
Pantau.com - Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati, Kamis (24/5/2018). Bandara itu digadang-gadang menjadi yang kedua terbesar di Indonesia.
Presiden Jokowi pun tak lupa berterima kasih kepada berbagai pihak yang turut berkontribusi terciptanya bandara tersebut. Tak terkecuali kepada presiden sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.
Baca juga: Pantau Foto: Intip Mewahnya Bandara Kertajati yang Baru Diresmikan
Dari unggahan di akun Instagram pribadinya, Presiden turut mengunggah video kedatangan pesawat kepresidenan yang melakukan pendaratan bersejarah (historical landing).
"Alhamdulillah pendaratan pertama Pesawat Kepresidenan RI di Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat berjalan lancar. Doakan bandara ini sudah dapat melayani arus mudik Lebaran 2018. Kata Menhub kurang lebih tanggal 8 Juni 2018 juga sudah ada penerbangan komersial yang masuk," tulis akun instagram Jokowi.
"Saya ucapkan terima kasih pada Pak Susilo Bambang Yudhoyono, Pak Ahmad Heryawan dan jajarannya yang sudah mencanangkan sejak lebih dari satu dekade lalu. Beliau, keduanya menjadi bagian tidak terpisahkan terwujudnya bandara kebanggaan warga Jawa Barat," tulisnya.
Bandara Kertajati sejatinya diinisiasi Pemprov Jabar. Namun pemerintah pusat memiliki andil dalam pembangunannya. Bandara itu juga disuntik dengan dana APBN, terutama untuk pekerjaan sisi udara, seperti landas pacu, tempat parkir pesawat, dan lainnya.
Baca juga: Lalin Jakarta Bakal 'Longgar' Pasca Integrasi Bandara Kertajati?
Proses pembangunan bandara ini cukup berliku. Meski Keputusan Menteri Perhubungan No. 34/2005 tentang penetapan lokasi Bandara Kertajati sudah keluar, namun pengerjaan sisi udara baru dimulai tahun 2015.
Total dana untuk pengembangan Bandara Kertajati mencapai kisaran Rp3,5 triliun dengan rincian pembangunan sisi udara sebesar Rp825 miliar, dan sisi darat sebesar Rp2,7 triliun, termasuk pembebasan lahannya.
- Penulis :
- Adryan N









