
Pantau - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan bahwa peningkatan anggaran pertahanan Indonesia ditujukan untuk memperkuat kemampuan menjaga kedaulatan negara, bukan untuk kepentingan menyerang negara lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Utut saat menerima kunjungan delegasi militer Amerika Serikat yang tergabung dalam U.S. CAPSTONE Fellows Delegation di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Pertemuan tersebut membahas sistem ketatanegaraan Indonesia, hubungan antara DPR dan pemerintah, serta dukungan parlemen terhadap penguatan sektor pertahanan nasional.
Utut menjelaskan bahwa peningkatan anggaran pertahanan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia.
“Kita memperkuat pertahanan untuk menjaga diri dan menjaga kedaulatan, bukan untuk menyerang,” tegasnya.
Delegasi CAPSTONE AS Pelajari Sistem Ketatanegaraan Indonesia
Utut menjelaskan bahwa delegasi CAPSTONE merupakan peserta program pendidikan strategis Amerika Serikat yang berasal dari tiga matra angkatan bersenjata.
Delegasi tersebut terdiri atas sejumlah perwira tinggi, termasuk jenderal dan laksamana bintang empat, serta perwira bintang dua dan bintang satu.
“CAPSTONE ini terdiri dari marsekal bintang empat, laksamana bintang empat, beberapa bintang dua, dan beberapa bintang satu dari tiga matra angkatan di Amerika Serikat. Kalau di Indonesia mungkin bisa dianalogikan seperti Sesko (Sekolah Staf dan Komando). Mereka sedang menjalani program pembelajaran dan setelah dari Indonesia akan melanjutkan kunjungan ke Fiji dan New Zealand dalam rangka tur ke Asia,” ujar Utut.
Menurut Utut, delegasi tersebut sebelumnya berharap dapat bertemu langsung dengan Ketua DPR RI.
Namun, karena Ketua DPR sedang menjalankan agenda di Manado, pertemuan dengan delegasi Amerika Serikat diwakili oleh Komisi I DPR RI.
DPR Tegaskan Anggaran Pertahanan Indonesia Terus Meningkat
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah hubungan antara lembaga legislatif dan pemerintah dalam menentukan dukungan anggaran pertahanan.
Utut menyampaikan bahwa DPR memiliki peran dalam mendukung kebutuhan anggaran pertahanan berdasarkan prioritas pemerintah.
“Tadi yang paling penting adalah bagaimana hubungan DPR dengan pemerintah, terutama dukungan soal anggaran. Kami menyampaikan bahwa anggaran pertahanan Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat,” jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Ia menegaskan bahwa peningkatan anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional.
Menurutnya, penguatan sektor pertahanan merupakan langkah untuk memastikan Indonesia memiliki kemampuan menjaga diri dan mempertahankan kedaulatannya.
Prioritas Anggaran Pertahanan Mengikuti Kebutuhan Pemerintah
Utut menyampaikan bahwa pembahasan anggaran pertahanan pada tahun-tahun mendatang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas yang ditetapkan pemerintah.
DPR akan mempertimbangkan bidang pertahanan yang membutuhkan tambahan anggaran maupun penyesuaian berdasarkan usulan pemerintah.
“Soal prioritas pertahanan ke depan, itu nanti mengikuti kebutuhan dan usulan pemerintah. DPR akan mendukung sesuai prioritas, mana yang perlu ditambah dan mana yang perlu disesuaikan,” pungkasnya.
Pertemuan dengan delegasi CAPSTONE tersebut menjadi forum pertukaran pandangan mengenai kebijakan pertahanan dan hubungan kelembagaan antara DPR dan pemerintah Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka




