
Pantau - Komisi Eropa mendesak Ukraina mempercepat reformasi hukum, demokrasi, dan administrasi publik setelah mempresentasikan peta jalan perluasan keanggotaan Uni Eropa yang mencakup empat negara kandidat utama, yakni Ukraina, Montenegro, Albania, dan Moldova.
Peta jalan tersebut diumumkan di Brussels, Belgia, Rabu (4/11/2026), melalui paket perluasan tahunan yang memuat tahapan dan persyaratan bagi negara-negara kandidat untuk melanjutkan proses aksesi atau bergabung dengan Uni Eropa.
Komisi Eropa menegaskan bahwa kemajuan setiap negara menuju keanggotaan bergantung pada keberhasilan pelaksanaan reformasi yang telah ditetapkan.
Ukraina menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian karena menargetkan penyelesaian negosiasi aksesi pada akhir 2028.
Ukraina Diminta Percepat Reformasi Hukum dan Demokrasi
Komisi Eropa menyatakan Ukraina telah membuka empat kelompok atau klaster negosiasi dalam setahun terakhir.
Menurut lembaga eksekutif Uni Eropa tersebut, Ukraina juga telah memenuhi persyaratan untuk membuka seluruh klaster negosiasi yang masih tersisa.
Meski demikian, Komisi Eropa menekankan bahwa kemajuan tersebut harus diikuti percepatan reformasi dalam sejumlah bidang penting.
Salah satu prioritas yang disoroti adalah penguatan supremasi hukum sebagai bagian dari persyaratan keanggotaan Uni Eropa.
Ukraina juga diminta meningkatkan kualitas lembaga demokrasi dan melanjutkan reformasi administrasi publik.
Selain itu, Komisi Eropa menekankan pentingnya pelaksanaan rencana aksi mengenai perlindungan minoritas nasional.
Reformasi pada bidang-bidang tersebut menjadi tolok ukur yang harus dipenuhi Ukraina untuk melanjutkan proses negosiasi aksesi.
Komisi Eropa Soroti Kinerja Lembaga Antikorupsi Ukraina
Selain reformasi kelembagaan, Komisi Eropa turut memberikan penilaian terhadap kinerja lembaga khusus pemberantasan korupsi di Ukraina.
Dalam laporan perluasannya, Komisi Eropa menyebut lembaga-lembaga antikorupsi Ukraina secara umum masih beroperasi secara independen dan efektif.
Penilaian tersebut menjadi bagian dari pemantauan terhadap kemampuan Ukraina memenuhi persyaratan tata kelola dan supremasi hukum.
Meski terdapat kemajuan, Komisi Eropa tetap meminta pemerintah Ukraina mempercepat reformasi untuk mencapai target penyelesaian negosiasi pada akhir 2028.
Proses aksesi tidak hanya ditentukan oleh pembukaan klaster negosiasi, tetapi juga oleh pemenuhan standar yang ditetapkan dalam setiap bidang pembahasan.
Montenegro Paling Dekat Selesaikan Negosiasi Keanggotaan
Di antara empat negara kandidat yang dibahas dalam peta jalan tersebut, Montenegro disebut sebagai negara yang paling mendekati penyelesaian negosiasi keanggotaan Uni Eropa.
Komisi Eropa mencatat Montenegro telah menutup sementara 21 bab negosiasi aksesi.
Negara tersebut berpeluang menyelesaikan pembahasan bab-bab yang masih tersisa pada akhir 2026.
Komisi Eropa juga menyatakan pekerjaan terkait penyusunan perjanjian aksesi Montenegro telah dimulai.
Perkembangan tersebut menempatkan Montenegro pada tahap yang lebih maju dibandingkan kandidat lain dalam proses negosiasi keanggotaan.
Namun, penyelesaian negosiasi tetap menjadi tahapan yang berbeda dari pengesahan keanggotaan penuh Uni Eropa.
Albania Targetkan Negosiasi Rampung 2027, Moldova Awal 2028
Selain Montenegro dan Ukraina, Komisi Eropa memaparkan perkembangan proses aksesi Albania dan Moldova.
Albania menargetkan penyelesaian negosiasi keanggotaan Uni Eropa pada 2027.
Sementara itu, Moldova menargetkan seluruh proses negosiasinya dapat diselesaikan pada awal 2028.
Komisi Eropa menegaskan bahwa pencapaian kedua target tersebut bergantung pada keberlanjutan reformasi di masing-masing negara.
Dengan demikian, target waktu yang disampaikan belum menjadi jaminan bahwa proses negosiasi akan selesai sesuai jadwal.
Keberhasilan reformasi tetap menjadi faktor penentu dalam penilaian kemajuan setiap negara kandidat.
Uni Eropa Siapkan Integrasi Bertahap Sebelum Keanggotaan Penuh
Komisi Eropa juga mengusulkan kerangka kerja bersama untuk mengintegrasikan negara-negara kandidat ke sejumlah sektor strategis sebelum memperoleh status anggota penuh.
Sektor yang menjadi sasaran integrasi meliputi energi, transportasi, teknologi digital, dan pertahanan.
Melalui pendekatan tersebut, negara-negara kandidat dapat mulai membangun keterhubungan dengan kebijakan dan sistem Uni Eropa selama proses aksesi masih berlangsung.
Komisi Eropa merencanakan dimulainya dialog terkait kerangka integrasi tersebut dalam enam bulan mendatang.
Usulan ini menjadi bagian dari strategi perluasan Uni Eropa yang tidak hanya berfokus pada negosiasi keanggotaan, tetapi juga kerja sama sektoral sebelum aksesi selesai.
Komisi Eropa menegaskan bahwa reformasi tetap menjadi dasar utama dalam menentukan kemajuan Ukraina, Montenegro, Albania, dan Moldova menuju keanggotaan Uni Eropa.
Dengan peta jalan tersebut, keempat negara memiliki target penyelesaian negosiasi masing-masing, sementara proses integrasi bertahap disiapkan untuk memperkuat kerja sama sebelum keanggotaan penuh tercapai.
- Penulis :
- Aditya Yohan




