
Pantau - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan penyesalan dan keprihatinan atas insiden dugaan pelecehan seksual yang terjadi di dalam salah satu armadanya pada Rabu, 31 Desember 2025 sekitar pukul 11.30 WIB.
Insiden tersebut terjadi di bus Transjakarta rute 1A yang melayani jalur Balai Kota–PIK.
Korban Langsung Ditangani, Transjakarta Siap Dukung Proses Hukum
Pernyataan resmi disampaikan oleh Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, pada Jumat, 2 Januari 2026.
Usai menerima laporan ketidaknyamanan dari korban melalui pramusapa yang bertugas di lapangan, pihak Transjakarta langsung melakukan komunikasi dengan korban untuk memastikan kondisinya.
"Kami percaya bahwa keamanan adalah hak setiap individu," ungkap Ayu.
Ia menambahkan bahwa Transjakarta akan mendampingi dan mendukung korban dalam proses hukum, serta mendorong seluruh pelanggan untuk saling menjaga dan peduli, khususnya dalam menciptakan lingkungan transportasi yang aman.
Transjakarta mengimbau pelanggan untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk tindakan yang mengganggu kenyamanan, melalui petugas lapangan atau call center 1500-102.
Kejadian Viral di Media Sosial, Picu Kekhawatiran Publik
Sebelumnya, video terkait insiden ini beredar luas di media sosial Instagram melalui akun @depokfeed.
Dalam video tersebut, seorang penumpang wanita mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria yang duduk di sebelahnya di dalam bus rute 1A.
Korban menjelaskan bahwa ia naik dari Halte Monas dan sempat tertidur selama perjalanan.
Saat bus memasuki kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), ia terbangun dan mendapati bagian pahanya dipegang dan dielus oleh pria tersebut.
Korban mengaku syok dan sempat terdiam sebelum akhirnya merekam kejadian sebagai bukti.
Kasus ini menambah daftar insiden pelecehan di transportasi publik dan kembali memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan penumpang, khususnya perempuan yang kerap menjadi target pelecehan dalam moda transportasi massal.
- Penulis :
- Gerry Eka







