HOME  ⁄  News

Ibu Hamil Palestina dan Janinnya Tewas setelah Ditembak Pasukan Israel di Gaza

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ibu Hamil Palestina dan Janinnya Tewas setelah Ditembak Pasukan Israel di Gaza
Foto: Ilustrasi - Para wanita menangis di sebuah bangunan sekolah yang hancur akibat serangan Israel di Gaza, Palestina, Jumat (25/7/2025).

Pantau - Seorang perempuan Palestina yang sedang hamil bernama Iman Shalouf bersama janinnya meninggal dunia pada Sabtu (12/9/2026) akibat luka setelah ditembak pasukan Israel di sebelah selatan Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.

Koresponden WAFA melaporkan Iman meninggal setelah mengalami luka akibat tembakan pasukan Israel yang terjadi tiga hari sebelumnya.

Insiden tersebut menambah jumlah korban jiwa di Jalur Gaza di tengah berlanjutnya serangan setelah gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025.

Korban Sejak Gencatan Senjata Terus Bertambah

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, jumlah korban tewas akibat serangan Israel dilaporkan telah mencapai 1.359 orang.

Dalam periode yang sama, sebanyak 4.571 warga Palestina dilaporkan terluka akibat serangan.

Sebanyak 831 jenazah juga telah dievakuasi sejak gencatan senjata tersebut mulai berlaku.

Ratusan korban lainnya masih dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan maupun berada di jalanan di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Tim ambulans dan tim penyelamat hingga kini masih belum dapat menjangkau seluruh korban yang berada di lokasi tersebut.

Korban Perang Gaza Tembus 73.670 Jiwa

Secara keseluruhan, jumlah korban tewas akibat perang yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 dilaporkan telah mencapai 73.670 orang.

Selain korban meninggal dunia, sebanyak 174.682 warga Palestina dilaporkan mengalami luka-luka sejak perang berlangsung.

Kematian Iman Shalouf dan janinnya menjadi bagian dari korban terbaru yang dilaporkan di Jalur Gaza setelah perempuan tersebut mengalami luka tembak di wilayah selatan Khan Younis.

Tim Penyelamat Belum Bisa Menjangkau Seluruh Korban

Situasi di lapangan membuat proses evakuasi belum dapat dilakukan terhadap seluruh korban yang masih berada di bawah reruntuhan maupun di jalanan.

Keterbatasan akses tim ambulans dan penyelamat menyebabkan ratusan korban masih belum dapat dijangkau.

Laporan mengenai meninggalnya Iman Shalouf dan perkembangan jumlah korban di Jalur Gaza tersebut bersumber dari kantor berita Palestina WAFA.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026