
Pantau - Kejuaraan Jakarta Nasional Pencak Silat (JNPS) ke-2 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur, pada Jumat, 28 November 2025, dengan diikuti oleh 2.645 peserta dari 11 provinsi di Indonesia.
Jumlah peserta yang membludak menjadikan JNPS sebagai salah satu kompetisi pencak silat pelajar terbesar tingkat nasional yang berfokus pada pembinaan atlet usia sekolah.
Ketua Panitia JNPS ke-2, Anita, menyatakan bahwa tahun ini terjadi peningkatan signifikan, baik dari segi jumlah peserta maupun kesiapan teknis dan keamanan pertandingan.
“JNPS bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda pencinta pencak silat,” ungkap Anita.
Dukung Jalur Prestasi dan Standar Nasional
Ajang ini mempertandingkan kategori tunggal, ganda, dan regu, baik untuk kelas prestasi maupun kelas pemasalan.
Sebanyak 11 provinsi turut berpartisipasi, termasuk Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp25 juta, dan pertandingan dibagi dalam enam bagian sesuai kategori usia dan kelas.
Setiap peserta mendapatkan sertifikat resmi yang dapat digunakan untuk jalur prestasi, salah satunya sebagai nilai tambah lima persen dalam proses pendidikan formal.
“Harapan kami, JNPS dapat menjadi penggerak prestasi dan memperluas lahirnya bibit-bibit atlet masa depan,” tambah Anita.
Kejuaraan ini telah mengantongi penilaian bintang tiga, menandakan bahwa JNPS memenuhi standar prestasi nasional dalam penyelenggaraan olahraga.
Dukungan Kemenpora dan IPSI, Fokus pada Keamanan dan Kualitas Penilaian
Wakil Ketua IPSI Jakarta Timur, Rahmadsyah, menegaskan pentingnya profesionalisme wasit dan keamanan bagi para atlet, terutama peserta usia dini.
“Anak-anak harus mendapat penilaian yang jujur demi menjaga kepercayaan orang tua dan membuka peluang pendidikan melalui jalur prestasi,” katanya.
Panitia juga bekerja sama dengan BPJS dan RS Mitra Keluarga untuk memastikan penanganan medis bagi atlet yang mengalami cedera.
Sementara itu, Iskandar, Analis Kebijakan Ahli Muda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menilai JNPS sebagai ruang pembinaan pelajar dari SD hingga SMA.
Ia menyebut JNPS sangat dinantikan oleh pelatih dan guru sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler yang produktif dan terukur.
“Event ini sejalan dengan program manajemen talenta nasional untuk mencari dan membina atlet muda potensial,” ujarnya.
Iskandar menekankan pentingnya konsistensi penyelenggaraan, peningkatan regulasi, dan kualitas perwasitan agar JNPS dapat terus menghadirkan pengalaman positif bagi seluruh peserta.
Dengan ribuan peserta dan dukungan luas dari berbagai pihak, JNPS ke-2 memperkuat posisinya sebagai salah satu ajang pembinaan atlet muda paling diminati dan terpercaya di Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan








