HOME  ⁄  News

Medvedev Sebut Serangan AS ke Iran Justru Membebani Ekonomi Washington

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Medvedev Sebut Serangan AS ke Iran Justru Membebani Ekonomi Washington
Foto: Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev.

Pantau - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menilai serangan Amerika Serikat terhadap Iran justru merugikan Washington karena memicu perubahan ekonomi global dan membebani pembayar pajak AS.

Medvedev menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan stasiun penyiaran Iran IRIB pada Sabtu (3/10/2026).

“Langkah agresif terhadap Iran ini telah menyebabkan perubahan besar dalam perekonomian global, yang bahkan harus diperhitungkan oleh AS. Kenaikan harga minyak dan solar juga membebani para pembayar pajak AS,” kata Medvedev.

“Oleh karena itu, menurut saya, ini merupakan pelajaran yang seharusnya dipetik oleh pemerintah AS dari episode sulit ini,” imbuh Medvedev.

Medvedev Dorong Washington Utamakan Perundingan

Medvedev mengatakan Washington perlu mengedepankan perundingan dibandingkan menunjukkan kekuatan militer apabila ingin menghindari keruntuhan ekonomi global.

Menurut pejabat Rusia tersebut, dampak ekonomi dari konflik menjadi pelajaran bagi Pemerintah AS untuk mempertimbangkan kembali pendekatannya terhadap Iran.

Ia juga menyoroti upaya untuk mengubah secara paksa sistem politik Iran dan dampaknya terhadap keamanan internasional.

Kebijakan AS Dinilai Picu Kekhawatiran Nuklir

Medvedev menilai kebijakan AS terhadap Iran justru dapat mendorong semakin banyak negara mempertimbangkan kepemilikan senjata nuklir.

“Upaya untuk mengubah secara paksa dasar-dasar rezim politik Iran dan secara efektif mengesampingkan negara tersebut justru telah menyebabkan semakin banyak negara mempertimbangkan kemungkinan untuk memiliki senjata nuklir. Itulah harga dari kebijakan AS yang ceroboh di kawasan tersebut,” kata Medvedev.

Pernyataan Medvedev tersebut menjadi bagian dari sikap Rusia dalam menyoroti konflik antara Amerika Serikat dan Iran serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan keamanan global.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026