
Pantau — Popularitas di media sosial tak selalu sejalan dengan kepercayaan publik. Politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Riza Ramlan, mengingatkan para kreator konten agar menjaga kredibilitas dan integritas ketika mengangkat kritik sosial sebagai materi humor.
Pernyataan itu muncul di tengah polemik yang menyeret nama komika Kiky Saputri setelah ucapan ‘rakyat jelata’ saat berada di private jet bersama sejumlah pejabat memicu perbincangan warganet.
Riza menilai, fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa humor, popularitas, dan kepercayaan masyarakat memiliki hubungan yang perlu dijaga.
Menurut Riza, humor, kritik sosial, dan roasting memang dapat menarik perhatian masyarakat.
Namun, kreator konten juga perlu mempertimbangkan tanggung jawab atas pesan yang mereka sampaikan, terutama ketika membangun popularitas lewat kritik terhadap pejabat publik.
“Seseorang yang dikenal luas karena keberaniannya mengkritik pejabat publik secara tidak langsung akan membentuk ekspektasi tertentu di tengah masyarakat. Publik kemudian menaruh harapan terhadap sikap dan konsistensi komunikator dalam menyampaikan kritik,” kata Riza kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).
Kredibilitas Jadi Sorotan
Politisi muda asal Riau itu menjelaskan, kedekatan figur publik dengan pejabat dapat memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama ketika figur tersebut sebelumnya dikenal karena kritiknya terhadap kekuasaan.
Meski begitu, Riza mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan kedekatan dengan pejabat menghilangkan independensi seseorang.
Publik tetap perlu melihat konteks dan sikap figur tersebut dalam menyampaikan kritik.
“Dalam ilmu komunikasi, hal ini berkaitan dengan kredibilitas komunikator, yaitu bagaimana kepercayaan publik dibangun dan dipertahankan,” tuturnya.
Riza memandang polemik tersebut sebagai bahan refleksi bagi para kreator konten yang menjadikan humor dan kritik sosial sebagai bagian dari strategi komunikasi.
Sebab, konsistensi pesan turut membentuk persepsi masyarakat terhadap sosok yang menyampaikannya.
Jangan Kejar Viral
Riza juga mengingatkan kreator konten agar tidak hanya mengejar viralitas dan popularitas.
Menurutnya, setiap materi hiburan perlu mempertimbangkan dampak sosial serta keresahan masyarakat yang menjadi bahan kritik.
Dia menilai, keresahan publik tidak semestinya sekadar menjadi bahan hiburan demi mendulang perhatian.
Kreator perlu memahami persoalan yang mereka angkat sekaligus menjaga kepekaan terhadap masyarakat yang mengalami persoalan tersebut.
“Kritik sosial boleh dikemas dengan humor, tetapi tetap harus disertai kepekaan, empati, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Integritas Jaga Kepercayaan
Lebih lanjut, Riza menyoroti perbedaan antara popularitas dan kepercayaan publik.
Jumlah penonton yang tinggi serta ramainya interaksi di media sosial belum tentu menunjukkan masyarakat menerima atau mempercayai pesan seorang kreator.
Karena itu, dia mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara lebih bijak.
Riza juga mendorong kreator konten agar tidak berhenti pada kemampuan menarik perhatian, tetapi turut menghadirkan nilai edukasi bagi publik.
“Algoritma mungkin membuat kita terkenal, tetapi integritas lah yang membuat kita dipercaya,” tutupnya.
- Penulis :
- Khalied Malvino




