
Pantau - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penambahan dua kandidat vaksin baru Ebola dalam uji klinis Tumaini yang sedang berlangsung di Republik Demokratik (RD) Kongo untuk mengevaluasi perlindungan terhadap virus Bundibugyo yang disebut sebagai penyebab wabah saat ini.
Kedua kandidat vaksin tersebut adalah ChAdOx1 yang dikembangkan Universitas Oxford bersama Serum Institute of India serta mRNA-1469 yang dikembangkan perusahaan farmasi Moderna.
Rekomendasi tersebut disampaikan WHO melalui pernyataan resmi pada Rabu (4/11/2026), sebagaimana dilaporkan dari Moskow, Kamis (5/11/2026).
Langkah ini menjadi perkembangan penting dalam penelitian vaksin Ebola karena kandidat vaksin yang secara khusus dirancang untuk melindungi dari virus Bundibugyo akan dievaluasi ketika wabah masih berlangsung.
WHO Usulkan Dua Kandidat Vaksin Masuk Uji Klinis Tumaini
WHO menjelaskan bahwa rekomendasi penambahan vaksin dikeluarkan oleh kelompok pakar yang dibentuk organisasi kesehatan internasional tersebut.
Kelompok pakar merekomendasikan agar dua kandidat vaksin baru dimasukkan ke dalam uji klinis Tumaini di RD Kongo.
"Kelompok pakar yang dibentuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penambahan dua kandidat vaksin baru Ebola ke dalam uji klinis Tumaini yang sedang berlangsung di RD Kongo," demikian pernyataan WHO.
Uji klinis tersebut menjadi sarana untuk mengevaluasi kandidat vaksin yang dikembangkan secara khusus terhadap virus Bundibugyo.
WHO menilai penelitian ini memiliki arti penting karena dilakukan pada saat wabah penyakit masih berlangsung.
"Rekomendasi ini menandai pertama kalinya vaksin yang dibuat khusus untuk memberikan perlindungan terhadap virus Bundibugyo, penyebab wabah saat ini, akan dievaluasi selama wabah penyakit tersebut berlangsung," lanjut pernyataan tersebut.
Rekomendasi itu belum berarti kedua vaksin telah terbukti efektif atau memperoleh persetujuan untuk digunakan secara luas.
Oxford dan Moderna Kembangkan Kandidat Vaksin Ebola
Dua kandidat vaksin yang direkomendasikan WHO berasal dari pengembang yang berbeda.
Kandidat pertama adalah ChAdOx1 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford melalui kerja sama dengan Serum Institute of India.
Sementara itu, kandidat kedua adalah mRNA-1469 yang dikembangkan oleh Moderna.
Keduanya diusulkan untuk dievaluasi melalui uji klinis Tumaini guna meneliti potensi perlindungan terhadap virus Bundibugyo.
Penambahan kandidat vaksin tersebut diharapkan memperluas penelitian mengenai upaya pencegahan infeksi Ebola yang disebabkan oleh virus tersebut.
Namun, WHO belum menyampaikan hasil pengujian efektivitas maupun keamanan kedua kandidat vaksin dalam informasi yang diumumkan.
Virus Bundibugyo Jadi Sasaran Pengembangan Vaksin
Virus Bundibugyo merupakan salah satu virus yang dapat menyebabkan penyakit Ebola.
WHO menyebut pengembangan vaksin yang secara khusus ditujukan terhadap virus tersebut sebagai langkah penting dalam menghadapi wabah yang sedang berlangsung di RD Kongo.
Penelitian terhadap kandidat vaksin baru diperlukan untuk mengetahui apakah vaksin mampu memberikan perlindungan terhadap infeksi yang menjadi sasaran pengembangannya.
Melalui uji klinis, para peneliti dapat mengumpulkan data mengenai respons terhadap vaksin dan aspek keamanan penggunaannya.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari proses penelitian sebelum suatu kandidat vaksin dapat dipertimbangkan untuk penggunaan lebih luas.
Data Ebola di RD Kongo Catat 10.467 Kasus Infeksi
Berdasarkan data yang dicantumkan dalam laporan tersebut, jumlah kasus infeksi Ebola di RD Kongo mencapai 10.467 kasus.
Sementara itu, jumlah kematian terkonfirmasi yang dilaporkan mencapai 5.103 orang.
Laporan tersebut tidak merinci periode pengumpulan data maupun apakah seluruh angka itu berkaitan dengan wabah Bundibugyo yang sedang berlangsung.
Karena itu, angka tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk menggambarkan jumlah korban dalam wabah saat ini tanpa penjelasan tambahan.
WHO terus mendorong evaluasi kandidat vaksin baru melalui uji klinis Tumaini sebagai bagian dari penelitian perlindungan terhadap virus Bundibugyo.
Penambahan ChAdOx1 dan mRNA-1469 dalam uji klinis di RD Kongo diharapkan menghasilkan data ilmiah yang diperlukan untuk menilai potensi kedua vaksin dalam menghadapi penyakit Ebola.
- Penulis :
- Aditya Yohan




