
Pantau - Kantor SAR Natuna mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun hutan agar selalu membawa perlengkapan sederhana seperti peluit, senter, dan cermin untuk keselamatan saat kondisi darurat.
Kepala SAR Natuna Abdul Rahman mengatakan kondisi alam di Natuna dapat berubah sewaktu-waktu sehingga masyarakat harus meningkatkan kesiapan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Menurutnya, benda-benda sederhana tersebut memiliki peran penting dalam membantu proses pencarian dan penyelamatan ketika seseorang mengalami musibah atau tersesat.
“Peluit, senter, dan cermin, dapat menjadi alat komunikasi darurat ketika seseorang mengalami musibah atau tersesat,” ungkap Abdul Rahman.
Dalam kondisi darurat, sinyal bahaya dapat disampaikan menggunakan peluit maupun cahaya agar tim penyelamat lebih mudah menemukan lokasi korban.
Ketiga alat tersebut dinilai efektif karena kode daruratnya bersifat umum dan dapat dipahami siapa saja tanpa bergantung pada bahasa maupun jaringan komunikasi.
Peluit dan Cahaya Jadi Kode Darurat
Peluit digunakan sebagai kode darurat melalui suara dengan pola tiga kali tiupan pendek, tiga kali tiupan panjang, lalu kembali tiga kali tiupan pendek.
Pola tersebut menjadi tanda bahwa seseorang sedang meminta pertolongan atau berada dalam kondisi darurat.
Sementara itu, senter dan cermin digunakan sebagai sinyal darurat melalui cahaya.
Cahaya senter digunakan pada malam hari atau saat kondisi berkabut.
Cermin dimanfaatkan untuk memantulkan cahaya matahari, bulan, atau sumber cahaya lain ke arah sekitar maupun ke udara sebagai penanda lokasi korban.
Pola isyarat cahaya juga menggunakan tiga kali kedipan pendek, tiga kali panjang, lalu kembali tiga kali pendek.
Abdul Rahman menjelaskan bahwa berteriak meminta tolong kurang efektif karena suara biasanya hanya terdengar sekitar 50 meter dan dapat tertutup suara ombak maupun angin.
Ia menegaskan penggunaan peluit juga tidak membutuhkan banyak tenaga dibanding berteriak terus-menerus.
Masyarakat Diimbau Tidak Beraktivitas Sendiri
Selain membawa peluit, senter, dan cermin, masyarakat juga diingatkan menyiapkan alat keselamatan lain seperti pelampung dan radio komunikasi saat melaut.
Masyarakat diminta memberitahukan rencana perjalanan kepada keluarga atau kerabat sebelum pergi melaut maupun memasuki kawasan hutan.
Informasi lokasi terakhir dinilai sangat penting untuk membantu tim SAR menentukan area pencarian korban.
“Pastikan peralatan dalam kondisi baik dan hindari beraktivitas seorang diri. Kesiapan sebelum berangkat sangat penting untuk mengurangi risiko saat terjadi keadaan darurat,” ujar Abdul Rahman.
- Penulis :
- Gerry Eka





