
Pantau - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyediakan fitur pembaca layar atau screen reader dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) agar siswa tunanetra dapat mengerjakan ujian secara mandiri dan memperoleh kesempatan yang setara.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut aspirasi Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pertuni 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Fikri menilai penyediaan teknologi pendukung merupakan bagian penting dalam menjamin akses pendidikan yang inklusif bagi penyandang disabilitas netra.
“Penyediaan fitur tersebut agar siswa penyandang disabilitas netra dapat mengikuti ujian secara setara dan mandiri," ucap Fikri sebagaimana dikutip di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
DPR Dorong TKA Ramah Disabilitas dengan Teknologi Pembaca Layar
Fikri menjelaskan bahwa fitur pembaca layar diperlukan agar peserta didik tunanetra dapat mengakses soal ujian tanpa bergantung pada bantuan orang lain.
Teknologi tersebut diharapkan memungkinkan siswa penyandang disabilitas netra mengikuti seluruh tahapan ujian dengan lebih mandiri.
Menurutnya, penyediaan fasilitas aksesibilitas dalam TKA merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Fikri yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Pertuni menegaskan bahwa aspirasi mengenai aksesibilitas pendidikan harus ditindaklanjuti melalui langkah konkret.
Ia meminta hasil Rakernas Pertuni 2026 tidak hanya menjadi dokumen organisasi, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan dan program.
"Keputusan yang kita ambil hari ini bukan sekadar catatan rapat, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab penuh dari seluruh pengurus pusat hingga daerah. Waktunya beralih dari perencanaan menuju tindakan nyata,” kata Fikri saat menutup rakernas tersebut.
Aplikasi i-Pusnas Diminta Lebih Mudah Diakses Tunanetra
Selain pelaksanaan TKA, Fikri menyoroti kebutuhan peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas netra dalam layanan literasi digital.
Ia berharap Perpustakaan Nasional segera menyediakan akses yang lebih ramah bagi pengguna tunanetra pada aplikasi perpustakaan digital i-Pusnas.
Menurutnya, layanan perpustakaan digital perlu dapat digunakan oleh seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang membutuhkan teknologi bantu.
Peningkatan aksesibilitas tersebut menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan dalam Rakernas Pertuni 2026.
Pertuni Dorong Pembinaan Atlet dan Akses Perbankan Inklusif
Pada sektor olahraga, Fikri mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga meningkatkan koordinasi dengan Pertuni untuk mendukung pembinaan atlet penyandang disabilitas netra.
Dukungan tersebut ditujukan bagi atlet tunanetra yang telah menunjukkan prestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Sementara itu, dalam sektor keuangan, Fikri meminta perbankan badan usaha milik negara (BUMN) menyederhanakan persyaratan administrasi bagi penyandang disabilitas netra.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah integrasi Kartu Tanda Anggota (KTA) Pertuni dengan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Usulan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan akses penyandang disabilitas netra terhadap layanan keuangan.
Fikri menegaskan bahwa seluruh aspirasi hasil rakernas perlu dikawal melalui konsolidasi, implementasi, advokasi, dan apresiasi.
Pertuni Siap Kawal Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Pertuni mengajak pemerintah, organisasi, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam memperjuangkan hak penyandang disabilitas.
Ketua Umum DPP Pertuni Setiawan Gema Budi menyatakan organisasinya siap terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pelaksanaan program kesejahteraan sosial.
Komitmen tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Setiawan juga mengapresiasi dukungan Kementerian Sosial yang telah mendampingi Pertuni sejak 2024.
Dukungan itu mencakup kegiatan kelembagaan serta program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Melalui hasil Rakernas Pertuni 2026, organisasi tersebut berharap berbagai usulan terkait pendidikan, literasi, olahraga, dan layanan keuangan dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




