
Pantau - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah setelah saham perusahaan teknologi Alphabet anjlok lebih dari 12 persen menyusul laporan keuangan kuartal III 2026 yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Pelemahan tersebut turut menyeret indeks utama Wall Street, terutama Nasdaq yang mengalami penurunan paling tajam dibandingkan dua indeks lainnya.
Indeks Rata-Rata Industri Dow Jones turun 132,54 poin atau 0,25 persen menjadi 52.342,56.
Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 23,59 poin atau 0,3 persen ke posisi 7.720,39.
Indeks Komposit Nasdaq mencatat penurunan sebesar 365,13 poin atau 1,38 persen dan berakhir pada level 26.184,72.
Meski ketiga indeks utama mengalami pelemahan, sebanyak delapan dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 justru ditutup menguat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual terutama terkonsentrasi pada saham-saham sektor teknologi dan tidak menyebar secara merata ke seluruh pasar.
Saham Alphabet Anjlok Setelah Laporan Keuangan Kuartal III
Saham Alphabet menjadi salah satu penyumbang utama pelemahan Wall Street setelah mengalami penurunan lebih dari 12 persen.
Perusahaan induk Google tersebut melaporkan pendapatan kuartal III 2026 sebesar 127,58 miliar dolar AS.
Pendapatan itu sebenarnya meningkat 25 persen secara tahunan atau year on year (yoy), tetapi masih berada di bawah ekspektasi pasar.
Di sisi lain, laba bersih Alphabet turun menjadi 26,17 miliar dolar AS.
Perusahaan juga mencatat arus kas bebas negatif sebesar 9,07 miliar dolar AS pada periode tersebut.
Kombinasi hasil keuangan tersebut diikuti penurunan tajam harga saham Alphabet di pasar.
Sementara itu, saham Microsoft mengalami pelemahan tipis meskipun perusahaan mencatatkan kinerja kuartalan yang kuat.
Pertumbuhan layanan komputasi awan Azure sebesar 48 persen menjadi salah satu faktor yang mendorong hasil keuangan Microsoft.
Saham Caterpillar dan ServiceNow Turut Merosot
Tekanan terhadap pasar saham AS juga datang dari sejumlah perusahaan besar lainnya.
Saham Caterpillar merosot lebih dari 9 persen sehingga memberikan tekanan terhadap pergerakan indeks Dow Jones.
Penurunan lebih tajam dialami perusahaan teknologi ServiceNow yang sahamnya anjlok sekitar 27 persen.
Sementara itu, saham Marvell tercatat melemah sebesar 13 persen.
Di tengah penurunan sejumlah saham perusahaan besar, Eli Lilly justru mencatatkan penguatan lebih dari 6 persen.
Kenaikan saham Eli Lilly terjadi setelah perusahaan tersebut menaikkan proyeksi pendapatannya.
Adapun saham Amazon dan Intel mengalami penurunan menjelang pengumuman laporan keuangan masing-masing perusahaan setelah penutupan perdagangan.
Pergerakan saham-saham tersebut menunjukkan adanya perbedaan respons pasar terhadap kinerja dan prospek keuangan sejumlah perusahaan besar AS.
Harga Minyak Dunia Ikut Melemah
Selain pelemahan pasar saham, harga minyak mentah dunia juga ditutup lebih rendah.
Penurunan harga minyak terjadi ketika harapan terhadap dimulainya kembali perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran mengimbangi kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan energi di Timur Tengah.
Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 44 sen atau 0,38 persen menjadi 114,88 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 78 sen atau 0,76 persen dan ditutup pada harga 102 dolar AS per barel.
Pergerakan tersebut mencerminkan perhatian pasar terhadap perkembangan diplomatik AS-Iran di tengah kekhawatiran mengenai pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Gerry Eka




