HOME  ⁄  Nasional

Dua Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter di Seruyan, Jenazah Diterbangkan ke Semarang dan Bandung

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dua Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter di Seruyan, Jenazah Diterbangkan ke Semarang dan Bandung
Foto: (Sumber :Upacara pelepasan jenazah prajurit TNI korban jatuh helikopter Mi-17V5 menuju pesawat untuk diberangkatkan ke kampung halaman melalui Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalteng, Kamis (5/11/2026). ANTARA/Edy Faisal.)

Pantau - Dua jenazah prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 saat menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, diberangkatkan menuju Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026).

Kedua jenazah diterbangkan menggunakan pesawat TNI A-9036 dari Bandara Kuala Pembuang setelah menjalani prosesi pelepasan secara militer yang dipimpin Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin.

Dua prajurit yang gugur dalam kecelakaan tersebut adalah Letnan Satu CPN Nurhafiz Akbar Rizki Hartio dan Letnan Kolonel CPN Dudi Firmansyah.

Setelah tiba di Semarang, satu jenazah akan diberangkatkan menuju Bandung, Jawa Barat, sedangkan satu jenazah lainnya akan dimakamkan di Semarang sesuai permintaan keluarga masing-masing.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pelepasan Dua Jenazah Prajurit TNI

Upacara pelepasan kedua jenazah dilaksanakan di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Kamis (5/11/2026).

Prosesi tersebut dipimpin langsung Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta unsur kepolisian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan.

Pangdam Zainul menjelaskan pemulangan kedua jenazah dilakukan dengan mempertimbangkan permintaan keluarga terkait lokasi persemayaman dan pemakaman.

"Dibawa ke Semarang dan nanti dilanjutkan lagi satu jenazah dibawa ke Bandung, disemayamkan di Bandung ada keluarganya di Bandung. Satunya dimakamkan di Semarang. Karena itu semua permintaan keluarga," kata Pangdam Zainul.

Kedua prajurit tersebut sebelumnya menjadi korban kecelakaan helikopter milik TNI Angkatan Darat yang sedang menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah.

Panglima TNI dan Kasad Dijadwalkan Hadiri Pemakaman

Prosesi pemakaman kedua prajurit TNI tersebut direncanakan dihadiri pejabat tinggi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Untuk pemakaman yang berlangsung di Bandung, Panglima TNI dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara.

Sementara itu, prosesi pemakaman di Semarang direncanakan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Kehadiran pimpinan TNI dalam upacara pemakaman tersebut menjadi bagian dari penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur saat menjalankan tugas.

Lokasi pemakaman kedua prajurit telah disesuaikan dengan permintaan pihak keluarga sebagaimana disampaikan Pangdam XXII/Tambun Bungai.

Kronologi Helikopter Mi-17V5 Jatuh Saat Operasi Pemadaman Karhutla

Kecelakaan helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat terjadi pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.18 WIB di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Insiden tersebut bermula ketika helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB untuk menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Helikopter tersebut ditugaskan membantu operasi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Dalam pelaksanaan tugasnya, helikopter melakukan pengambilan air di perairan Desa Sungai Perlu untuk mendukung operasi pengeboman air atau water bombing.

Namun, ketika proses pengambilan air berlangsung, helikopter dilaporkan mengalami kendala penerbangan hingga akhirnya jatuh ke sungai.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua prajurit TNI Angkatan Darat gugur saat menjalankan misi penanganan bencana.

Dua Prajurit Gugur Saat Menjalankan Misi Penanganan Bencana

Kedua korban merupakan personel TNI Angkatan Darat yang terlibat dalam operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah.

Operasi menggunakan helikopter Mi-17V5 tersebut dilakukan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran melalui pengambilan dan penjatuhan air dari udara.

Saat menjalankan tahapan pengambilan air di Desa Sungai Perlu, helikopter mengalami gangguan penerbangan yang berujung pada kecelakaan.

Jenazah kedua prajurit kemudian dipulangkan dari Kabupaten Seruyan menuju Semarang menggunakan pesawat TNI sebelum melanjutkan proses persemayaman dan pemakaman.

Pihak keluarga masing-masing telah menentukan lokasi pemakaman, yakni di Bandung dan Semarang, dengan prosesi penghormatan militer yang direncanakan melibatkan pimpinan tinggi TNI.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026