
Pantau - Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) melengkapi fasilitas air bersih bagi 11 keluarga penyintas bencana yang akan menempati hunian sementara (huntara) di Desa Gewat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, melalui pembangunan jaringan distribusi air sepanjang sekitar 1,5 kilometer.
Fasilitas tersebut dilengkapi sistem penyaringan air berkapasitas 1.500 liter per jam dan dirancang menggunakan aliran gravitasi sehingga tidak bergantung pada pompa listrik.
Ketua Tim FTUI Sucipta Laksono mengatakan pembangunan fasilitas air bersih bertujuan memenuhi kebutuhan dasar para penyintas bencana, terutama karena lokasi sumber mata air cukup jauh dari kawasan huntara.
"Kami berharap bantuan terkait akses air bersih ini dapat menjaga kualitas air agar tetap memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam berbagai kondisi musim, terutama bagi para calon penghuni huntara," ujar Sucipta dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
FTUI Bangun Jaringan Air Bersih Sepanjang 1,5 Kilometer
Tim FTUI terlebih dahulu melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi sumber air yang dapat dimanfaatkan bagi penghuni huntara.
Survei tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni kualitas, kuantitas, dan kontinuitas ketersediaan air.
Berdasarkan hasil pengamatan, masyarakat Desa Gewat selama ini memanfaatkan sumber air pegunungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, kualitas air dari sumber tersebut menghadapi kendala karena tingkat kekeruhannya meningkat saat musim hujan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim FTUI dalam merancang sistem penyediaan air bersih bagi para calon penghuni huntara.
Setelah melakukan identifikasi sumber air, tim menyusun rancangan jaringan distribusi sepanjang sekitar 1,5 kilometer.
Perancangan jaringan dilakukan melalui perhitungan hidraulis, pemetaan wilayah, serta simulasi aliran air.
Tahapan tersebut bertujuan memastikan air dapat disalurkan dari sumber menuju seluruh unit hunian sementara.
Sistem Air Bersih Gunakan Gravitasi Tanpa Pompa Listrik
Salah satu keunggulan sistem distribusi yang dibangun FTUI adalah pemanfaatan energi gravitasi untuk mengalirkan air.
Dengan metode tersebut, jaringan distribusi tidak memerlukan pompa listrik dalam proses penyaluran air menuju huntara.
Sistem ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan kebutuhan calon penghuni hunian sementara.
Pemanfaatan gravitasi memungkinkan air mengalir melalui jaringan pipa berdasarkan perbedaan ketinggian antara sumber air dan titik distribusi.
FTUI menggunakan perhitungan teknis untuk memastikan rancangan jaringan mampu mendukung aliran air ke seluruh unit huntara.
Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan akses air bersih yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi musim.
Instalasi Penyaringan Mampu Mengolah 1.500 Liter Air per Jam
Selain membangun jaringan distribusi, FTUI memasang unit pengolahan air untuk meningkatkan kualitas air yang disalurkan kepada penghuni huntara.
Sistem penyaringan tersebut menggunakan media karbon aktif dan penyaring penghilang zat besi atau iron removal filter.
Kedua komponen itu digunakan untuk membantu mengurangi kandungan pencemar dalam air, khususnya unsur logam.
Instalasi pengolahan air yang dibangun memiliki kapasitas produksi mencapai 1.500 liter per jam.
Kapasitas tersebut disiapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi 11 keluarga yang akan menempati huntara.
Pengolahan air menjadi bagian penting dari fasilitas karena sumber air pegunungan yang digunakan masyarakat mengalami peningkatan kekeruhan ketika musim hujan.
Melalui pemasangan sistem filtrasi, tim FTUI berupaya meningkatkan kualitas air sebelum didistribusikan kepada calon penghuni.
Tim FTUI Uji Aliran Air ke Seluruh Unit Huntara
Setelah pembangunan jaringan distribusi selesai, tim FTUI melaksanakan pengujian awal sistem atau commissioning.
Pengujian tersebut dilakukan untuk mengevaluasi kinerja instalasi dan memastikan air dapat mengalir menuju seluruh unit hunian sementara.
Tahapan ini juga menjadi bagian dari pemeriksaan kesiapan fasilitas sebelum dimanfaatkan oleh para penyintas bencana.
Tim melakukan pengecekan terhadap jaringan yang telah dibangun untuk memastikan sistem distribusi bekerja sesuai rancangan.
Dengan selesainya pembangunan dan pengujian tersebut, fasilitas air bersih diharapkan dapat menunjang kebutuhan penghuni huntara.
Warga Desa Gewat Gotong Royong Dukung Pembangunan Fasilitas
Pelaksanaan pembangunan jaringan air bersih mendapat dukungan dari Kepala Desa Gewat dan masyarakat setempat.
Warga turut berpartisipasi melalui kegiatan gotong royong selama proses pengerjaan fasilitas.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari pelaksanaan program penyediaan akses air bersih di kawasan hunian sementara.
FTUI berharap fasilitas yang dibangun dapat meningkatkan kelayakan hunian bagi keluarga terdampak bencana.
Selain untuk kebutuhan sehari-hari, ketersediaan air bersih juga diharapkan mendukung kebersihan diri, higiene, dan sanitasi para penghuni.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu 11 keluarga penyintas bencana memenuhi kebutuhan dasar ketika menempati huntara di Desa Gewat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
- Penulis :
- Aditya Yohan




