
Pantau - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) serta Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) menggelar pelatihan teknis budi daya bawang putih bagi kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan nasional.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterampilan petani dalam mengembangkan bawang putih sebagai salah satu komoditas strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rizal Irawan mengatakan peningkatan kemampuan petani membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pertanian, dan kepolisian.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi kedaulatan dan kemandirian bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pembangunan pertanian,” kata Rizal di Palu, Sabtu (7/11/2026).
Polda Sulteng Dorong Peningkatan Produktivitas Petani Bawang Putih
Rizal menjelaskan pelatihan teknis tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani dalam menerapkan metode budi daya bawang putih yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Menurut dia, pengembangan bawang putih perlu didukung peningkatan kualitas budi daya agar hasil produksi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pelatihan tersebut juga diharapkan membantu petani menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan produktivitas dan hasil panen.
Rizal menilai penguatan sektor pertanian merupakan bagian penting dalam mendukung kemandirian pangan nasional.
Ia mengatakan kegiatan tersebut sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan.
“Semoga pelatihan ini memperkuat kemandirian petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar dia.
Sulawesi Tengah Dapat Alokasi Pengembangan Bawang Putih 3.000 Hektare
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah Zulviany mengungkapkan provinsi tersebut memperoleh alokasi pengembangan bawang putih seluas 3.000 hektare pada 2026.
Menurut dia, pengembangan lahan tersebut perlu disertai penerapan teknik pertanian yang tepat agar produksi bawang putih dapat meningkat.
Zulviany menekankan pentingnya memperhatikan kesesuaian lahan sebelum memulai penanaman bawang putih.
Selain itu, penggunaan benih bermutu menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk mendukung keberhasilan budi daya.
Petani juga perlu menerapkan teknik budi daya yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.
Sinergi Kepolisian dan Dinas Pertanian Dukung Swasembada Pangan
Zulviany mengapresiasi keterlibatan Polda Sulawesi Tengah dalam mendukung peningkatan keterampilan petani melalui pelatihan teknis.
Menurut dia, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat pengembangan komoditas bawang putih di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan komitmen Polda Sulteng dalam mendukung pengembangan bawang putih. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik untuk mendorong swasembada bawang putih nasional,” katanya.
Kerja sama antara Polda Sulawesi Tengah, Dinas TPH, dan BRMP diharapkan dapat membantu kelompok tani mengoptimalkan pengembangan bawang putih.
Peningkatan keterampilan dan produktivitas petani juga diharapkan memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tengah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




