HOME  ⁄  News

Kapal Tanker Terbakar Dihantam Proyektil di Selat Hormuz, Seluruh Awak Selamat dan Otoritas Selidiki Insiden

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kapal Tanker Terbakar Dihantam Proyektil di Selat Hormuz, Seluruh Awak Selamat dan Otoritas Selidiki Insiden
Foto: Kapal-kapal tanker minyak berukuran sedang milik Iran terus menunggu di lepas pantai Bandar Abbas, Selat Hormuz, Provinsi Hormozgan, Iran, pada 9 September 2026.

Pantau - Sebuah kapal tanker mengalami kebakaran setelah dihantam proyektil tidak dikenal saat berlayar keluar dari Selat Hormuz, sebagaimana dilaporkan Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Minggu (11/10/2026).

Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dalam insiden tersebut, sementara penyebab serangan dan tingkat kerusakan kapal masih dalam penyelidikan.

UKMTO menyatakan laporan awal diterima dari kapten kapal tanker yang sedang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Proyektil tidak dikenal dilaporkan menghantam sisi kiri kapal hingga memicu kebakaran di atas kapal.

UKMTO Selidiki Insiden dan Minta Kapal Tingkatkan Kewaspadaan

Berdasarkan keterangan UKMTO, kapal tanker tersebut sedang berlayar meninggalkan Selat Hormuz ketika terkena proyektil.

Benturan pada sisi kiri kapal menyebabkan kebakaran, tetapi tidak ada laporan korban jiwa di antara awak kapal.

Hingga laporan disampaikan, tingkat kerusakan kapal belum dapat dipastikan.

Dampak kebakaran terhadap lingkungan laut di sekitar lokasi kejadian juga masih belum diketahui.

Pihak berwenang tengah menyelidiki insiden tersebut untuk mengetahui penyebab dan keadaan yang melatarbelakanginya.

UKMTO mengimbau seluruh kapal yang melintasi kawasan Selat Hormuz meningkatkan kewaspadaan selama pelayaran.

Garda Revolusi Iran Laporkan Supertanker Meledak Akibat Ranjau Laut

Insiden tersebut dilaporkan beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan kejadian lain yang melibatkan kapal tanker minyak pada Sabtu (10/10/2026) malam.

Menurut IRGC, sebuah kapal supertanker menabrak ranjau laut dan meledak ketika berusaha meninggalkan Selat Hormuz melalui jalur selatan yang tidak diizinkan.

IRGC menyebut kapal tersebut memiliki kapasitas angkut sekitar dua juta barel minyak.

Pihak Iran mengklaim kapal tanker itu telah mematikan sistem navigasinya sebelum mencoba melewati jalur alternatif.

Menurut keterangan IRGC, kapal kemudian menghantam ranjau laut sehingga menimbulkan ledakan yang dapat terlihat dari wilayah pesisir.

Belum ada kepastian apakah laporan UKMTO mengenai kapal yang terkena proyektil berkaitan dengan insiden supertanker yang diumumkan IRGC.

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat Masih Ganggu Pelayaran Hormuz

Insiden kapal tanker terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Iran sebelumnya mengumumkan penutupan kembali jalur perairan tersebut pada 12 Juli 2026 setelah Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap Iran pada 8 Juli.

Teheran juga mengancam akan menargetkan kapal yang menggunakan jalur di luar ketentuan otoritas Iran atau berusaha melintasi selat tanpa izin.

Ketegangan tersebut merupakan kelanjutan konflik yang dimulai ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Menurut pemerintah Iran, konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 3.000 orang, sementara serangan balasan Iran juga mengakibatkan korban jiwa dari pihak Amerika Serikat dan Israel.

Gencatan senjata sempat tercapai pada April, tetapi Amerika Serikat kembali menyerang sejumlah lokasi di Iran setelah perundingan kedua negara mengalami hambatan.

Washington dan Teheran sebelumnya telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada Juni, tetapi perbedaan pandangan mengenai pelayaran di Selat Hormuz masih belum terselesaikan.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur penting bagi pengiriman energi dan komoditas dunia sehingga keamanan kapal yang melintasinya menjadi perhatian internasional.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026