HOME  ⁄  Nasional

LPPOM Gelar Halal Connect 2026, Gandeng 100 Pelaku Usaha dan Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi 1.050 UMKM

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

LPPOM Gelar Halal Connect 2026, Gandeng 100 Pelaku Usaha dan Fasilitasi Sertifikasi Halal bagi 1.050 UMKM
Foto: Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati dalam gelaran Halal Connect 2026 di Jakarta (sumber: LPPOM)

Pantau - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) menggelar Halal Connect 2026 di Jakarta untuk memperkuat ekosistem bisnis halal sekaligus meningkatkan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pasar global.

Kegiatan bertema "Sinergi Membangun Ekosistem Bisnis Halal Menuju Pasar Global" tersebut mempertemukan sekitar 100 pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari ritel, pemasok bahan baku, hingga UMKM.

Direktur Utama LPPOM Muti Arintawati mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat halal, terutama dalam meningkatkan kapasitas dan memperluas jaringan bisnis.

"Kami berharap pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikat halal mendapatkan nilai tambah, mampu naik kelas, mengembangkan usaha, dan memperluas bisnisnya," kata Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Halal Connect 2026 merupakan program yang diinisiasi LPPOM Pusat dan diselenggarakan oleh LPPOM DKI Jakarta sebagai wadah kolaborasi antara pelaku industri halal dan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui kegiatan tersebut, LPPOM berupaya membangun hubungan bisnis yang saling mendukung sekaligus membuka peluang kemitraan untuk memperkuat pengembangan produk dan layanan halal.

LPPOM Dorong UMKM Naik Kelas dan Perluas Jaringan Bisnis Halal

Muti menjelaskan bahwa komitmen LPPOM dalam mengembangkan industri halal tidak hanya terbatas pada proses pemeriksaan kehalalan produk, tetapi juga mencakup upaya membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas dan daya saing bisnis.

Menurutnya, kepemilikan sertifikat halal perlu diikuti dengan kesadaran pelaku usaha untuk mempertahankan kualitas serta konsistensi kehalalan produk yang dihasilkan.

"Bagi LPPOM yang jauh lebih penting adalah memastikan pelaku usaha memiliki kesadaran penuh untuk menjaga konsistensi kualitas dan kehalalan produknya," kata dia.

Muti menambahkan bahwa program Halal Connect sebelumnya telah diselenggarakan di Bangka Belitung dan Tasikmalaya sebagai bagian dari upaya memperluas pengembangan ekosistem industri halal.

Penyelenggaraan Halal Connect 2026 di Jakarta diharapkan mampu meningkatkan jangkauan program karena ibu kota merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi nasional.

Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat terhubung dengan mitra strategis, memperoleh informasi pengembangan bisnis, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Ke depan, LPPOM menargetkan Halal Connect berkembang menjadi agenda berskala nasional sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak UMKM di berbagai daerah.

MUI DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Pendampingan dan Akses Pembiayaan UMKM

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta M. Faiz Sykron Makmun menegaskan bahwa pengembangan ekosistem halal harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Menurut Faiz, keberhasilan industri halal tidak cukup hanya diukur dari kemampuan produk menembus pasar internasional, tetapi juga harus memperhatikan aspek keadilan dan pemerataan kesempatan berusaha.

"Ekosistem halal tidak hanya harus mampu menembus pasar global, tetapi juga memberikan keadilan dan manfaat bagi masyarakat, khususnya UMKM. Mereka membutuhkan pendampingan, akses pembiayaan, kesempatan, dan perlakuan yang adil agar dapat berkembang," ujarnya.

Faiz menilai pendampingan menjadi salah satu kebutuhan penting agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan usaha.

Selain itu, akses pembiayaan dinilai diperlukan untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi, pengembangan produk, serta perluasan kegiatan bisnis.

Ia juga menekankan pentingnya kesempatan berusaha dan perlakuan yang adil agar ekosistem halal dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dari berbagai skala.

Maybank Syariah, BI, dan Pelindo Dukung Sertifikasi Halal bagi 1.050 Pelaku Usaha

Dalam rangkaian Halal Connect 2026, LPPOM memberikan apresiasi kepada sejumlah mitra strategis yang telah berkontribusi dalam pengembangan ekosistem halal di Jakarta.

Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penyerahan simbolis dukungan fasilitasi sertifikasi halal bagi 1.050 pelaku usaha melalui kerja sama dengan tiga mitra pendukung.

Maybank Syariah memberikan dukungan fasilitasi sertifikasi halal bagi 1.000 pelaku usaha sebagai bagian dari upaya memperluas akses sertifikasi halal.

Sementara itu, Bank Indonesia turut mendukung fasilitasi sertifikasi halal bagi 30 pelaku usaha.

Dukungan serupa diberikan PT Pelindo Sinergi Lokaseva kepada 20 pelaku usaha untuk membantu memperluas kepemilikan sertifikat halal.

Secara keseluruhan, dukungan dari ketiga lembaga tersebut mencakup 1.050 pelaku usaha yang mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal.

Program fasilitasi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan kehalalan produk sekaligus meningkatkan peluang pengembangan bisnis di pasar nasional maupun internasional.

Halal Connect 2026 Hadirkan Diskusi Panel dan Temu Bisnis

Selain penyerahan dukungan sertifikasi halal, Halal Connect 2026 menghadirkan diskusi panel atau talkshow yang melibatkan sejumlah lembaga pemerintah, regulator, sektor keuangan, dan pelaku industri.

Diskusi tersebut menghadirkan perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), LPPOM Pusat, serta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Dari unsur pemerintah daerah, kegiatan melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta.

Maybank Syariah dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga turut dilibatkan untuk memperkuat sinergi pengembangan industri halal.

Keterlibatan berbagai lembaga tersebut diarahkan untuk membangun kerja sama antara regulator, lembaga pendukung, sektor pembiayaan, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem bisnis halal.

Setelah diskusi panel, kegiatan dilanjutkan dengan sesi temu bisnis atau business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan mitra strategis berdasarkan kategori dan kebutuhan bisnis masing-masing.

Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh kesempatan membangun jaringan kemitraan dengan perusahaan maupun pelaku usaha yang memiliki keterkaitan dengan bidang bisnis mereka.

Pertemuan tersebut juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya komitmen tindak lanjut kerja sama agar hubungan bisnis yang terjalin dapat terus berkembang setelah kegiatan berakhir.

LPPOM Targetkan Ekosistem Halal Terintegrasi dan Berdaya Saing Global

Melalui Halal Connect 2026, LPPOM berupaya memperkuat keterkaitan antara sertifikasi halal, peningkatan kapasitas usaha, akses kemitraan, dan perluasan peluang pasar.

Program tersebut diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan daya saing produk, mengembangkan skala bisnis, serta memperluas akses ke pasar nasional dan global.

Kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga pemerintah, sektor keuangan, dan mitra strategis menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri halal yang terintegrasi.

Dengan dukungan berbagai pihak, LPPOM berharap Halal Connect dapat berkembang menjadi program berskala nasional yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi UMKM dan penguatan industri halal Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026