
Pantau - Pemerintah Yaman secara resmi mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan tegas menyusul serangan milisi Houthi terhadap Bandara Internasional Aden pada Rabu dini hari (7/10/2026).
Desakan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang meminta PBB mengecam keras serangan, menuntut pertanggungjawaban pelaku, serta menerapkan embargo senjata terhadap kelompok Houthi secara penuh.
Pemerintah Yaman menilai serangan terhadap fasilitas bandara merupakan bagian dari ancaman bersenjata yang membutuhkan penanganan menyeluruh.
Sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Yaman, Saba, pemerintah juga menyoroti penguasaan sebagian wilayah negara oleh kelompok Houthi sebagai salah satu akar persoalan konflik yang berkepanjangan.
Yaman Minta Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Houthi
Pemerintah Yaman meminta PBB memberikan respons terhadap serangan yang menyasar Bandara Internasional Aden.
Permintaan tersebut disampaikan kepada PBB dan Dewan Keamanan PBB melalui jalur komunikasi resmi.
Dalam suratnya, pemerintah mendesak agar tindakan penyerangan oleh milisi Houthi mendapat kecaman keras dari masyarakat internasional.
Yaman juga meminta agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban.
Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya penerapan penuh embargo senjata yang telah dijatuhkan terhadap kelompok Houthi.
Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk menangani ancaman keamanan yang ditimbulkan oleh aktivitas bersenjata kelompok tersebut.
Pemerintah Yaman Soroti Penguasaan Wilayah oleh Milisi Houthi
Pemerintah Yaman menyatakan bahwa penyelesaian ancaman bersenjata tidak cukup hanya dilakukan dengan merespons serangan yang terjadi.
Menurut pemerintah, penanganan konflik perlu menyentuh akar permasalahan, termasuk penguasaan sebagian wilayah Yaman oleh kelompok Houthi.
Dalam laporan kantor berita Saba, pemerintah menyebut keberadaan kekuatan bersenjata Houthi sebagai salah satu persoalan utama yang terus memengaruhi situasi keamanan negara.
Yaman menilai penguasaan wilayah oleh kelompok tersebut berkaitan dengan berlanjutnya ancaman terhadap fasilitas publik dan masyarakat sipil.
Karena itu, pemerintah meminta perhatian PBB tidak hanya tertuju pada serangan terhadap Bandara Aden, tetapi juga pada persoalan keamanan yang lebih luas.
Yaman Sebut Kekuatan Bersenjata Houthi Ancam Warga Sipil
Pemerintah Yaman turut menyoroti penggunaan kekuatan bersenjata oleh milisi Houthi dalam konflik yang berlangsung di negara tersebut.
Menurut pemerintah, persenjataan kelompok tersebut digunakan untuk menyerang masyarakat sipil dan merusak fasilitas publik.
Yaman juga menilai aktivitas bersenjata Houthi mengancam keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut.
Ancaman terhadap pelayaran menjadi salah satu alasan pemerintah meminta keterlibatan lebih tegas dari lembaga internasional.
Pemerintah memandang persoalan keamanan tersebut memiliki dampak yang melampaui wilayah daratan Yaman karena berkaitan dengan jalur transportasi laut internasional.
Embargo Senjata Jadi Salah Satu Tuntutan Utama Yaman
Penerapan penuh embargo senjata terhadap Houthi menjadi salah satu tuntutan utama dalam surat yang disampaikan pemerintah Yaman.
Pemerintah meminta Dewan Keamanan PBB memastikan pembatasan persenjataan terhadap kelompok tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain embargo, Yaman menuntut pertanggungjawaban atas serangan terhadap Bandara Internasional Aden pada 7 Oktober 2026.
Hingga laporan tersebut disampaikan pada Minggu (11/10/2026), belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai tanggapan resmi PBB terhadap surat pemerintah Yaman.
- Penulis :
- Gerry Eka




