
Pantau - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan akses teknologi pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil dan kepulauan, agar transformasi digital tidak memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan antara perkotaan dan perdesaan.
Lalu mengatakan seluruh peserta didik harus memperoleh kesempatan yang sama untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam kegiatan pembelajaran.
"Jangan sampai kemajuan teknologi justru memperlebar kesenjangan pendidikan. Kita harus memastikan seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses dan manfaat dari transformasi digital," katanya dalam keterangan yang diterima di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 4 November 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan berkaitan dengan penghargaan Tokoh Nasional Penguatan Literasi Digital dalam Bidang Pendidikan yang diterimanya dari Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia (Apsipol).
Penghargaan itu diberikan dalam acara Temu Nasional Apsipol 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 3 November 2026.
DPR Ingatkan Kesenjangan Akses Pendidikan Digital Antardaerah
Lalu menilai perkembangan teknologi harus diikuti dengan pemerataan akses agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh peserta didik.
Menurutnya, kemajuan pembelajaran digital tidak boleh hanya dinikmati sekolah dan siswa yang berada di wilayah perkotaan.
Peserta didik di daerah terpencil dan kepulauan juga harus memperoleh kesempatan untuk mengakses teknologi pendidikan.
Ia mengingatkan bahwa ketimpangan akses berpotensi memperlebar kesenjangan pendidikan antardaerah apabila tidak diantisipasi.
Karena itu, pemerataan teknologi pendidikan perlu menjadi perhatian dalam penguatan sistem pendidikan nasional.
Lalu menyampaikan pandangan tersebut dalam orasi ilmiah bertajuk "Kebijakan Sistem Pendidikan Nasional, Pembelajaran Digital, dan Perlindungan Anak" pada kegiatan Temu Nasional Apsipol 2026.
Dalam orasinya, ia menekankan keterkaitan antara penguatan pendidikan, transformasi digital, dan perlindungan anak.
"Pendidikan nasional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penguatan sistem pendidikan, transformasi digital, dan perlindungan anak harus berjalan beriringan. Ketiganya merupakan pilar penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing," kata legislator dari Daerah Pemilihan NTB 2 Pulau Lombok tersebut.
Guru Perlu Tingkatkan Kemampuan Koding dan Kecerdasan Buatan
Selain pemerataan akses teknologi, Lalu menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan pembelajaran digital.
Menurutnya, tenaga pendidik perlu memperkuat penguasaan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dalam proses belajar mengajar.
Kemampuan pemrograman atau coding juga dinilai perlu dikembangkan seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan.
Lalu turut menekankan pentingnya pemahaman mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bagi tenaga pendidik.
Penguasaan keterampilan tersebut diharapkan membantu guru menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi.
Ia menilai peningkatan kapasitas guru menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Perlindungan Data dan Keamanan Anak di Ruang Digital Jadi Perhatian
Lalu menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pendidikan harus disertai langkah perlindungan terhadap peserta didik.
Menurutnya, transformasi digital tidak cukup hanya berfokus pada penggunaan perangkat dan penerapan teknologi pembelajaran.
Aspek perlindungan data pribadi juga perlu diperhatikan untuk menjaga keamanan informasi peserta didik.
Selain itu, keamanan ruang digital menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman bagi anak.
Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus tetap menghormati hak dan martabat anak.
Penguatan sistem pendidikan nasional, literasi digital, dan perlindungan anak dinilai perlu dilaksanakan secara beriringan.
Melalui pendekatan tersebut, Lalu berharap perkembangan teknologi dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan tanpa mengabaikan pemerataan akses dan keselamatan peserta didik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




