bahari pada Minggu (1/11/2026).

“Kami mendukung proses penggerebekan dengan melakukan penindakan langsung. Karena Polri dan BNN sudah menyisir lokasi peredaran dan pembuatan narkoba, walaupun ini sudah sekian kalinya sejak 2013,” ujar Gus Falah.

Gus Falah Minta Polri Tingkatkan Peran Bhabinkamtibmas di Kampung Bahari

Gus Falah menegaskan bahwa penggerebekan merupakan langkah penting untuk memutus jaringan peredaran narkotika, tetapi tidak cukup apabila tidak disertai pengawasan lingkungan secara berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan pendekatan kepolisian kepada masyarakat diperlukan untuk mencegah aktivitas peredaran narkoba kembali berkembang di kawasan yang sebelumnya menjadi sasaran penindakan.

Ia mendorong Polri meningkatkan jumlah dan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) sebagai ujung tombak pembinaan keamanan di tingkat kelurahan.

Gus Falah juga meminta pembentukan lembaga kemitraan kepolisian dengan masyarakat untuk memperkuat komunikasi dan meningkatkan keterlibatan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami meminta pola kemitraan dengan masyarakat ditingkatkan dengan membentuk lembaga kemitraan polisi dan menambah penempatan Bhabinkamtibmas. Pendekatan kemitraan Polri di Kampung Bahari harus intens dan serius karena jangan sampai budaya penjualan narkoba sudah menjadi kebiasaan,” tegasnya.

Ia menilai kehadiran aparat kepolisian secara aktif di tengah masyarakat dapat membantu mendeteksi potensi peredaran narkotika sejak dini.

Selain itu, keterlibatan masyarakat diharapkan dapat mendukung pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan yang berpotensi berkaitan dengan jaringan narkoba.

Gus Falah Desak Hukuman Berat bagi Residivis Narkoba

Selain mendorong langkah pencegahan, Gus Falah meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pelaku tindak pidana narkotika.

Ia secara khusus menyoroti pelaku yang kembali terlibat dalam kasus narkoba setelah sebelumnya menjalani hukuman atau residivis.

Menurutnya, penegakan hukum terhadap residivis harus memberikan efek jera agar mereka tidak kembali terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.

“Hukum berat pelaku residivis narkoba tertangkap, ditempatkan di lapas maksimal pada saat menjalankan putusan,” tegasnya.

Gus Falah menekankan pentingnya kesinambungan antara penindakan hukum dan pembinaan masyarakat agar pemberantasan narkoba tidak hanya berlangsung ketika operasi penggerebekan dilakukan.

Polisi dan BNN Menyamar Naik KRL Sebelum Gerebek Kampung Bahari

Penggerebekan Kampung Bahari di Jakarta Utara pada Minggu (1/11/2026) melibatkan sekitar 1.800 personel gabungan Polri dan BNN.

Operasi tersebut menyita perhatian karena aparat menggunakan strategi penyamaran dengan menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Tanjung Priok sebelum memasuki kawasan sasaran.

Petugas kemudian melakukan penyisiran terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran dan produksi narkotika.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan puluhan orang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.

Petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa sabu seberat ratusan gram, ganja, serta ribuan butir ekstasi.

Selain narkotika, aparat menemukan mesin pencetak ekstasi yang diduga digunakan dalam aktivitas produksi narkoba di kawasan tersebut.

Barang bukti lain yang turut diamankan meliputi senjata tajam dan bong atau alat yang digunakan untuk mengonsumsi narkotika.

Penemuan mesin pencetak ekstasi menjadi salah satu perhatian dalam operasi tersebut karena mengindikasikan dugaan adanya aktivitas produksi narkotika, bukan hanya peredaran barang terlarang.

Penggerebekan Berulang Sejak 2013 Jadi Sorotan DPR

Gus Falah menyoroti bahwa Kampung Bahari telah beberapa kali menjadi sasaran operasi pemberantasan narkoba sejak 2013.

Menurutnya, penggerebekan yang dilakukan berulang kali menunjukkan pentingnya penguatan strategi pencegahan dan pengawasan setelah operasi penindakan selesai.

Ia berharap Polri dan BNN tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat setempat.

Penguatan peran Bhabinkamtibmas dan lembaga kemitraan kepolisian diharapkan dapat membantu menjaga kawasan Kampung Bahari agar tidak kembali menjadi lokasi peredaran maupun produksi narkotika.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026