
Pantau - Pereli Indonesia Julian Johan atau Jeje resmi tiba di Arab Saudi untuk mengikuti ajang Rally Dakar 2026 yang digelar pada 3–17 Januari, menandai kembalinya wakil Indonesia setelah 14 tahun absen sejak keikutsertaan Kasih Anggoro pada 2011.
Jeje akan berlaga bersama co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi, menggunakan Toyota Land Cruiser 100, kendaraan legendaris yang sempat digunakan tim pabrikan Toyota Jepang di awal 2000-an dan pernah menjuarai ajang Dakar.
Terinspirasi Senior, Jeje Tampil dengan Persiapan Matang
Julian Johan menyebut partisipasinya terinspirasi dari pereli senior Tinton Soeprapto yang tampil pada 1988 dan Kasih Anggoro pada 2011.
Ia menegaskan bahwa ajang Rally Dakar tidak hanya soal finansial, tetapi juga keberanian dan kesiapan mental dalam menghadapi rute ekstrem.
“Dengan medan yang sangat panjang dan berat, finansial saja tidak cukup. Kita harus berani mengambil risiko meskipun belum tahu hasil akhirnya,” ungkapnya.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi kondisi medan gurun, Jeje sempat menjalani latihan di Maroko yang memiliki karakter serupa dengan Arab Saudi.
Ia juga membawa perlengkapan khusus seperti alat survival, medis, dan perlengkapan camping, serta mengandalkan pengalamannya dari Asia Cross Country Rally (AXCR) 2023 dan 2024.
Fokus Bertahan dan Kibarkan Merah Putih
Julian Johan menyatakan tidak menargetkan kemenangan, melainkan bertekad menyelesaikan lomba dengan kendaraan dan tim dalam kondisi prima.
Harapan utamanya adalah dapat finis setiap hari dengan mobil utuh dan tim tetap sehat sepanjang lomba.
Mobil yang digunakannya memiliki desain livery dominan merah putih sebagai simbol semangat nasionalisme Indonesia, dipadukan dengan warna hitam dari sponsor.
Livery ini sebelumnya juga digunakan saat mengikuti AXCR 2023 sebagai bentuk keberlanjutan semangat nasional di lintas ajang reli internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka







