HOME  ⁄  News

Netanyahu Hadapi Penolakan Sejumlah Delegasi saat Berpidato di PBB

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Netanyahu Hadapi Penolakan Sejumlah Delegasi saat Berpidato di PBB
Foto: Massa menggelar unjuk rasa menentang Perdana Mentri Israel Benjamin Netanyahu sehari sebelum Netanyahu berpidato di depan Majelis Umum PBB di New York, pada 24 September.

Pantau - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi penolakan dari sejumlah delegasi saat berpidato di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada 24 September 2026, termasuk aksi walk out yang dilakukan delegasi Indonesia.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah dinamika hubungan Israel dengan sejumlah negara Barat yang menjadi sorotan dalam telaah ANTARA.

Netanyahu Tak Bertemu Trump di New York

Dalam kunjungannya ke New York, Netanyahu disebut tidak memiliki agenda pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Mantan Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel Alon Liel menyoroti tidak adanya pertemuan Netanyahu dengan pejabat pemerintah Amerika Serikat dalam kunjungan tersebut.

"Netanyahu memang bisa bertemu dengan pemimpin Argentina dan Yunani, tapi dia tak bisa bertemu dengan seorang pun politisi atau pejabat pemerintah AS. Artinya, bukan hanya Eropa yang menjauhi dia, tapi juga Amerika," kata Alon Liel seperti disiarkan harian Turki, Daily Sabah.

Mantan Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Michael Oren juga menyatakan, berdasarkan pengetahuannya, belum pernah ada perdana menteri Israel yang melakukan kunjungan ke Amerika Serikat tanpa pertemuan dengan presiden negara tersebut.

Netanyahu dilaporkan hanya berada sekitar delapan jam di New York.

Ia disebut memiliki agenda dengan sejumlah pemimpin negara, termasuk Argentina, Bolivia, Paraguay, Ethiopia, Kolombia, Yunani, Slovenia, dan Papua Nugini.

Namun, Netanyahu tidak memiliki agenda pertemuan dengan Trump, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, maupun Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Hubungan Netanyahu dan Trump Jadi Sorotan

Trump tercatat telah delapan kali bertemu Netanyahu selama periode keduanya sebagai Presiden Amerika Serikat, tetapi keduanya disebut tidak lagi bertemu sejak Juli 2026.

Telaah ANTARA menyebut terdapat anggapan bahwa Netanyahu dan Trump tidak lagi sejalan dalam sejumlah isu, termasuk terkait kesepakatan gencatan senjata dengan Iran.

Kondisi tersebut terjadi setelah Israel dan Amerika Serikat sejak Februari disebut bekerja sama dalam menghadapi Iran.

Pada saat yang sama, kebijakan sejumlah negara Barat terhadap Israel juga mengalami perkembangan, termasuk langkah Inggris terkait permukiman Israel di Tepi Barat.

Inggris pada 8 September disebut mengeluarkan larangan berdagang dengan pemukim Israel di Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband dalam sumber tersebut juga disebut melontarkan tudingan keras terhadap pemukim Yahudi di Tepi Barat terkait tindakan terhadap warga Palestina.

Langkah itu berlangsung setelah Inggris mengakui Negara Palestina pada September 2025.

Aksi Walk Out Warnai Pidato Netanyahu

Pidato Netanyahu di Majelis Umum PBB pada 24 September turut diwarnai aksi walk out sejumlah delegasi.

Delegasi Indonesia termasuk pihak yang meninggalkan ruangan ketika Netanyahu akan menyampaikan pidatonya.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari dinamika diplomatik yang dihadapi Netanyahu di tengah konflik Israel-Palestina serta perbedaan sikap sejumlah negara mengenai kebijakan Israel.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026