HOME  ⁄  Nasional

FKG UI Edukasi 50 Kader Kesehatan di Depok, Ingatkan Infeksi Gigi Bisa Menyebar ke Leher dan Dada hingga Mengancam Nyawa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

FKG UI Edukasi 50 Kader Kesehatan di Depok, Ingatkan Infeksi Gigi Bisa Menyebar ke Leher dan Dada hingga Mengancam Nyawa
Foto: (Sumber :Ketua Pengmas FKG UI yang juga Ketua Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG UI, Prof. drg. Lilies Dwi Sulistyani (tengah). ANTARA/Feru Lantara.)

Pantau - Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) memberikan edukasi kepada 50 kader kesehatan dan masyarakat di Kota Depok, Jawa Barat, untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan dan penanganan infeksi gigi yang dapat berkembang menjadi kondisi serius hingga mengancam nyawa.

Kegiatan bertajuk “Penyuluhan tentang Infeksi Gigi, Pencegahan, dan Tatalaksana” tersebut diselenggarakan Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG UI di RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA), Kota Depok, Selasa (3/11/2026).

Ketua Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat FKG UI sekaligus Ketua Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial, Prof. drg. Lilies Dwi Sulistyani, mengatakan infeksi gigi masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan di masyarakat.

Menurutnya, sebagian pasien baru mencari pertolongan medis ketika infeksi telah berkembang menjadi kondisi berat.

"Banyak pasien datang dalam kondisi yang sudah parah, seperti adanya gangguan jalan napas serta infeksi yang turun hingga ke leher dan dada, sehingga membahayakan jiwa pasien," katanya.

FKG UI Ingatkan Gigi Berlubang Bisa Menyebabkan Infeksi Berat

Lilies menjelaskan bahwa infeksi gigi umumnya berawal dari karies atau gigi berlubang serta masalah karang gigi yang tidak segera ditangani.

Kerusakan gigi yang awalnya kecil dapat berkembang apabila masyarakat mengabaikan pemeriksaan dan perawatan sejak dini.

"Karies atau lubang pada gigi yang semakin membesar akan menyebabkan infeksi menyebar ke jaringan sekitarnya. Jika tidak ditangani, infeksi akan semakin meluas dan turun ke area leher hingga dada," katanya.

Menurut Lilies, penyebaran infeksi ke jaringan leher dan dada dapat mengganggu jalan napas serta kemampuan pasien menerima asupan makanan.

Apabila telah mencapai kondisi berat, infeksi tersebut dapat menjadi kegawatdaruratan di bidang bedah mulut yang berisiko menyebabkan kematian.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap sakit gigi sebagai masalah ringan yang dapat dibiarkan tanpa pemeriksaan.

Pemeriksaan Gigi Sejak Dini Penting untuk Mencegah Komplikasi

Lilies menekankan pentingnya pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk mendeteksi dan menangani kerusakan sebelum infeksi berkembang.

Menurutnya, penanganan karies ketika lubang gigi masih kecil dapat membantu mencegah penyebaran infeksi ke jaringan sekitarnya.

"Masyarakat diimbau untuk tidak menganggap sepele karies atau karang gigi sejak dini. Rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan ke dokter gigi saat karies masih kecil dapat menghambat proses penjalaran infeksi," katanya.

Ia juga menilai kader kesehatan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai bahaya infeksi gigi kepada masyarakat.

Melalui edukasi tersebut, kader diharapkan dapat membantu warga memahami pentingnya pemeriksaan dan penanganan dini sebelum muncul komplikasi.

FKG UI Dorong Kader Kesehatan Kenali Tanda Bahaya Infeksi

Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, mengatakan edukasi kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari pencegahan penyakit serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat ini, FKG UI berupaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan gigi dan mulut yang tepat, khususnya terkait infeksi gigi," katanya.

Menurut Lisa, masyarakat perlu memahami tanda awal infeksi, gejala yang menunjukkan kondisi berbahaya, serta pentingnya memperoleh penanganan medis yang tepat.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil tindakan lebih cepat ketika mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut.

"Kami juga berharap para kader kesehatan dapat berperan sebagai mitra dalam mendorong perilaku hidup sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,” ujar Lisa.

FKG UI berharap kolaborasi dengan kader kesehatan dan masyarakat di Kecamatan Tapos dapat memperkuat upaya pengenalan infeksi gigi sejak dini.

RSUD ASA Depok Apresiasi Edukasi Pencegahan Infeksi Gigi

Direktur Utama RSUD Anugerah Sehat Afiat Kota Depok, drg. Indriati, mengapresiasi kerja sama dengan Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG UI dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh, namun sering dianggap sepele," katanya.

Indriati mengingatkan bahwa infeksi gigi yang tidak mendapatkan penanganan tepat waktu dapat berkembang menjadi kondisi serius dan menimbulkan komplikasi.

Menurutnya, kader kesehatan memiliki posisi penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang paling dekat dengan lingkungan warga," ujarnya.

Ia berharap peserta penyuluhan dapat membantu mengenali tanda awal gangguan kesehatan gigi dan menyampaikan informasi pencegahan kepada warga.

Melalui kolaborasi tersebut, RSUD ASA diharapkan tidak hanya berperan sebagai fasilitas pengobatan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026