
Pantau - Palestina meluncurkan inisiatif di UNESCO untuk mendorong perlindungan situs-situs arkeologi di Tepi Barat dari kendali Israel, dengan fokus utama pada Masjid Ibrahimi di Hebron yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.
Informasi tersebut disampaikan Delegasi Tetap Palestina untuk UNESCO Adel Attieh kepada stasiun radio resmi Voice of Palestine pada Sabtu (11/7).
Attieh menyatakan inisiatif tersebut bertujuan mendorong UNESCO mengambil tindakan terhadap apa yang disebut sebagai pelanggaran Israel terhadap warisan budaya Palestina.
Masjid Ibrahimi Jadi Fokus Perlindungan
Menurut Attieh, hukum internasional mewajibkan Israel menahan diri dari tindakan yang mengubah struktur maupun lingkungan Masjid Ibrahimi.
Attieh juga menuduh Israel berupaya mengubah narasi sejarah dengan mengklaim hak atas situs-situs arkeologi Palestina.
Ribuan Situs Arkeologi Berada di Area C
Laporan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyebut kendali otoritas Israel atas situs-situs arkeologi Palestina merupakan bagian dari kebijakan perluasan permukiman dan perampasan lahan.
Laporan tersebut mengutip rancangan undang-undang Knesset yang disahkan pada pertengahan Mei untuk membentuk Otoritas Warisan di Tepi Barat.
Menurut Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina, terdapat sekitar 7.000 situs arkeologi di Tepi Barat.
Sekitar 60 persen dari seluruh situs arkeologi tersebut berada di Area C yang berada di bawah kendali penuh Israel berdasarkan Perjanjian Oslo 1993.
- Penulis :
- Gerry Eka





