HOME  ⁄  News

Iran Tegaskan Siap Bertempur dan Bernegosiasi di Tengah Konflik dengan Amerika Serikat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Iran Tegaskan Siap Bertempur dan Bernegosiasi di Tengah Konflik dengan Amerika Serikat
Foto: Ilustrasi - Bendera Iran.

Pantau - Iran menegaskan siap menghadapi Amerika Serikat melalui pertempuran maupun jalur diplomasi di tengah upaya mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Teheran “tidak gentar ataupun terintimidasi” oleh tindakan Amerika Serikat.

“Kami hadir di medan tempur militer dengan segenap kekuatan kami dan akan menghadapi mereka dengan kejutan-kejutan baru. Kami menggunakan instrumen diplomasi untuk menegaskan keunggulan kami di bidang militer dan memperjuangkan hak-hak rakyat Iran,” kata Ghalibaf dalam sidang parlemen, Minggu (4/10/2026).

Ghalibaf mengatakan Washington telah menyampaikan sejumlah usulan melalui mediator setelah Teheran mengajukan peta jalan tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Iran menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai tujuh persyaratan Teheran berdasarkan Memorandum Islamabad terpenuhi.

Iran Ajukan Persyaratan untuk Akhiri Perang

Iran pada September menyampaikan serangkaian persyaratan resmi kepada Amerika Serikat melalui mediator Qatar untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.

Persyaratan Teheran mencakup penghentian menyeluruh permusuhan di semua lini, pencairan dana Iran yang dibekukan, serta penghentian blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.

Amerika Serikat dan Israel secara sepihak menyerang Iran pada 28 Februari, sedangkan Teheran membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak di sejumlah wilayah Timur Tengah.

Iran kemudian secara efektif menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis bagi pasokan energi.

Diplomasi untuk Buka Kembali Selat Hormuz Berlanjut

Upaya mengakhiri perang terus berlangsung sejak Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada Juni.

Kesepakatan tersebut mengatur langkah segera untuk memulihkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz sekaligus menangani program nuklir Iran.

Teheran tetap membuka jalur negosiasi, tetapi menegaskan persyaratan yang telah diajukan harus dipenuhi sebelum Selat Hormuz kembali dibuka.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026