HOME  ⁄  Nasional

KAI Periksa Tiga Perlintasan Kereta Api di Yogyakarta demi Keselamatan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

KAI Periksa Tiga Perlintasan Kereta Api di Yogyakarta demi Keselamatan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027
Foto: Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin meninjau langsung perlintasan sebidang di wilayah Daop 6 Yogyakarta, Jumat 6/11/2026 (sumber: KAI)

Pantau - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, memastikan kesiapan prasarana dan keselamatan perjalanan kereta api menjelang angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 melalui peninjauan langsung terhadap tiga perlintasan sebidang di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi prasarana perkeretaapian tetap optimal dalam mendukung kelancaran operasional kereta api, terutama menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama liburan akhir tahun.

Bobby menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama KAI, termasuk dalam menghadapi potensi gangguan operasional akibat musim hujan.

"Keselamatan adalah prioritas. Saya ingin memastikan langsung setiap pekerjaan berjalan baik dan seluruh jajaran KAI siap menghadapi musim hujan serta angkutan Natal dan Tahun Baru," kata Bobby dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Bobby, kesiapan prasarana tidak cukup hanya dipastikan melalui laporan, tetapi juga membutuhkan pengawasan langsung untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya KAI menjaga keandalan operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru.

KAI Periksa Kualitas Konstruksi Beton di Tiga Perlintasan Sebidang Yogyakarta

Dalam peninjauan tersebut, Bobby memeriksa tiga perlintasan sebidang di wilayah Daop 6 Yogyakarta dengan perhatian khusus terhadap kualitas pekerjaan Concrete Level Crossing (CLC) atau konstruksi beton pada perlintasan kereta api.

Pemeriksaan konstruksi beton dilakukan untuk memastikan kualitas prasarana perlintasan sebidang memenuhi kebutuhan operasional dan mendukung keselamatan perjalanan kereta api.

Lokasi pertama yang ditinjau adalah perlintasan sebidang JPL 707 di Dusun Tapen, Kalurahan Argosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peninjauan kemudian dilakukan di perlintasan sebidang JPL 704 yang berada di Bantar Kulon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sementara itu, lokasi ketiga yang diperiksa adalah perlintasan sebidang JPL 739 di Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.

Pemeriksaan terhadap ketiga lokasi tersebut juga menjadi langkah antisipasi KAI terhadap kemungkinan gangguan perjalanan kereta api selama musim hujan.

Bobby meminta seluruh jajaran KAI menjaga konsistensi dalam memastikan kualitas pekerjaan prasarana, keandalan operasional, serta keselamatan perjalanan kereta api.

Selain kesiapan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga menjadi perhatian agar masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman dan nyaman.

"Fokus saya adalah menjaga keselamatan, dan memastikan pelayanan KAI terus semakin baik. Masyarakat harus mendapatkan layanan terbaik," tegas Bobby.

Menhub Minta Operator Transportasi Siapkan Rencana Operasi Natal dan Tahun Baru

Upaya KAI memastikan kesiapan prasarana perkeretaapian tersebut sejalan dengan arahan pemerintah kepada seluruh operator transportasi dalam menghadapi periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta seluruh operator transportasi mempersiapkan rencana operasi untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama liburan akhir tahun.

Arahan tersebut mencakup kesiapan armada, awak kendaraan, sistem operasional, hingga strategi penanganan risiko dan kondisi darurat yang berpotensi terjadi selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru.

"Saya meminta setiap pimpinan operator menyiapkan rencana operasi Natal dan Tahun Baru," kata Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/11).

Menurut Kementerian Perhubungan, setiap operator perlu menyusun langkah pengendalian risiko guna meminimalkan potensi gangguan keselamatan dan kelancaran pelayanan transportasi.

Rencana operasi juga harus memperhitungkan kemungkinan lonjakan jumlah penumpang, termasuk melalui pengaturan kapasitas angkutan sesuai kebutuhan perjalanan masyarakat.

Selain itu, seluruh operator diminta menyiapkan prosedur penanganan keadaan darurat apabila terjadi gangguan pelayanan selama periode liburan akhir tahun.

Kementerian Perhubungan turut menekankan pentingnya pemeriksaan armada secara berkala untuk memastikan seluruh moda transportasi memenuhi persyaratan keselamatan sebelum digunakan melayani masyarakat.

Kesiapan Armada dan Petugas Jadi Perhatian Pemerintah

Selain memastikan kondisi armada, Kementerian Perhubungan meminta seluruh operator memperhatikan kesiapan pengemudi, awak kendaraan, serta petugas operasional yang bertugas selama angkutan Natal dan Tahun Baru.

Kompetensi, kondisi kesehatan, dan kemampuan petugas dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan menjadi aspek penting dalam menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan transportasi.

Pemerintah juga meminta operator memastikan sistem operasional berjalan secara andal agar potensi kepadatan penumpang maupun gangguan perjalanan dapat diantisipasi sejak dini.

Pengaturan kapasitas angkutan dan kesiapan penanganan keadaan darurat menjadi bagian dari langkah untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Melalui kesiapan prasarana, armada, petugas, dan sistem operasional, pemerintah berharap penyelenggaraan angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 berlangsung aman, tertib, dan mampu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026