HOME  ⁄  Nasional

Kemenkes Perkuat Layanan Kanker di Lampung, Gandeng RS Dharmais dan RSUP Persahabatan untuk Tingkatkan Penanganan Pasien

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenkes Perkuat Layanan Kanker di Lampung, Gandeng RS Dharmais dan RSUP Persahabatan untuk Tingkatkan Penanganan Pasien
Foto: (Sumber :Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes drg. Yuli Astuti Saripawan (kanan) menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Jejaring Pelayanan Kanker oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (kedua kiri) dan Direktur Utama RS Kanker Dharmais dr. Eniarti (kiri) di Jakarta, Kamis (5/11/2026). ANTARA/Mecca Yumna.)

Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat layanan penanganan kanker di Provinsi Lampung melalui kerja sama jejaring rumah sakit rujukan bersama Rumah Sakit Kanker Dharmais dan RSUP Persahabatan guna meningkatkan akses serta mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Lampung dan RS Kanker Dharmais di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes, drg. Yuli Astuti Saripawan, mengatakan penguatan jejaring layanan kanker merupakan bagian dari pilar kedua transformasi kesehatan nasional, yakni peningkatan kualitas layanan rujukan.

Langkah tersebut juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjadikan penanganan kanker sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan daerah.

Kemenkes Tekankan Tiga Aspek Penting Penguatan Layanan Kanker

Yuli Astuti Saripawan menjelaskan bahwa program pengampuan rumah sakit tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan klinis tenaga kesehatan, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola pelayanan.

Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kerja sama jejaring layanan kanker, yakni pencapaian target yang terukur, kesinambungan pelayanan, dan akuntabilitas penggunaan sumber daya.

Ketiga aspek tersebut diperlukan agar program pengampuan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan akses dan mutu pelayanan bagi pasien kanker di rumah sakit daerah.

"Dampaknya terhadap akses dan mutu pelayanan di rumah sakit jejaring bukan sekadar terlaksananya kegiatan. Nah ini yang sangat penting jadi nanti untuk evaluasi mutu kami dari direktorat mutu yang biasanya turun," ujarnya.

Yuli menegaskan evaluasi program harus memperhatikan hasil yang dirasakan masyarakat, bukan hanya jumlah kegiatan yang berhasil dilaksanakan.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Lampung yang memberikan perhatian terhadap penguatan layanan kanker.

Menurutnya, dukungan dan kemauan pemerintah daerah menjadi faktor penting karena kebijakan pemerintah pusat tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan daerah.

RS Kanker Dharmais dan RSUP Persahabatan Perkuat Jejaring Rujukan

Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. Eniarti, mengatakan kanker masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Penyakit tersebut tidak hanya menimbulkan persoalan medis dan risiko kematian, tetapi juga memberikan dampak sosial serta ekonomi bagi pasien dan keluarganya.

Karena itu, penguatan layanan kanker membutuhkan kerja sama antarrumah sakit agar masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas tanpa harus selalu bergantung pada satu fasilitas rujukan nasional.

"Dalam rangka transformasi sistem kesehatan nasional, Kementerian Kesehatan terus mendorong penguatan layanan prioritas agar masyarakat dapat mengakses layanan kanker yang bermutu cepat dan merata di seluruh daerah. Upaya besar ini tentu tidak dapat dicapai secara parsial, maupun hanya bertumpu pada satu rumah sakit rujukan," katanya.

Eniarti menjelaskan RS Kanker Dharmais menjalankan peran sebagai rumah sakit pengampu nasional dalam pengembangan layanan kanker dengan dukungan rumah sakit pengampu regional.

Sebelumnya, pengampuan layanan kanker di Provinsi Lampung dilakukan oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), kemudian dilanjutkan oleh RSUP Persahabatan.

Melalui kerja sama tersebut, peningkatan kemampuan pelayanan kanker di Lampung diharapkan dapat berlangsung secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Empat Jenis Kanker Jadi Fokus Penguatan Pelayanan

Eniarti mengungkapkan kemitraan strategis dengan RSUP Persahabatan diharapkan mampu meningkatkan tata laksana penanganan kanker, khususnya kanker toraks, kanker paru, dan penyakit pernapasan terkait.

Namun, pengembangan jejaring pelayanan tidak hanya dibatasi pada penanganan kanker paru.

RS Kanker Dharmais bersama jejaring rumah sakit tengah memperkuat tata kelola pelayanan untuk empat jenis kanker utama, yakni kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, dan kanker kolorektal.

Penguatan pelayanan tersebut mencakup seluruh tahapan penanganan, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan, pengobatan, hingga perawatan paliatif bagi pasien yang membutuhkan.

Pendekatan tersebut bertujuan membangun sistem pelayanan yang lebih terintegrasi sehingga pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medisnya.

Lampung Catat 23.954 Pasien Kanker Rawat Inap Sepanjang 2025

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, mudah diakses, dan berkeadilan.

Menurutnya, penguatan kerja sama dengan rumah sakit rujukan nasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan di Lampung.

Rahmat mengungkapkan jumlah pasien kanker yang mendapatkan pelayanan kesehatan di wilayahnya menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap peningkatan fasilitas dan kualitas penanganan.

"Tahun 2025 terdapat 23.954 pasien kanser menjalani rawat inap di Provinsi Lampung. Sebanyak 23.332 dinyatakan hidup, dan 622 pasien meninggal di dunia. Pada periode yang sama, jumlah kasus baru dan kunjungan pasien untuk seluruh jenis kanker mencapai 91.000," katanya.

Data tersebut menunjukkan bahwa penanganan kanker masih menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Dari 23.954 pasien kanker yang menjalani rawat inap sepanjang 2025, sebanyak 23.332 pasien tercatat hidup, sedangkan 622 pasien meninggal dunia.

Sementara itu, angka 91.000 merupakan jumlah gabungan kasus baru dan kunjungan pasien untuk seluruh jenis kanker pada periode yang sama.

Pemprov Lampung Dorong Pelayanan Kanker Lebih Merata

Rahmat Mirzani Djausal menegaskan kerja sama dengan rumah sakit rujukan nasional akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat koordinasi antarfasilitas kesehatan.

Pemerintah Provinsi Lampung juga berupaya membangun sistem pelayanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasien dan mampu berjalan secara berkelanjutan.

Penguatan jejaring rujukan diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan rumah sakit daerah dalam menangani berbagai jenis kanker.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan medis, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kanker yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Kemenkes menekankan keberhasilan program pengampuan akan dinilai berdasarkan peningkatan mutu, kesinambungan layanan, dan manfaat nyata yang diterima pasien.

Melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung, RS Kanker Dharmais, dan RSUP Persahabatan, pengembangan layanan kanker di daerah diharapkan semakin terintegrasi dari deteksi dini hingga perawatan lanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026