HOME  ⁄  Nasional

14 Alat Peringatan Dini Curah Hujan di Temanggung Rusak Total, BPBD Minta Perangkat Segera Diganti

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

14 Alat Peringatan Dini Curah Hujan di Temanggung Rusak Total, BPBD Minta Perangkat Segera Diganti
Foto: (Sumber :Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Temanggung Yuli Krisna Ariyanti. (ANTARA/Heru Suyitno).)

Pantau - Sebanyak 14 unit perangkat sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) curah hujan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengalami kerusakan total dan tidak dapat diperbaiki.

Kerusakan tersebut menjadi perhatian BPBD karena perangkat EWS berfungsi memberikan peringatan dini kepada masyarakat di kawasan rawan bencana ketika intensitas hujan mencapai ambang batas tertentu.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Temanggung Yuli Krisna Ariyanti mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan bersama tenaga teknis yang memiliki keahlian dalam penanganan perangkat EWS.

"Yang curah hujan ada 14 itu memang semuanya kondisinya rusak. Kemarin sudah kami cek bersama teman-teman yang memang ahli EWS, diperbaiki pun tidak bisa, harus diganti," kata Yuli di Temanggung, Sabtu (7/11/2026).

Perangkat EWS Curah Hujan Sudah Dipasang Sejak 2016

Yuli menjelaskan BPBD Temanggung telah memasang sekitar 80 unit perangkat EWS di sejumlah wilayah yang memiliki potensi bencana.

Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak 14 perangkat khusus pemantau curah hujan sudah tidak berfungsi.

Perangkat yang mengalami kerusakan diketahui merupakan alat pengadaan sekitar 2016 dengan sistem kerja menggunakan corong penampung air hujan.

Air yang tertampung kemudian dialirkan melalui selang menuju alat pengukur yang berada di dalam rumah.

Ketika intensitas hujan mencapai batas tertentu, perangkat tersebut seharusnya mengeluarkan bunyi sirene sebagai tanda peringatan kepada masyarakat.

Berdasarkan pemeriksaan teknis, seluruh perangkat EWS curah hujan tersebut sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki sehingga perlu dilakukan penggantian.

Tiga EWS Modern di Kawasan Rawan Longsor Masih Berfungsi

Di tengah kerusakan belasan perangkat pemantau curah hujan, BPBD Temanggung masih memiliki tiga unit EWS modern yang berfungsi dengan baik.

Ketiga perangkat tersebut dipasang di wilayah rawan tanah longsor, yakni Getas dan Tempuran di Kecamatan Kaloran serta Dusun Demangan, Desa Pingit, Kecamatan Pringsurat.

Ketiga lokasi tersebut dipilih karena beberapa kali mengalami bencana tanah longsor.

Berbeda dengan perangkat model lama, EWS modern mampu mengirimkan laporan kondisi secara digital sehingga mendukung pemantauan dan penyampaian informasi peringatan dini.

Sementara itu, sebagian besar perangkat EWS pemantau gerakan tanah lainnya masih menggunakan sistem manual yang bekerja dengan mendeteksi pergeseran tanah dan mengeluarkan bunyi peringatan ketika terjadi pergerakan.

Keberadaan perangkat peringatan dini menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana karena dapat membantu masyarakat dan petugas melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko serta dampak bencana.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026