
Pantau - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memberikan penjelasan resmi terkait insiden penembakan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026), yang mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka.
TNI AD menyatakan insiden tersebut bermula dari upaya aparat gabungan TNI dan Polri menurunkan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Berdasarkan keterangan pers resmi TNI AD yang diterima di Jakarta, Kamis (5/11/2026), aparat mengaku telah melakukan pendekatan persuasif kepada penyelenggara kegiatan sebelum melaksanakan penertiban.
Namun, upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan karena panitia tetap mempertahankan bendera yang dikibarkan di lokasi acara.
TNI AD Jelaskan Awal Penertiban Bendera Bulan Bintang
Menurut keterangan TNI AD, peristiwa bermula ketika aparat berupaya melakukan penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang di kawasan meunasah Desa Pulo Keunari.
Bendera tersebut dikibarkan dalam rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di desa tersebut.
Aparat TNI dan Polri disebut telah mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dengan berkomunikasi kepada pihak penyelenggara.
Namun, panitia kegiatan tetap bersikeras mempertahankan bendera sehingga proses penertiban tidak mencapai kesepakatan.
Dalam waktu bersamaan, TNI AD juga menyatakan sedang mengantisipasi rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Situasi di Desa Pulo Keunari kemudian memanas ketika sejumlah warga menolak tindakan penertiban yang dilakukan aparat.
Penolakan Warga Berujung Pelemparan Batu dan Tembakan Peringatan
TNI AD menyebut penolakan warga terhadap penertiban Bendera Bulan Bintang berkembang menjadi bentrokan antara massa dan aparat.
Menurut versi TNI AD, eskalasi konflik meningkat setelah terjadi aksi pelemparan batu di lokasi kegiatan.
Personel keamanan disebut telah berupaya menenangkan situasi dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.
Namun, aparat menyatakan kondisi semakin tidak terkendali sehingga dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap.
"Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet," demikian keterangan dalam siaran pers TNI AD.
Pernyataan tersebut merupakan penjelasan resmi TNI AD mengenai penggunaan tembakan dalam proses penertiban.
Setelah massa membubarkan diri, personel TNI kemudian menurunkan Bendera Bulan Bintang dari lokasi kegiatan.
Satu Warga Meninggal Dunia dan 13 Orang Terluka
Insiden penertiban tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban.
Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan 13 warga lainnya mengalami luka-luka.
TNI AD mengidentifikasi korban meninggal dunia sebagai Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.
"Korban meninggal dunia diketahui bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie," demikian keterangan dalam siaran pers tersebut.
Jenazah korban dimakamkan pada Kamis dini hari setelah insiden yang terjadi sehari sebelumnya.
Keterangan TNI AD belum merinci penyebab medis kematian korban maupun jenis luka yang dialami seluruh warga dalam peristiwa tersebut.
Enam Personel TNI Juga Mengalami Luka-Luka
Selain korban dari pihak warga, TNI AD melaporkan enam personelnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Seluruh personel yang terluka disebut telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Dengan demikian, berdasarkan data yang disampaikan TNI AD, jumlah korban luka dari pihak warga dan aparat mencapai 19 orang.
Rinciannya terdiri atas 13 warga dan enam personel TNI, sedangkan satu warga lainnya meninggal dunia.
TNI AD tidak menjelaskan lebih lanjut tingkat keparahan luka yang dialami para korban dalam keterangan tersebut.
TNI AD Sampaikan Belasungkawa dan Pantau Situasi Keamanan
TNI AD menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Abzalul Riza dalam peristiwa penertiban di Kabupaten Pidie.
Institusi tersebut juga berharap seluruh warga dan personel yang mengalami luka-luka dapat segera pulih setelah memperoleh perawatan medis.
Selain itu, TNI AD menyatakan akan terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah tersebut.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan kondisi di Kabupaten Pidie tetap terkendali setelah insiden yang menimbulkan korban jiwa.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, belum terdapat penjelasan mengenai hasil penyelidikan independen terkait penyebab kematian warga maupun penilaian atas penggunaan kekuatan oleh aparat.
Penjelasan mengenai kronologi dan tindakan pengamanan yang disampaikan dalam siaran pers tersebut masih merupakan keterangan resmi dari pihak TNI AD.
- Penulis :
- Aditya Yohan




