HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana, Rapat Terbatas Diduga Bahas Ekonomi dan Program Strategis

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana, Rapat Terbatas Diduga Bahas Ekonomi dan Program Strategis
Foto: Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 3/11/2026 (sumber: ANTARA/Fathur Rochman)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11/2026), untuk mengikuti rapat terbatas yang diperkirakan membahas perkembangan perekonomian nasional dan kelanjutan program strategis pemerintah.

Sejumlah pejabat yang memenuhi panggilan Presiden Prabowo antara lain Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, serta Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.

Berdasarkan pantauan di Istana Kepresidenan Jakarta, para menteri dan pejabat mulai berdatangan sekitar pukul 13.05 WIB untuk menghadiri pertemuan bersama Presiden Prabowo.

Selain ketiga pejabat tersebut, rapat juga dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan.

Pejabat lain yang turut memenuhi panggilan Presiden adalah Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Kehadiran sejumlah pejabat dari sektor investasi, hilirisasi, energi, keuangan, kelautan, perikanan, pertanian, dan BUMN memperlihatkan keterlibatan berbagai bidang strategis pemerintahan dalam pertemuan tersebut.

Meski demikian, agenda resmi rapat terbatas bersama Presiden Prabowo belum diketahui secara pasti saat para menteri tiba di Istana Kepresidenan.

Rosan Roeslani Perkirakan Rapat Prabowo Bahas Persoalan Ekonomi

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengaku belum mengetahui secara pasti agenda yang akan dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo.

Namun, Rosan memperkirakan pertemuan tersebut akan kembali membahas persoalan ekonomi karena sebagian pejabat yang dipanggil memiliki tanggung jawab di sektor perekonomian.

"Saya dipanggil ya, paling ini kembali lagi membahas masalah ekonomi lah. Saya rasa sih seperti itu, karena yang dipanggil kan ekonomi," kata Rosan.

Rosan juga memperkirakan rapat terbatas tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan yang telah dilakukan dalam pertemuan sebelumnya.

"Ya pasti ada kelanjutan pembahasan aja," ujarnya.

Kendati demikian, Rosan belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai persoalan ekonomi maupun program pemerintah yang kemungkinan menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut.

Menteri KKP Siapkan Data Program Kampung Nelayan Merah Putih

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, juga mengaku belum mengetahui agenda pasti rapat terbatas yang akan diikutinya bersama Presiden Prabowo.

Meski belum mendapat kepastian mengenai materi pembahasan, Trenggono menyatakan telah menyiapkan data yang diperlukan apabila Presiden meminta laporan perkembangan program Kampung Nelayan Merah Putih.

"Belum tahu. Aku sih siap aja. Datanya siap," kata Trenggono.

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang berkaitan dengan pembangunan kawasan nelayan di berbagai daerah.

Program tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah di sektor kelautan dan perikanan yang pelaksanaannya terus berlangsung sepanjang 2026.

Trenggono mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 1.369 titik Kampung Nelayan Merah Putih selama 2026.

Dari keseluruhan target tersebut, sekitar 100 titik Kampung Nelayan Merah Putih telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.

Pemerintah Targetkan Pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Rampung pada Desember 2026

Pemerintah terus melanjutkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah untuk mengejar target sebanyak 1.369 titik sepanjang 2026.

Berdasarkan keterangan Trenggono, sekitar 100 lokasi telah selesai dibangun dan beroperasi, sementara pembangunan di sejumlah lokasi lainnya masih berlangsung.

Pemerintah menargetkan pembangunan di lokasi-lokasi yang masih dalam tahap pengerjaan dapat diselesaikan pada akhir Desember 2026.

Data perkembangan pembangunan tersebut telah disiapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk disampaikan apabila menjadi salah satu agenda pembahasan dalam rapat terbatas bersama Presiden.

Sementara itu, kehadiran pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga menunjukkan bahwa rapat terbatas tersebut melibatkan sektor-sektor yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan pelaksanaan program pemerintah.

Hingga para menteri dan pejabat tiba di Istana Kepresidenan pada Selasa siang, belum ada kepastian mengenai agenda utama maupun keputusan yang akan dihasilkan dalam rapat terbatas tersebut.

Perkiraan pembahasan ekonomi dan kelanjutan program strategis pemerintah masih didasarkan pada keterangan sejumlah menteri yang hadir memenuhi panggilan Presiden Prabowo.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026